Bahagia Bisa Membaca

Ini adalah Lanjutan postingan 2,5 Tahun ber-Homeschooling…

Kemarin diskusi dengan seorang ibu. Tentang kemampuan baca, tulis, hitung seorang anak. Kebetulan si ibu ini baru mulai menerapkan homeschooling di rumahnya.  Timbul pertanyaan,  “Apakah baca tulis hitung ini menjadi tolak ukur keberhasilan belajar seorang anak?

Jawabannya: enggaaaa…in sya Allah.

Jangan khawatir ya ibu-ibu yang anaknya masih dalam tahap belajar membaca atau menulis. Apalagi yang masih umur di bawah 7 tahun hehe.

Aku sendiri pernah terperangkap dengan perasaan ini. Waktu itu Ziyad baru tahap-tahap awal baca latin. Rasanya pas dengar anak lain seumuran dia udah bisa baca tuh jadi gimanaaaa gitu. Terus bawaannya jadi senewen, trus berasa banget jadinya ngajar Ziyad juga jadi senewen. Ah kasihan.

Baca selengkapnya Bahagia Bisa Membaca

2,5 Tahun ber-Homeschooling

Cuma ingin menuliskan yang dari kemarin berpendar-pendar di kepala. Alhamdulillah, rasanya bahagiaaaa banget bisa menjalankan homeschooling bersama anak-anak. Udah 2,5tahunan ya proses belajar ber-homeschooling ria ini (6 bulanan waktu Ziyad nyicipin sekolah proses belajar di rumah alhamdulillah tetap berjalan terus). Dua setengah tahun itu berarti emang seumuran sama Thoriq, karena mulainya justru pas Thoriq baru lahir hehe. Alhamdulillah…

Apa yang aku baca di artikel ini juga emang berasa banget masya Allah. Terutama bagian yang ini nih,

Perkenalan dengan unschooling juga mengajariku bahwa yang terpenting di usia dini justru menumbuhkan rasa nyaman dan betah tinggal dirumah (dengan tidak keluar rumah terlalu dini) dan memberi kesempatan lebih panjang untuk saling mengenal (get connected) dengan anggota keluarga sendiri. Saya mempercayai pendapat yang bilang, setelah itu, kebutuhan ke luar rumah akan tumbuh secara alami dan dengan sendirinya, datang dari anak itu sendiri, dimana kapan kebutuhan tersebut muncul, akan bervariasi tiap anak.

Banyak banget sisi positif in sya Allah. Dan gak semuanya bisa tertuang di tulisan.

Ziyad alhamdulillah in sya Allah mulai terbiasa dengan saat-saat untuk formal education. Formal education yang paling utama bagi aku adalah hafalan. Hehe. Ini berlaku sejak awal. Aku juga bisa ngerasain tahapan dia belajar dari tadinya susah diajak duduk sampai seperti sekarang.

Dulu proses hafalan nyambi-nyambi. Sambil aku jemur baju sambil ziyad main-main, sambil aku masak, sambil ini sambil itu. Sekarang udah gak bisa lagi kaya gitu. Karena surat yang dihafal sudah panjang-panjang dan banyak yang mirip-mirip. Alhamdulillahnya, pas saat-saat seperti ini Ziyad udah bisa diajak duduk bersama (ya walau tetap keselip-selip dia lompat-lompat di kasur atau mesti diingatkan supaya gak sambil pegang mainan hehe) plus udah bisa baca Quran alhamdulilah. Dan karena hafalan surat baru ditambah muroja;ah hafalan sebelumnya. Biasanya prosesnya maksimal bisa sampai 1 jam.

Baca selengkapnya 2,5 Tahun ber-Homeschooling

Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Video Thoriq Baca Hijaiyah

Ini agak kurang rajin kemarin-kemarin ngasih lihat flashcardnya. Alhamdulillah akhir-akhir ini bisa mulai rajin tiap hari. Kelemahannya mungkin karena lafal yang keluar belum sesuai walaupun mungkin maksudnya ya udah bener :D. Misalnya huruf Ka dia bilangnya Ca…Sya juga keluarnya Ca :D.

Baca selengkapnya Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Mau Hidup Terus

Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sosok yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga, Telon namanya. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami. Waktu itu sepertinya Telon mati karena terkena racun.  Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.

Waktu kejadian, Telon terkencing-kencing beberapa kali di teras rumah, sebelum akhirnya tergeletak mati. Kejadiannya pun di depan Ziyad saat dia bermain bersama mas Ukkasyah.

Aku minta Abang pulang waktu itu.  Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.

Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.

***

Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.

“Dikubur, Mi?” tanyanya waktu itu.

Baca selengkapnya Mau Hidup Terus

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

DIY: Mainan Jahit

Tidak semua mainan edukatif itu perlu dibeli. Kadang kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Proyek membuat mainan ini pun muncul tiba-tiba ketika melihat sisa karton tebal yang ada. Jika tidak ada karton tebal semacam ini, Anda juga bisa menggunakan kardus bekas in sya Allah.

craft sewing toys

Baca selengkapnya DIY: Mainan Jahit

DIY: Mainan Jahit

Tidak semua mainan edukatif itu perlu dibeli. Kadang kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Proyek membuat mainan ini pun muncul tiba-tiba ketika melihat sisa karton tebal yang ada. Jika tidak ada karton tebal semacam ini, Anda juga bisa menggunakan kardus bekas in sya Allah.

Baca selengkapnya DIY: Mainan Jahit

Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Alhamdulillah…Ziyad mulai belajar secara teratur menghafal Al-Quran sejak umur 3 tahun 3 bulan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Dia baru mulai belajar/mau bicara umur 2 tahun 3 bulanan. Itupun setelah itu masih berat dalam pelafalan. Jadi konsen aja ngajarin dia ngomong waktu itu. Cerita lengkap ada di sini.

Beda anak, beda kemampuan, beda karakter, beda gaya belajar, beda lagi penerapan menghafal Quran. Alhamdulillah Thoriq bisa ngomong pas udah mau umur 2 tahunan. Mau sendiri. Diajarin kata per kata juga mau ngikutin. Jadinya alhamdulillah untuk perkembangan bicaranya juga cepat.

Kalau yang ngikutin perkembangannya Thoriq di blog ini, aku pernah cerita dia tipe suka nyenandung-nyenandung gitu kan. Kayanya lebih ke audio. Plus lagi dia sering denger Ziyad mengulang hafalan atau ditalqin hafalan Quran.

Baca selengkapnya Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

helikopter toys
Hadiah menghafal surat Asy-Syams. Harga cuma Rp 6.500.

Alhamdulillah pas menghafal surat As-Syams, Ziyad gak terlalu mengalami kesulitan. Padahal kalau dirunut-runut ada beberapa juga yang mirip kayanya. Pokoknya tahu-tahu udah beliin dia mainan ini.

Ceritanya mraktekin tips dari mba Desti di Riyadh. Anak beliau saat ini sudah hafal 16 juz di usia 9 tahun.

Baca selengkapnya Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

Latihan Motorik Halus dengan Label (Stiker)

Ini adalah salah satu sebab aku suka label. Tau label kan? Bentuknya macam-macam. Biasanya buat nempel2 harga atau semacam itu.

Ini video kapan ya lupa. Inspirasinya dari film Baby pas bagian anak Jepang. Berarti ini sebenarnya bisa dilatih dari umur 1 tahunan.

Kalo mau pakai stiker juga boleh. Kalo label ini kan murah ya. Harga 2000 an bisa isi berapa lembar. Bentuknya macam-macam. Yang ditempel di video ini yang bentuknya lingkaran :). Cocok buat nempel-nempel benda yang ada gambar wajahnya yang beredar di rumah.

12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut kami tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.


Baca selengkapnya 12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

البيِّنة
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

رَسُولٌ مِّنَ اللَّـهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿البينة:٨

 

Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq. 

Baca selengkapnya Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

Baby Wrap Sendiri

Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Baby Wrap Sendiri
Ini foto bulan April 2011. Usia Thoriq kurang lebih 4 bulan. Lagi agak hangat badannya. Udah aku bilang kan kalo Thoriq sakit rewel. Bentuk kerewelannya pas masih bayi gini adalah maunya digendong aja kalo pas gak enak badan ^^

Baca selengkapnya Baby Wrap Sendiri

Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;

“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”

“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk  memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.

Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”

“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.

Baca selengkapnya Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Belajar Menulis Latin

Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.

Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.

Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya).  Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.

Baca selengkapnya Belajar Menulis Latin