Kehidupan

Sejak kejadian Palestina, sepertinya ada cara pandang aku terkait sosial media yang bergeser lagi.

Sebenarnya ini udah yang kesekian kalinya. Tapi, kali ini dibarengi dengan lebih intensifnya logout dari instagram baik karena kejadian Palestina atau karena memang aku yang lagi butuh konsentrasi dengan urusan di dunia nyata (kuliah, kerjaan, dan kehidupan).

Dengan logout (tadinya uninstall malah), aku hanya mengecek sesekali instagram lewat browser dan itu sangat membantu untuk membatasi diri insya Allah. Karena menu dan fiturnya jadi lebih terbatas.

Ada sebuah kesimpulan kecil yang lebih kuat dan lebih aku ingin ambil aksinya dibandingkan aku ceritakan detilnya di sini.

Baca selengkapnya Kehidupan

Syair Saat Perang Khandaq

Video ini, aku dapati dari salah satunya channel tentang syair berbahasa Arab.

Judulnya dibilang Nasheed Sahaba. Pas Abang cek, ternyata syair yang ada di senandung ini ada bagian dari potongan dari syair yang dibaca Rasulullah ﷺ saat perang Khandaq.

Waktu tau isi dan makna syairnya, dengernya jadi ngebayangin pas kejadian saat Rasulullah ﷺ dan para sahabat gali parit hampir 5km sedalam >3m.

Kebayaaang perjuangannya ga pakai traktor atau apapun.

https://youtube.com/shorts/ysJM92BiObU?si=7FeVWOxNKkIxfMZ1

Sebenarnya buat ngadepin siapa di perang Khandaq?



Siapa lagi kalau bukan Yahudi yang ngajakin kaum musyrikin Quraisy dan kabilah-kabilah Arab buat nyerang Madinah (kaya familiar banget kan ya?).

Gimana Yahudi selalluuu bakal ngajak-ngajak sekutu buat ngancurin Islam.

Kisah perang ini akan berlanjut ke kisah berkaitan sama Yahudi dari Bani Quraizhah yang berada di kota Madinah.

Karena laki-laki dikerahkan untuk perang Khandaq, Rasulullah ﷺ menempatkan anak-anak dan perempuan di suatu benteng.

Ada Yahudi Bani Quraizhah yang udah mulai ngeliat-liat benteng anak-anak dan perempuan. Alhamdulillah si Y4hud1 dibunuh sama Shofiyah bintu Abdul Muththalib dan akhirnya mereka ngira benteng anak dan perempuan ini dijaga ketat.

Panjaaang ceritanya…emang mereka ngincernya tuh dari dulu ke anak-anak dan perempuan kan :(.

Coba baca bab dua perang ini yah. Berharap bisa dijalanin yang terjadi di perang Bani Quraizhah ya Allah.

Baca selengkapnya Syair Saat Perang Khandaq

Palestina #2

Sebagai pengingat…bahwa kepunyaan Allah-lah yang ada di langit dan di bumi.

Allah menetapkan sifat rahmah bagi Diri-Nya.
Allah juga menetapkan sifat hakiim bagi Diri-Nya.

Terus berprasangka baik kepada Allah.

Jangan malah terus berprasangka buruk bahkan berani bilang Allah tega, Allah diam aja, Allah apa ga cape ngeliat semua ini. Na’udzubillah min dzalik.

https://youtube.com/shorts/emBQi4V_mSY?si=A3QeQkqN8_mqPrpJ

Mari kita ingat lagi bagaimana Fir’aun membunuhi anak bayi yang baru lahir supaya kekuasaannya tetap bertahan.

Ternyata bayi yang diincar dan ditakuti Fir’aun —yaitu nabi Musa ‘alaihissalam— malah dia sendiri yang merawat melalui wasilah istrinya yang shalihah.

Manusia itu akal dan logikanya terbatas.
Maka perbanyak doa agar Allah memberi pertolongan kepada rakyat Palestina.

Doa bukan senjata terakhir.
Bahkan doa adalah senjata dari awal dan yang seterusnya dipanjatkan.

Mari perkuat iman dan takwa. Perbanyak ilmu, agar saat Dajjal keluar dimana Yahudi yang jadi pasukannya; anak keturunan kita termasuk yang kuat imannya.

Luma Mau Nyerang Israel

Kemarin-kemarin, Luma sempat cerita percakapan dia dengan Neneknya.

Waktu aku ceritakan ke Abang, ternyata Abang malah menceritakan lebih detil karena dengar sendiri percakapan (kemungkinan aku lagi tidur ini 😊).

Seperti biasa, pertanyaan Nenek ke cucu, cita-citanya mau jadi apa?

Luma jawab,
“Mau jadi pembuat kue, penulis…”

Satu cita-cita lagi dia tambahkan,
“Sama nyerang Isr4el.”

Jawaban nenek tentu saja khas dari seorang nenek :).

“Jangan…”

Baca selengkapnya Luma Mau Nyerang Israel

Bimbing Kholid Biar Semangat Lagi Menghafal

Sakit batuk dua pekan yang lalu emang cukup berat. Anak-anak belajarnya jadi longgar.

Ketika mereka udah enakan, ternyata juga pas lagi momen konsen finishing buku sepekanan.

Pada dasarnya mereka sudah bisa nambah hafalan sendiri insyaAllah. Biasanya awalnya memastikan bacaan ayat yang mau dihafal kemudian ngulang-ngulang sendiri.

Sepekanan kemarin jadinya aku arahin untuk nambah hafalan tapi belum aku cek berkala. Yang tetap berjalan hanya setoran hafalan rutin.

Ternyata, pas aku cek,  Handzolah udah selesai Al-Mulk sedangkan Kholid baru sampai ayat 19.

Diminta nambah, dia kelihatan berat dan mungkin tambah kerasa berat karena seperti ketinggalan dr Handzolah.

Mikir gimana caranya. Alhamdulillah aku coba pelan-pelan bimbing GA dengan perintah dia ngelakuin mandiri.

Tapi aku minta baca satu ayat.. seharian itu nanti aku baca bareng dia setiap ada kesempatan, lumayan bisa dapat 2 ayat sehari. Bisa dibilang, balik kaya pas belum bisa hafalan sendiri . Gpp insyaAllah.

Di video ini lumayan, udah bisa diminta duduk dekat aku, dan aku minta ngulang dekat aku, aku temenin.

Pelajaran umumnya pun masih perlu ditelatenin. Semoga Allah mudahkan buat balik lagi fokus.

Kembar usia hampir 7 tahun insyaAllah.

Oiya, ini aku sambil nyetrika yah hehe.

Dari kejadian ini pun, aku juga ada bayangan terkait hal yang aku perlu lakukan untuk bimbing Ziyad. Insya Allah diceritain di kesempatan lainnya.

Jogja 27 September 2023

#limaanakhomeschooling #tahfidz #alquran  #mendidikalqurancizkah

Palestina #1

Akhir-akhir ini, merasa perlu untuk menyendiri dan banyak merenung lagi.

Terus terang, hatiku rasanya luluh lantak. Serba salah dan merasa bersalah. Gak tega. Gak bisa berpikir untuk gimana baiknya untuk menepis rasa sedih ini.

Waktu melihat salah satu video rekaman dari Palestina, seorang ibu yang sebenarnya juga terluka menghampiri jenazah anak perempuannya, kemudian memanggil “Habibati…habibati…”

Kemudian meminta agar ia bisa memeluk anak perempuannya yang telah meninggal itu, aku rasanya gak ingin melihat video itu lagi.

Kenyataannya, aku melihat lagi.

Dengan seksama.

Melihat dari ujung rambut, luka-luka, sampai ujung kaki jenazah sang anak.
Merasakan kepedihan sang ibu yang memeluk anaknya.

Hatiku terganggu. Tapi gak berdaya.

Baca selengkapnya Palestina #1

ASPD Luma di PKBM

Tahun 2022 yang padat karena Ziyad Thoriq ujian ASPD (kelas 6 dan kelas 3 SMP) plus padat persiapan masuk pondok.

Tahun 2023 yang ternyata juga padat karena tahun ini, ujian diadakan justru untuk kelas 5, kelas 2 SMP dan kelas 2 SMA . Yang itu berarti harus dilalui: Luma, Thoriq dan Ziyad 😄.

Tahun ini, 3 anak yang ujian bolak-balik ke PKBM alhamdulillah. Ditambah, pas Ziyad juga ada gladi bersihnya.



Hari ini, Luma yang berangkat ANBK. Pengalaman pertama Luma ke PKBM yang lokasinya di Bantul, membawa kesan tersendiri karena masih melihat hamparan sawah.

Bagian paling seru; bertemu kuda sampai 5 kali 😊.

Waktu dikasih snack oleh seorang guru di PKBM, seperti biasa dia ingat adiknya,

“Ini boleh dibawa pulang ga? Soalnya adek juga suka.”

“Oh, boleh. Ambil satu lagi,”

#homeschooling #limaanakhomeschooling #homeschooling #lumacizkah

Buku Pertama: Menata Hati

Alhamdulillah alhamdulilah terwujud juga.

Selama lebih dari 20 tahun membuat catatan kehidupan (baik di blog atau di media lainnya), aku mencatat berbagai hal yang ada di kehidupan.

Isi catatan tersebut bisa dari sisi aku sebagai seorang perempuan, sebagai seorang istri, seorang ibu, atau berupa renungan agar aku bisa lebih kuat menggenggam “tali” yang sudah Allah sediakan untuk hamba-Nya.

Karena catatan tersebut sudah saling tumpang tindih, aku mencoba memilahnya yang insyaAllah akan menjadi buku-buku.

Buku pertama ini adalah kumpulan tulisanku yang berkaitan dengan cara memandang, yang sebenarnya memandang itu diolahnya di hati.

Ada teman-teman yang mengira bahwa buku yang akan aku buat berkaitan dengan homeschooling atau pendidikan anak. Akan tetapi, pendidikan anakpun sebenarnya dimulai dari cara pandang orang tua terhadap akhirat dan dunia.

Alhamdulillah Allah beri petunjuk untuk mendahulukan tulisan tentang ini sebelum tulisan-tulisan lainnya.

Semoga Allah mudahkan buku ini bisa membantu hati teman-teman untuk melihat dengan cara yang lebih baik.




Buku ini dicetak mandiri dan terbatas sesuai yang ingin memesan. Karena aku bukan penerbit dan punya keterbatasan untuk menstok dalam jumlah banyak.

Pemesanan lewat Tokopedia Lumalumi ya.
https://www.tokopedia.com/lumalumi

Atau di lumalumi.com

Jogja 21 September 2023

#menatahati #menatahaticizkah

Narasi #1

Suatu hari, ada seorang ibu A berusia ±40 yang baru keluar dari rumah hendak ke warung. Suaminya juga sedang berada di luar rumah, sudah siap di atas motor, menunggu anaknya yang berusia 16 yang akan berangkat kuliah.

Ibu A sempat merekam kejadian tersebut karena itu adalah momen pertama kali anaknya berangkat kuliah. Sebuah momen yang membahagiakan.

Seorang perempuan muda yang berusia ±25 melewati keluarga tersebut.

Ternyata Ibu A bertemu dengan perempuan muda di warung yang tidak berada jauh dari situ. Sang perempuan membuka percakapan.

“Wah, ternyata trend celana pensil dipakai mamas.”

Ibu A yang tidak mengenal sosok perempuan muda ini berusaha menjelaskan dengan ramah. Karena merasa pembicaraan itu mengarah ke celana yang dipakai anaknya, ibu A menjelaskan kalau itu bukan celana pensil. Tapi celana biasa, celana blackhawk yang umum dipakai orang.

Ibu A kira hanya cukup sampai di situ.

Ternyata perempuan muda melanjutkan percakapan tersebut,

“Oh…Karena kurang suka lihat celana ketat pada lelaki.. kasihan ke testisnya. Katanya ngaruh ke kesuburan.”

Mendengar itu, ibu A cukup terkejut namun berusaha bersikap tenang. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Setelah diam sejenak, ibu A menjawab singkat untuk menghentikan percakapan yang terasa kurang menyenangkan ini, “Oo semoga Allah mudahkan supaya kamu bisa mendapatkan yang kamu sukai.”

Sang perempuan ternyata masih menjawab sambil tertawa, “Saya sudah punya suami, Bu. Maaf.”

Saat pulang kembali ke rumah, ibu A berusaha merenung, melihat ke hpnya. Melihat kemungkinan celana tersebut menjadi celana pensil.”

Saat melihat rekaman yang ia buat saat suami dan anaknya akan berangkat, semakin terkejutlah dia, karena sebenarnya sepertinya yang dimaksud dengan “Mamas” adalah celana suami ya.

Astaghfirullah. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Padahal celana suaminya justru dari sebuah merk yang insyaAllah memperhatikan sunnah dalam berpakaian.

Semoga Allah memperbaiki adab dan akhlak perempuan tersebut. Semoga Allah memudahkannya menjaga pandangannya.

Ibu A berdoa semoga tidak dipertemukan lagi dengan perempuan muda tersebut.

Selesai narasi.

Batasan Celana Ketat

Sekitar tahun 2005-2007 sering terjadi ribut-ribut manhaj salah satunya karena masalah celana.
Abang mengingat salah satu yang pernah disampaikan ust Zaen, bahwa batasan celana ketat itu ketika dipakai posisi normal.
Adapun saat posisi rukuk, sujud (apalagi lagi mengendarai motor), bukan jadi ukuran.
Sarung yang super longgar aja, kalau lagi rukuk/sujud bisa jadi ketat :).
“Makanya Abang suka ngelarang Adek kalau di tempat umum posisinya yang jadi terlihat lekuk tubuhnya.”
Misal posisi mengambil barang di swalayan jangan rukuk, tapi jongkok aja.

cizkah

12 September 2023

Masih berkaitan dengan hal ini, Ketika Engkau Merasa Tidak Sopan

Pertama Kali Ujian ANBK

Dua hari ini cukup melelahkan, karena jadwal Ziyad ANBK.

Tanggal 23 Agustus (slide terakhir) aku sempat share lagi kalau Abang dan Ziyad lagi gladibersih untuk ANBK.

Ini sesuatu yang baru ya.
Seperti pernah aku bahas di tulisan PKBM, berbagai hal bisa terjadi dalam perjalanan homeschooling terkait birokrasi atau aturan dari pemerintah.

Tetap tenang dan ga usah khawatir insyaAllah.
Yang penting anaknya belajar.

Baca selengkapnya Pertama Kali Ujian ANBK

Khobar Lebih dari Satu dan Khobar Ma’rifah

Waktu aku posting tentang bab njelimet di bahasa Arab,

bab la nafiyah

ada yang mereply dan menanyakan sebuah pertanyaan menarik.

Alhamdulillah jadi diskusi dan bisa sama-sama dapat faidah.

  • Pertanyaannya terkait tentang khobar kedua apakah harus sama dengan khobar satu.
  • Pertanyaannya lainnya kapan khobar itu ma’rifah?

Aku jawab cepat – berdasar perkiraan – . Karena di otak aku fokusnya ke bahasan di kitab Ajurumiyah dan udah lama gak muroja’ah kitab lainnya yang pernah aku pelajarin jadinya malah fokus ke jenis khobar yang ada di penjelasan kitab Ajurumiyah (nanti dibahas di bawah insya Allah). Alternatifnya, di pikiran aku itu terlihat sebagai badal kul min kul tapi ternyata bukan hehe (dari dm-an yang masuk, ini banyak yang ngira ini na’at man’ut).

Akhirnya aku ngecek ngecek aplikasi Qur’an Android di i’rob Al-Qur’an sama search di internet. Hasilnya: i’robnya hanya menyebutkan خبران (dua khobar). Ya udah, kita cukupkan aja dengan penjelasan dari i’rob Al-Quran.

i'rob alquran surat mumtahanah ayat 10
Bisa dicek sendiri dari aplikasi Qur’an Android. Di bagian download, silakan download yang khsusu i’rob Al-Qur’an.
i'rob alquran surat mumtahanah ayat 10
yang ini dari website surahquran.com

Penjelasan Khobar Lebih dari Satu

Alhamdulillah tapi jadi buka-buka lagi pelajaran di kitab yang aku pernah pelajari dan kitab yang ada di rumah. Makanya ini dicatat lagi di sini ya.

Bahasan ini memang gak ada di kitab Ajurumiyah atau di syarahnya di kitab Tuhfatus Saniyah. Jadi, khobar bisa lebih dari satu. Ini ada penjelasannya detilnya.

Untuk yang aku cek di kitab di Mulakhos halaman 34. Sebenarnya mau bahas tentang mulakhos, tapi sepertinya di lain kesempatan lagi ya insya Allah.

Salah satu contohnya:
الرُّمانُ حلْوٌ حامِضٌ

Buah Delima itu manis asam.

mulakhos bab khobar lebih dari satu
Ini tulisan di buku tulisan lama banget pas baru belajar tahun 2005

Ada juga di Mutamimmah Ajurumiyah

Tapi kelihatan sebenarnya dari sumber-sumber kitab, bahasan ini memang bahasan lanjutan. Jadi, ya gpp kalau ternyata kita jadi sadar kita perlu terus belajar.

Baca selengkapnya Khobar Lebih dari Satu dan Khobar Ma’rifah

Pohon Bidara dan Haid

Punya pohon bidara sejak Corona kemarin. Tapi suka lupa kalau pas mau mandi haid.

Akhirnya setahun terakhir pas mulai ada matahari yang cukup panjang jadinya kering terus mati.

Mungkin ada yang ga nyadar, tiap tahun 2022 itu sepanjang tahun gelaaap, menduuung. Aku udah sampai di tahap ga semangat kerja pas di bagian teras gelap terus. Akhirnya alhamdulillah mutusin beli lampu meja, bener-bener emang wujud nyata dari “jangan cela kegelapan tapi nyalakan lampunya” hehe.

Tapi waktu itu, aku membutuhkan peyakinan dari Abang untuk “Gpp beli lampu yang aku suka untuk di meja kerja, karena itu lebih berharga daripada nilai harga lampu itu sendiri –yang menurut aku cukup mahal–.

Alhamdulillah nurut Abang dan happy.

Balik lagi ke masalah Bidara, tahun 2022 yang dominan mendung dan hujan dengan sesekali panas, bidara-nya masih bertahan hidup.

Baca selengkapnya Pohon Bidara dan Haid

Angka 1-100, Outlined Siap Print di Kertas Berwarna (Potong per Angka)

File ini dibuat saat hamil kembar dan diupload di lumalumi.com. Jadi, bahasa awal yang dipakai memang umum, bukan seperti tulisan di cizkah.com ^^. Aku salah hitung berarti pas share di story hari ini, ternyata 7 tahun yang lalu. Karena ingatnya saat hamil kembar, sedangkan kembar udah mau 7 tahun. Berarti mundur lagi setahun. Ternyata hamil dan lahirnya kembar terjadi di tahun yang sama tahun 2016.

angka 1-100 cizkah
Ini salah hitung, harusnya 7 tahun yang lalu

File ini dapat di print di kertas HVS berwarna.
Sengaja aku pisahkan antara bilangan ganjil dan genap untuk memudahkan orang tua yang ingin memprintnya di kertas berbeda warna seperti yang kami lakukan.

File ini berisi:

Angka genap 1-100.

ganjil-outline 1-100

Angka ganjil 1-100.

genap-outline 1-100

Setelah diprint, orangtua/anak dapat menggunting angka-angka ini. Agar lebih efektif, berikut tips yang kami lakukan saat memotong hasil print angka 1-100 ini. Sebenarnya angka ini tidak banyak, karena total hanya 4 halaman :). Jadi, tetap semangat dari awal ya!

Baca selengkapnya Angka 1-100, Outlined Siap Print di Kertas Berwarna (Potong per Angka)

Bukti Homeschooling di Social Media?

Homeschooling itu…

Bukan berarti nyariin activity buat anak, dokumentasi tiap aktivitas, kemudian seperti terjebak harus posting social media tiap hari untuk menunjukkan ke-homeschooling-an.

Atau kalau dibalik, ketika ada kelihatan yang melakukan itu, jangan insecure.

Activity yang terlihat di social media itu, bisa jadi mengambil porsi “sebentar”.

Kenyataannya, kita beraktivitas sama anak itu seharian.

main angka 1-100
angka 1-100 cizkah

Pernah suatu saat, ada yang dm di IG tanya, “Mba masih homeschooling?”

Pas aku lihat feed aku, emang ga kelihatan homeschooler banget ya hehehe. Ga ada foto-foto aktivitas atau apa gitu.

Baca selengkapnya Bukti Homeschooling di Social Media?

Juz 28

Haloo yang anak-anaknya udah sampai juz 28 :).

Selamat berjuang 🙂.

Nanti sampai Al-Hadid (surat terakhir juz 27), okee tambah harus konsentrasi ya pas nyimaknya.

Karena di Al-Hadid banyak lagi yang mirip sama surat di juz 28 terutama surat At-Taghobun.

Walaupun udah lewat sampai juz di atasnya lagi, pas setoran juz 28 biasanya kerasa tetap lebih butuh konsentrasi.

Ternyataaa, pas Ziyad di pondok (pas SMP), setiap juz itu kan di tes dulu (ujian kenaikan juz). Semua anak rata-rata ya sama, di juz 28 yang bikin “gemes”.

Sebenarnya, aku udah ngasih titik ingat-titik ingat. Tapi yang namanya titik ingat tetap butuh perhatian, pengulangan, konsentrasi, paham arti. Kalau ga konsen tetap bakal nyasar.

[di postingan instagram ini ada beberapa “testimoni” terkait juz 28)

Nah, sekarang lagi masa-nya Luma.
Untuk hafalan baru, Luma udah sampai Al-Waqi’ah.
Tapi setiap setoran Al-Hasyr bagian ini cukup super belibet.

Kemarin, pas setoran Al-Hasyr belibet banget di sini, dan udah aku bantu jelasin biar ga terlalu belibet. Akhirnya aku hentikan dan minta dia ulang-ulang sendiri 2 ayat ini.

Baca selengkapnya Juz 28