Patah Hati

Akhir pekan kemarin, rasanya aku patah hati.

Udah sering kita dengar kalau salah satu cara hidup sehat itu, jaga pikiran dst. Kemarin, benar-benar rasanya langsung drop banget badan. 

Oh, ini bukan tentang aku dan Abang. Ini adalah tentang aku dan anak pertama yang aku sayangi. Ziyad. 

Seperti biasa, saat ada kejadian atau anak yang membuat aku sedih, Abang nyuruh mereka  minta maaf ke aku.

“Minta maaf ke Ummi. Cium tangan Ummi.”

Baca selengkapnya Patah Hati

Decision… #homeschooling

Alhamdulillah, sampai saat ini masih mantep insya Allah dengan homeschooling. Bahkan tahun ini, sebenarnya jadwalnya Thoriq masuk SD. Dan kita gak daftarin dia kemanapun juga. Alias dia juga homeschooling.

Tapi bukan keputusan itu yang mau aku ceritain di tulisan ini.

Baca selengkapnya Decision… #homeschooling

“Cerita Ya…”

Satu malam, Ziyad menghampiri aku yang sedang menyusui si kembar di kamar. Karena kamar sudah gelap, dia otomatis berbicara sambil berbisik-bisik ke aku. Tetap sambil cekikikan kesenangan dia bercerita.

Dia menceritakan tentang kejadian yang baru saja terjadi di meja makan saat makan bersama ammah H. Kelihatan senang sekali. Bercanda tentang kepedasan Bon Cabe level 30. Ternyata ammah H sangat kepedasan dan tidak tahan.

“Tadinya pegang tangan Ziyad. Terus saking kepedasannya akhirnya nepuk-nepuk Ziyad.”

Dia ceritakan itu sambil ketawa seneng banget.

Reaksiku?

Baca selengkapnya “Cerita Ya…”

Uang Saku, Menabung dan Insiden Tabungan Ziyad

Uang

Ziyad mulai aku bisa amanahi membeli sesuatu sejak usia 5 tahunan. Dikasih catatan, dititipin uangnya, nanti bisa balik lagi insya Allah. Amanahinnya juga masih kecil-kecil nilainya. Paling beli bumbu dapur, tomat atau sayur mayur lain yang kadang suka ketinggalan pas belanja. Beda sama Thoriq yang sekarang juga usia 5 tahun lebih, ternyata belum bisa diamanahi itu. Pernah beberapa kali aku minta tolong beli benda-benda (nilainya gak lebih dari 8ribu), tapi ternyata dia belum sadar sepenuhnya. Bingung udah bayar apa belum, apa itu kembalian, mana kembalianya dll hehe. Akhirnya gak boleh berangkat sendiri kecuali cuma beli yang buat dia sendiri senilai seribu rupiah.

Uang Saku/Jajan

Ziyad mulai mengenal uang jajan/uang saku tepatnya bulan Agustus 2014. Ko bisa inget banget? Soalnya waktu itu masa-masa aku dan abang berusaha gimana keluarnya gak semotor berlima karena motornya masih satu. Salah satunya adalah dengan menggunakan waktu main Ziyad pas kami keluar. Dia main, kami keluar.

Baca selengkapnya Uang Saku, Menabung dan Insiden Tabungan Ziyad

Judinya Anak-Anak

 

Sebenarnya, Ziyad (9th) udah pernah dijelasin tentang judi. Tapi memang jenis permainannya beda dengan yang terjadi kemarin. Judi yang aku jelasin lebih ke permainan tepok-tepokan, gundu. Semuanya itu gak pake uang. Tapi kalo main terus mereka nanti ada yang “ngambil” mainan temannya karena “menang”, maka itu judi. Wajar sih kalo Ziyad belum ngerti. Kadang, kita sendiri sebagai orang tua masih bertanya-tanya atau baru tahu kalau ternyata permainan yang ini atau yang itu haram.

Satu sore menjelang Ashar di bulan Ramadhan ini,  Ziyad ngasih tahu, “Mi, nanti minta 1000 ya. “H” mo ngadain kuis di rumahnya.”

“Kuis apa?”

Baca selengkapnya Judinya Anak-Anak

Penjumlahan Dasar (Gasing): Kuatkan Fondasi!

Sebelum Ziyad belajar lagi penjumlahan dasar, kami sudah sampai di materi satuan waktu.
Waw banget rasanya waktu itu. Gimana dia harus praktek perkalian dan pembagian dibolakbalik. Sementara, penjumlahan dan pengurangan dia masih pakai jari :D.

Alhamdulillah, Allah beri petunjuk untuk mulai lagi belajar dari dasar. Sama sekali ga ada ruginya.

Langkah 1
BELAJAR ANGKA 1-5
Kenalkan anak angka 1 dengan jari. Pakai jari ini karena ini yang paling mudah dilihat anak.
Satu satu..satu…biarkan dia melihat jari itu. Ganti ganti pakai jari apapun. Satu satu satu.
Kemudian melangkah angka 2.

Baca selengkapnya Penjumlahan Dasar (Gasing): Kuatkan Fondasi!

Cerita Matematika

Dari SD, aku suka matematika. Walaupun ada soal yang gak bisa aku kerjain, tapi aku tetap suka matematika. Waktu SMP, dapat kata-kata dari buku atau dari orang (lupa tepatnya), intinya usahakan jangan sampai membenci suatu pelajaran (atau gurunya). Karena itu bakal jadi penghalang pertama seorang paham sebuah pelajaran. Dan aku berusaha banget nerapin…tapi gak berhasil di pelajaran akuntansi dan tata busana.

Waktu SMA pun, pas masuk IPA dan ngadepin soal yang bagi aku rumitnya tambah minta ampun, tetap aja gak bikin aku benci matematika. Aku ngerasanya emang akunya aja yang belum paham. Dan hampir semua teman juga senasib ko. Kalo pas ujian, kadang rasanya cuma yakin jawab 10 soal yang benar. Sisanya tebak-tebakan :D.

Baca selengkapnya Cerita Matematika

Hope

Seperti aku bilang kemarin…Ziyad sudah sampai surat An-Najm alhamdulillah. Dan sudah mulai proses menghafal surat Ath-Thur.

Ini berarti Ziyad sudah hampir hafal 4 juz. Prosesnya masih terbilang lambat dengan track record dia menghafal yang sudah cukup lama hehe. Hafalan lainnya masih banyak PR untuk diperkuat.

Dari semua yang telah terjadi selama ini, sebenarnya, aku menyimpan sebuah harapan.

Ziyad, Allah bukakan hatinya, dan tergerak, kemudian bisa seperti Syarif dalam video Musafirul Ma’al Qur’an Syaikh Fahd Al Kandari di episode yang ini hehe.

Kalau belum nonton, tonton dulu deh sejenak. Nanti baru nyambung sama tulisan aku berikutnya.

Baca selengkapnya Hope

Perkembangan Ziyad 8 Tahun

Fisik:

Ziyad udah tambah tinggiii banget masya Allah. Kalo aku sama abang  lihat foto dia sebelum sunat, 2 tahun lalu, itu dia masih kelihatan banget anak kecilnya. Kalau sekarang udah jadi anak-anak gede di masa tamyiz awal.

Giginya udah 5 yang ganti gigi permanen.

Tamyiz:

Ketamyizan Ziyad belum sempurna. Kami baru sadar beberapa hari ini. Banyak hal-hal yang dia belum paham bahwa itu sebenarnya gak baik. Itu membahayakan. Kadang dia seperti merasa bisa bijak. Padahal tindakannya itu juga gak bijak heheh. Contohnya ketika kita nasehatin berteman itu biasa aja. Yang penting kita berbuat baik. Bahkan sama orang yang berbuat gak baik. Kalau lagi gak akur sama teman, itu biasa. Kita gak bisa mengharapkan kesempurnaan dari semua orang. Karena kita gak sempurna. Dst..

E..ternyata di masjid dia ngomong sama salah satu anak (padahal usia si anak ya 6 tahunan, belum tamyiz juga wkwkwk). Pokoknya kurang nyambung sama yang kita maksud.

Hafalan:

Hafalan Ziyad baru aja selesai surat An-Najm. Menurut aku, prosesnya masih lambaat hehe. Tapi alhamdulillah lanjut terus. Siput aja jalan 1 jam/5m kan? Tapi dia jalan terus heheh. Semoga Allah mudahkan, beri keistiqomahan, beri kecerdasan. Alhamdulillah banyak orang-orang sekitar yang bisa dijadiin pelajaran. Mungkin Musa bisa menghafal di usia 6 tahun. Tapi ada ust Abudrrohim yang baru selesai hafal Quran 30 juz ketika usia 13 tahun. Tapi setelah itu hafalannya mantap bukan main masya Allah plus dengan makhroj yang sudah sempurna.

Baca selengkapnya Perkembangan Ziyad 8 Tahun

Belajar Masak Secara Bertahap

Segala sesuatu, enaknya belajar secara bertahap. From the basic.
Pun dalam hal memasak.
Dan aku pun mengajarkan anak-anak secara bertahap. Gak langsung disuruh masak yang tingkat kesulitannya, untuk seorang wanita baru menikah juga mungkin masih error error :D.
Untuk Ziyad, waktu itu dimulai dengan hal sederhana banget.

Belajar menyalakan dan mematikan kompor.

Sederhana banget ya. Ini tapi berasa banget manfaatnya buat aku, dan buat mereka tentunya hehe. Ketika aku lagi sibuk nenenin Luma atau aktifitas rumah tangga lainnya, aku bisa minta tolong dia matiin kompor.

Biasanya matiin pas bunyi ceret tanda air udah mendidih. Iya, sampai sekarang aku masih minum pakai air rebusan :). Gak tergantung sama galonan alhamdulillah. Alhamdulillah dimudahkan dengan air yang mengalir jernih (bukan PAM).

Baca selengkapnya Belajar Masak Secara Bertahap

Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Aku kasih judul pake waktu “saat ini” karena proses hafalan Ziyad itu beda-beda dari waktu ke waktu. Dari caranya…dari waktunya.

Semuanya butuh proses. Proses mengenali kemampuan anak. Proses membiasakan anak. Proses mengenali waktu yang tepat (untuk anak dan akunya hehe). Mendapatkan cara yang tepat.

Menghafal kan butuh kesabaran. Kesabaran dari yang menghafal…sama yang mengajar. Jangan sampai nanti lagi sama-sama kondisi perut mulai perih, tapi masih hafalan. Aduh..isinya bisa derai air mata dan nada tinggi 😀 (based on my own experience hehe).

Baca selengkapnya Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Hatinya Pecah Karena Sayang…. #SuratZiyad

Sebelum melanjutkan ke pelajaran tahsin…mumpung masih fresh dan lagi baru kepikiran…Aku posting dulu ya surat dari Ziyad yang dia bikin tadi malam. Ziyad suka banget bikin surat-surat atau tulisan kaya gini. Baru kepikiran, kenapa gak dicatat di blog ya? 😀 Biasanya aku simpan…tapi ada juga yang ketelingsut-ketelingsut…

Isi surat kali ini:

Umi, Ziyad sayang banget sama umi. Ziyad jadi bangga sama umi dan Ziyad sayangnya berlipat-lipat sama Umi, Ziyad jadinya hatinya pecah karena sayang. Karena ada Luma Ziyad selalu jagain dan patuh. dan aku adalah anak yang patuh iny sya Allah.

surat ziyad

Hehe… Penggunaan titik komanya memang masih belum sepenuhnya tepat. Itu maksudnya dia sayaangg banget sampai pecah rasanya hatinya :D.

Terus masuk deh pelajaran dari aku. Pengungkapannya mungkin bisa dengan, “Rasa sayang Ziyad tuh membuncaahh…membuncah tuh artinya sampe kaya tumpah-tumpah. Kalau pecah kan nanti hancur dong hatinya…”

 

Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Pertengahan bulan Oktober yang lalu, aku dapat kabar dari Avie kalau ada lomba hafalan Qur’an juz 29-30 . Acaranya hari Sabtu tanggal 1 November. Masya Allah. Seneeng banget pas dengar kabar itu. Alhamdulillah Ziyad juga pas selesai hafalan juz 29-nya.

Di rumah kan memang alhamdulillah lumayan sering nonton tentang lomba-lomba Al-Qur’an atau tes Al-Qur’an ke anak-anak ataupun orang dewasa. Pingin banget Ziyad merasakan itu hehe. Pingin dia merasakan lebih nyata bahwa ada teman-teman di luar sana yang juga menghafal Al-Qur’an. Pas dengar ada lombanya itu, bayangan kita juga nanti perlombaannya gak jauh-jauh beda. Di tes ayat, disuruh terusin. Ditesnya terbuka.

lomba hifdzul quranPendaftarannya di UMY. Mesti kasih foto. Kita foto pake kamera HP hehe. Aku edit di Photoshop. Beli kertas foto di toko merah. Print, potong-potong sendiri :D. Sekitar 10 hari sebelum lomba, Ziyad (atau lebih tepatnya hampir sekeluarga) kena flu lumayan berat. Sama abang gak boleh main-main pas sore. Pokoknya sayang-sayaaang banget kalau misalnya sampai gak jadi. Jarang-jarang ada lomba kaya gini lagi (yang pas kami tahu :D).

Gak ada persiapan khusus berkenaan lomba ini. Karena tujuannya memang bukan untuk menang. Lagipula ini (hafalan Qur’an) bukan sesuatu yang bisa dibikin sistem kebut semalam terus langsung bisa kuat hafalannya ;D. Hafalan juz 29 Ziyad juga masih “kemana-mana”. Apalagi surat Jin sama surat Nuh. Aku muroja’ah seperti biasa aja berusaha muter seminggu terakhir itu hafalan juz 29-30-nya.

Pas technical meeting yang dihadiri abang, dibilang mesti kumpul jam 7. Dikasih tahu susunan acaranya. Intinya selesainya ba’da Ashar. Wawww…kebayang deh bawa rombongan, ada bayinya, mesti diluar dari pagi sampe sore gitu. Mesti bawa bekal banyak-banyak. Abang sampe bercanda, “Bawa bantal dek. ” 😀

Baca selengkapnya Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Playdate Homeschooler Muslim Jogja

play clay taman pintar

Alhamdulillah…bahagiaa banget bisa ikutan playdate kali ini. Terwujud playdate kali ini juga scene-per-scene takdir Allah yang tentu saja sangat menakjubkan. Dimulai dari seperti biasa chat ringan di whatsapp dengan Icha tentang homeschooling. Terus dibentuknya group HS di whatsapp. Tadinya mau lintas daerah (dengan luar jogja). Cuma ko kayanya bakal lebih banyak jadi tempat komunikasi ke teman-teman di Jogja. Akhirnya sementara isinya yang di Jogja aja. Terus seperti biasa, ide kegiatan playdate muncul dari Icha atau Noli. Ternyata HS Al-Ishlah ( Avie dkk) memang ada rencana ke Taman Pintar. Waktu pada janjian, aku masih ragu bisa ikut apa engga.

Pertama, karena hari kerja, hari Jumat (hari kerja untukku, kalo abang mah tiap hari kerjanya).
Kedua, musykilah transportasi gimana bisa ke sananya (insya Allah ada postingan lain nih tentang ini).

Setelah bujukan rayuan ala istri  selama beberapa hari :D, sampai pagi hari-H (Jumat, 29 Agustus 2014), so kewl nanya ke abang,

“Jadi gimana nih kita? (Ikut apa ngga gitu?).

Baca selengkapnya Playdate Homeschooler Muslim Jogja

Gak Pa Pa

Wahai anakku…

Di dunia ini, sikap mengejek, merendahkan (untuk ortu bisa dibaca: bullying) itu bisa terjadi di mana saja, dari siapa saja.

Itu bisa terjadi padamu, pada ummi, abi.
Pada semuanya.

Ketika itu terjadi, ingat selalu pesan ummi.

Katakan pada dirinya yang melukai hatimu.
Katakan pada dirimu sendiri.

“Gak Pa Pa.”

***

Suatu kali, akhirnya ketahuan kenapa Ziyad gak mau pakai beberapa bajunya lagi. Dari yang aku lihat, yang dia gak mau itu baju yang model-model piyama.

Baca selengkapnya Gak Pa Pa

Kabar Homeschooling Ziyad

Lama tak jumpa.^^
Bagaimana kehidupan kalian. Kehidupanku sama seperti kemarin. Hanya semakin crowded :D. Homeschooling, pekerjaan rumah tangga, ngurus 1 balita dan 1 bayi, kerjaan desain web, jualan dll dll dll.

Homeschooling? Jadinya masih homeschooling (HS)?
Alhamdulillah, sampai saat ini jawabannya “Yap. Semoga Allah mudahkan kami dalam perjalannya.”

Kenapa tetap homeschooling?
Baca selengkapnya Kabar Homeschooling Ziyad