Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

helikopter toys
Hadiah menghafal surat Asy-Syams. Harga cuma Rp 6.500.

Alhamdulillah pas menghafal surat As-Syams, Ziyad gak terlalu mengalami kesulitan. Padahal kalau dirunut-runut ada beberapa juga yang mirip kayanya. Pokoknya tahu-tahu udah beliin dia mainan ini.

Ceritanya mraktekin tips dari mba Desti di Riyadh. Anak beliau saat ini sudah hafal 16 juz di usia 9 tahun.

Baca selengkapnya Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

البيِّنة
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

رَسُولٌ مِّنَ اللَّـهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿البينة:٨

 

Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq. 

Baca selengkapnya Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

Baby Wrap Sendiri

Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Baby Wrap Sendiri
Ini foto bulan April 2011. Usia Thoriq kurang lebih 4 bulan. Lagi agak hangat badannya. Udah aku bilang kan kalo Thoriq sakit rewel. Bentuk kerewelannya pas masih bayi gini adalah maunya digendong aja kalo pas gak enak badan ^^

Baca selengkapnya Baby Wrap Sendiri

Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;

“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”

“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk  memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.

Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”

“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.

Baca selengkapnya Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Belajar Menulis Latin

Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.

Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.

Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya).  Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.

Baca selengkapnya Belajar Menulis Latin

Pendidikan Tauhid untuk Bayi

Masih ingat cerita “Nyetain Awwal” nya Ziyad hihi…

Kali ini giliran Thoriq. Alhamdulillah dia melafalkannya lebih mendekatai keb
naran :D. Masih pengenalan tauhid rububiyah Allah…

Sebenarnya ada video yang lebih terang dan jelas. Tapi masih di hp abang dan perlu sedikit pengeditan karena ada penampakan aurot.

Usia Thoriq secara kalender syamsiyah sudah mendekatai 24 bulan (2 tahun) dalam beberapa hari in sya Allah.

Teman Baik In sya Allah

Seperti pernah aku ceritakan, teman laki-laki Ziyad di lingkungan sini sedikit. Itupun usianya sudah lebih tua dari Ziyad. Beda usianya antara 2-3 tahun. Kami pindah ke kontrakan ini ketika Ziyad berumur 2 tahun 9 bulanan. Dan anak-anak sepermainan itu sudah masuk TK, bahkan ada yang sudah kelas 1 SD.

Hasilnya, saat mereka bermain bersama, pembicaraannya kurang nyambung. Dan sepertinya mereka malas berbicara dengan anak kecil yang belum “setaraf” dengan mereka.

Baca selengkapnya Teman Baik In sya Allah

Bullying & Unschooling

I don’t know where to start….
Perasaan berdebar dan gelisah berlangsung sejak kemarin. Menimpa kami berdua. Aku dan abang.

Beberapa hari yang lalu, aku membaca artikel tentang bullying di group Sunni Homeschooling. Artikel yang cukup panjang. Namun aku membacanya secara keseluruhan. Bukan tanpa alasan. Karena aku ibu dari Ziyad. Aku mengenal karakternya. Ziyad adalah tipe anak yang tidak suka main dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Permainan yang sebenarnya tidak umum namun memang seringkali terjadi pada anak-anak. Kalaupun terjadi, Ziyad kemungkinan besar menjadi anak yang terkena bullying. Setelah membaca artikel itu, aku langsung mengirimkan lewat email ke abang.

Gak disangka, kalau itu memang benar-benar terjadi pada Ziyad. Sudah lama! 🙁

Baca selengkapnya Bullying & Unschooling

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Melow Penyapihan

Judulnya asal banget kan. Tapi sudah menggambarkan seluruh isi hatiku dan aktifitas yang menyebabkannya hehe.

Thoriq lahir 30 Muharram. InsyaAllah sebulanan lagi umur 2 tahun. Dulu Ziyad mulai proses perlahan penyapihan mulai usia 20 bulan. Sedangkan Thoriq, baru mulai awal bulan ini. Banyak hal yang beda saat proses penyapihan ini. Entah itu memudahkan atau sebenarnya sama saja.

Kalau dulu Ziyad ngejalanin proses penyapihan  ya ditega-tegain, tapi cuma tahu tujuannya untuk berhenti nenen. Dan gak ngebayangin gimana perasaan setelah proses menyapih itu berhasil. Dan ternyata,  hasil akhir dari proses penyapihan untuk sisi aku bukan kebahagiaan kaya orang dapat hadiah. Lebih tepatnya….melooowwww…

Baca selengkapnya Melow Penyapihan

Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Mau nulis perkembangan Thoriq kok gak jadi-jadi terus yah. Padahal rencana nulisnya pas dari kapan. Tahu-tahu dah mo umur 2 tahun insyaAllah. Ada juga yang sudah ditulis di kertas, tapi diniatin sekalian ini ah, sekalian itu ah. Malah gak jadi-jadi. Pelajaran pentingnya memang, JANGAN MENUNDA-NUNDA.

Karena mungkin udah terlalu jauh kalau menulis perkembangan dia beberapa bulan kemarin, mo nulis yang dekat-dekat ini aja deh.

Bicara

Sempat berusaha berlapang dada kalau Thoriq bakal lama juga proses bisa ngomongnya. Alhamdulillah Thoriq tapi mau belajar ngomong. Mau diajari ngomong. Kalau Ziyad dulu kan diajari ngomong langsung lari. Plus lagi, aku lebih cepat mengoleskan madu + garam ke lidahnya. Ini saran dari Ibnul Qoyyim. Kalau Ziyad dulu kan pas udah mo 2 tahun. Baru kebaca lagi tips ini dari buku Tuhfatul Maulud.

Alhamdulillah udah banyaak banget kosa-kata yang Thoriq bisa. Banyak juga yang masih belum jelas dan mungkin cuma aku yang ngerti hehe.  Misalnya kejadian beberapa waktu yang lalu. Thoriq lagi di dapur sama abang. Aku lagi di depan.

“Ici…” Maksudnya permisi. Seneng deh, anak umur segitu udah tahu permisi hihi. Abis permisi gitu (ceritanya dia mo ngambil susu di kulkas), trus dituangin kan susunya sama abang.

“Aci…” Maksudnya makasih. Kalo yang ini juga alhamdulillah Thoriq gak mesti dibilangin.

Dia juga udah jelas manggil Ummi. Kalo Abi masih sering manggil Mi juga. Tapi dia udah bisa juga manggil Abi.

Banyak hal (kemampuan) yang mungkin lebih cepat terserap karena sudah ada contohnya (dari Ziyad).

Baca selengkapnya Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Baca selengkapnya Romantis

Reminder…

Kemarin malam, terkejut dengan ucapan Ziyad sebelum tidur. Lampu sudah gelap. Acara ngobrol-ngobrol sudah usai. Tiba-tiba dia bilang,

“Mi…besok abis sholat doain ammah Fia ya.”

“Apa?”

“Besok abis Ummi sholat, doain ammah Fia ya.”

“Ooh…Iya sayang insyaAllah…masyaAllah barakallahu fik…”

Terus samar-samar dia melanjutkan, “Nanti dihidupin lagi, terus masuk surga…”

“Aamiiin.”

Terharu…

My Kid’s Name

Gak tau emang nama anak-anakku yang sulit secara pelafalan atau emang gimana. Atau karena mengandung huruf-huruf “berat” seperti Z dan Q? Apalagi untuk daerah Jawa, penggunaan kata Z seringkali diucapkan dengan “Y”. Jadinya, orang-orang suka salah menyebut nama Ziyad & Thoriq.

Ziyad:

Bisa berubah jadi Zihaad, Yihad, Jihad, atau ketuker jadi Zahid. Yang lebih “parah” lagi panggilan dari mbah tetangga kami di Bantul, “Ijat“. Haha…sampe ketawa ngakak-ngakak sama abang pas ngebahas ini.

Thoriq:

Gak terlalu sering sih. Tapi kemarin pas di toko Merah, mas yang jaga yang sepertinya suka anak kecil nanya gini ke Abang, “Namanya Shodiq ya mas?” Haha…sampe rumah kita ngakak-ngakak lagi. Ya ampuun. Jauh banget Shodiq sama Thoriq.

Tadi juga abang baru cerita ditanya sama mba Aminah yang biasa bantu bersih halaman masjid dekat rumah. “Thohirnya lagi tidur ya mas?”

Hahahaha….

Eh ada lagi deng, nama kun yah Abang. Nama bapak beliau Munzir. Sampai saat ini – di kalangan penuntut ilmu zaman belau dan ustadz-ustadz – beliau ma’ruf dengan nama Ibnu Munzir. Ini juga bermasalah. Ada yang manggil mas Munir. Hihi…lumayaan…cuma ilang satu huruf. Ada juga yang tahu tapi ngelafalinnya jadi, “Mas Munyir.” Hihihi…tambah ngikik…

“Om Nyembah Allah?”

Ziyad itu…super sanguinis masyaAllah. Ketemu orang, dikasih angin dikit udah langsung kaya saudara. Dipeluk-peluk, diajak ngobrol ngalor ngidul. Apalagi kalo orang dewasa. Kaya pas kemarin di distro baju di jalan Cendrawasih. Dikasih angin dikit, “Kelas berapa?” Langsung cengengesan, jumpalitan deh pokoknya. Sampe gak enak sendiri, takutnya orangnya basa-basi aja kan.

Karena Abang gak dapat yang diinginkan, akhirnya besoknya kita ke cabang distro itu di jalan Mataram. Udah agak malam. Pas kebetulan awal-awal cuma kita pengunjungnya. Tokonya kecil. Ternyata di sini, salah satu dari dua penjaganya juga ngasih angin yang sama ke Ziyad.

Baca selengkapnya “Om Nyembah Allah?”