Menjelang sore, Selasa, tanggal 9 Januari 2024. Kholid nanya, “Mi, ramalan itu apa, Mi?”
Ini momennya pas mereka udah pada selesai hafalan. Kembar lagi nunggu Abang siap-siap sholat ashar. Merekanya udah siap dengan jubahnya. Posisi aku masih nyetrika.
Alhamdulilah Allah mudahkan, ga ketunda-tunda untuk bikin video ini.⠀
Supaya lebih jelas, aku kembali jelaskan apa yang sudah aku jelaskan di video.
Beli Al-Qur’an Baru Lagi?
Waktu aku share di story kalau aku lagi nyari Al-Qu’ran, ada yang tanya, pingin tahu, kayanya di rumah udah banyak Al-Qur’an. Kenapa beli lagi Al-Qur’an untuk anak-anak?
Jawabannya:
Di rumah ada Al-Qur’an yang itu sebenarnya udah pernah dipakai kakak-kakaknya. Seperti Al-Fatih, ada 3 di rumah dan pernah dipakai Ziyad dan Thoriq. Yang punya Luma pun udah dipakai dan akhirnya dipakai bareng-bareng bersama kembar. Tapi kondisi masing-masing Al-Qur’an itu udah pretel-pretel.
Jadi, sampai menunggu waktu dan Al-Qur’an yang tepat, kami gak beli Al-Qur’an khusus buat kembar.
Karena di rumah udah ada beberapa Al-Qur’an – selain Al-Fatih-; ada Al-Qur’an yang Ziyad dapat dari hadiah, Al-Qur’an Thoriq yang lama, Al-Qur’an terjemahan, kembar beralih dari Al-Fatih ke Al-Qur’anl-Al-Qur’an tersebut. Mereka ganti dari Al-Fatih ini atas kemauan mereka sendiri. Dari situlah aku juga sambil mempelajari, sebenarnya Al-Qur’an yang cocok buat mereka gimana. Apakah yang sudah ada di rumah ini bakal bisa cocok.
Karena masih banyak Al-Qur’an di rumah dan mereka lagi masa peralihan. Maksudnya peralihan, sejak mereka mulai pegang Al-Qur’an untuk proses menghafal, mereka masih butuh pakai Al-Quran yang besar tulisannya. Makanya mereka sempat pakai Al-Fatih. ⠀ ⠀ Karena Al-Fatih udah ada 3 dan secara isi masih bagus insya Allah, pakai aja yang ada kan :).⠀
Kenapa ga beli Al-Fatih aja buat mereka hafalan seterusnya?
Karena justru udah pengalaman pakai Al-Quran gede ukuran A4+ itu cukup memberatkan anak-anak dan lebih cepat rusak.⠀Karena mereka bawa kemana-mana, posisi menghafal juga macam-macam, gak selalu di letakkan di meja.
Beberapa Catatan Tentang Al-Qur’an Anak-Anak:
Bukan Jaminan
Al-Qur’an yang akhirnya kami pilih untuk anak-anak ini bukan berarti aku jamin awet.⠀ Sebenarnya –secara model cover– ini mirip dengan Al-Qur’an yang cover merah cream yang ada di video. Al-Qur’an ini terbitan Gunung Agung. Dulunya dipakai Thoriq dan sempat juga dipakai Kholid.
Alhamdulilah bisa dilihat di video, kondisinya masih lumayan. Waktu itu Thoriq ganti karena masuk pondok, ganti yang lebih kecil model kancing.⠀
Al-Qur’an yang Lama Gimana?
Ada yang kami mau jilid lagi insyaAllah.⠀ Tapi, buat cari yang bisa jilid lagi itu ga semua tempat penjilidan bisa. Aku baru tanya ke satu tempat yang dekat rumah. Mereka bilang ga bisa.Untuk ngejilid ini juga mesti cek ricek isinya.
Kalau yang udah parah banget kondisinya, dan gak memungkinkan untuk diperbaiki atau dihibahkan, maka cara yang aman agar lembaran ini gak dihinakan -semisal bercampur dengan sampah atau tergeletak di tanah-, maka sebaiknya dibakar. Tapi supaya menghindari fitnah di antara orang-orang yang belum paham, maka sebaiknya membakarnya bukan di tempat terbuka atau lalu lalang orang ya :).
Ada juga Al-Qur’an lama anak-anak yang itu sekedar lusuh aja karena dipakai mereka untuk proses menghafal. Abang bilang itu disimpan aja untuk kenangan proses mereka belajar insya Allah.
Untuk Akhirat
Pengeluaran untuk Al-Qur’an itu adalah pengeluaran yang sangat-sangat berharga untuk diupayakan. Aku pernah bahas ini di tulisan lainnya ya. Jadi ini sekedar pengingat aja :).
Belum bisa cerita full tentang kuliahan. Tapi pingin nyatet aja momen ujian tengah semester kali ini.
Semester ini, sebenarnya aku “cuma” ngulang 3 mata kuliah yang aku ngerasa belum dalem banget belajar di semester kemarin. Secara akademik, pas tanya-tanya tentang izin mengulang mata kuliah, sebenarnya dari pihak universitas ngedorongnya buat langsung lanjut ngambil Master — sekarang aku baru ngambil bridge to master.
Dianggap nilaiku udah cukup. Sampai email bolak-balik lama. Untuk satu mata kuliah aku sengaja gak ikut final exam jadi nilainya tentu aja gak lolos hehe. Alhamdulillah akhirnya diperbolehkan ngulang 3 mata kuliah yang aku merasa masih pingin mendalami lagi.
Gak usah bahas grammarnya ya hahaha, kalau pas baca gini baru ngeh banyak salah-salahnya.
Tiga mata kuliah yang aku ulang ini, yang dua itu secara materi memang SUPER PADAT dan tipe dosennya yang kalau pas ngasih materi padat tanpa terjemahan dan full mufrodat. Yang satu Linguistic satunya lagi tentang Adab khususnya Andalusian, Oothamani dan Modern Literature.
Sedangkan mata kuliah satunya lagi, sebenarnya materinya gak padat tapi butuh pemahaman yang dalam buat nahwu shorof dan tentu saja dari sisi balaghoh karena mata kuliahnya ya Balaghoh atau diterjemahkan Rhetoric :).
Mari kita ingat lagi bagaimana Fir’aun membunuhi anak bayi yang baru lahir supaya kekuasaannya tetap bertahan.
Ternyata bayi yang diincar dan ditakuti Fir’aun —yaitu nabi Musa ‘alaihissalam— malah dia sendiri yang merawat melalui wasilah istrinya yang shalihah.
Manusia itu akal dan logikanya terbatas. Maka perbanyak doa agar Allah memberi pertolongan kepada rakyat Palestina.
Doa bukan senjata terakhir. Bahkan doa adalah senjata dari awal dan yang seterusnya dipanjatkan.
Mari perkuat iman dan takwa. Perbanyak ilmu, agar saat Dajjal keluar dimana Yahudi yang jadi pasukannya; anak keturunan kita termasuk yang kuat imannya.
Punya pohon bidara sejak Corona kemarin. Tapi suka lupa kalau pas mau mandi haid.
Akhirnya setahun terakhir pas mulai ada matahari yang cukup panjang jadinya kering terus mati.
Mungkin ada yang ga nyadar, tiap tahun 2022 itu sepanjang tahun gelaaap, menduuung. Aku udah sampai di tahap ga semangat kerja pas di bagian teras gelap terus. Akhirnya alhamdulillah mutusin beli lampu meja, bener-bener emang wujud nyata dari “jangan cela kegelapan tapi nyalakan lampunya” hehe.
Tapi waktu itu, aku membutuhkan peyakinan dari Abang untuk “Gpp beli lampu yang aku suka untuk di meja kerja, karena itu lebih berharga daripada nilai harga lampu itu sendiri –yang menurut aku cukup mahal–.
Alhamdulillah nurut Abang dan happy.
Balik lagi ke masalah Bidara, tahun 2022 yang dominan mendung dan hujan dengan sesekali panas, bidara-nya masih bertahan hidup.
Nanti sampai Al-Hadid (surat terakhir juz 27), okee tambah harus konsentrasi ya pas nyimaknya.
Karena di Al-Hadid banyak lagi yang mirip sama surat di juz 28 terutama surat At-Taghobun.
Walaupun udah lewat sampai juz di atasnya lagi, pas setoran juz 28 biasanya kerasa tetap lebih butuh konsentrasi.
Ternyataaa, pas Ziyad di pondok (pas SMP), setiap juz itu kan di tes dulu (ujian kenaikan juz). Semua anak rata-rata ya sama, di juz 28 yang bikin “gemes”.
Sebenarnya, aku udah ngasih titik ingat-titik ingat. Tapi yang namanya titik ingat tetap butuh perhatian, pengulangan, konsentrasi, paham arti. Kalau ga konsen tetap bakal nyasar.
[di postingan instagram ini ada beberapa “testimoni” terkait juz 28)
Nah, sekarang lagi masa-nya Luma. Untuk hafalan baru, Luma udah sampai Al-Waqi’ah. Tapi setiap setoran Al-Hasyr bagian ini cukup super belibet.
Kemarin, pas setoran Al-Hasyr belibet banget di sini, dan udah aku bantu jelasin biar ga terlalu belibet. Akhirnya aku hentikan dan minta dia ulang-ulang sendiri 2 ayat ini.
Kalau melihat judulnya, semua orang udah bakal tau bahwa ini adalah hal yang kurang bagus.
Kalau dibalik dan dikaitkan dengan akhlak baik adalah:
Ikut bahagia dengan kemudahan atau kenikmatan yang orang lain dapatkan.
Kalau bisa ada yang bisa dibantu dari kesulitan orang lain, maka dibantu.
Kalau gak bisa bantu langsung, bantu dengan mendoakan. Ini mesti dibiasakan, bahkan ke orang yang gak kita kenal. Mendengar kesulitan yang sesama muslim lainnya miliki, kita segera mendoakan mereka dan kemudian berlindung agar gak ditimpa musibah yang sama.
Kenyataannya, praktek akhlak itu GAK SEMUDAH ketika membaca pesan-pesan untuk berakhlak baik seperti di atas.
Kejadiannya, akhirnya malah seperti di judul: PROTES dan gak seneng atas kemudahan orang lain :).
Contohnya yang paling gampang dalam masalah harta. Ada orang lain bisa dengan mudah bangun rumah, punya mobil. Mulai timbul rasa gak seneng. Iya, ini sebenarnya bibit-bibit iri atau bahkan memang iri itu sendiri. Kalau sudah berwujud, iri itu seperti protes; protes karena orang itu bisa punya ini itu, kenapa dirinya gak punya.
Selain protes atas harta yang dilimpahkan ke orang lain, ada juga bentuk protes lainnya.
Yang pernah aku ketahui di kehidupan nyataku, itu cukup mengejutkan. Bahkan untuk hal yang itu gak menyangkut harta atau keberhasilan yang gimana-gimana.
Kita perlu tahu tentang SYIRIK agar kita dapat terhindar dari dosa yang Allah tidak akan mengampuni kecuali orang tersebut bertaubat.
Kita juga perlu tahu tentang FUTUR, supaya kita tahu, setan akan berusaha dengan cara yang sangat lembut menjauhkan kita dari jalan kebenaran yang kita tempuh.
Perlahan-lahan…tanpa disadari.
Dengan tahu, insyaAllah kita akan SANGAT berhati-hati dengan segala hal, kegiatan, ucapan, pertemanan yang bisa jadi menggelincirkan.
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا
Ya Allah, janganlah Engkau beri musibah pada agama kami.
وَ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمّنَا
Jangan pula Engkau jadikan dunia obsesi terbesar kami.
“Mi, Ummi ko gak kaya keluarga lain, Mi. Nonton tv sambil santai-santai?”
Aku sama Abang langsung ketawa.
Aku lagi “belepotan” bawa laptop, buku, tablet, lampu duduk, ke area ruang tengah dimana kasur buat tidur anak-anak dan aku berada. Aku lagi mau ngerjain sesuatu dekat kembar. Maksudnya biar mereka tetap ngerasa dikelonin, hehe.