Libur Sebulan?

Walau dibilang libur sebulan…alhamdulillah dalam pelaksanaannya gak beneran libur sebulan hihi.

Cuma pelaksanaan proses belajarnya lebih dibawa santai. Anak-anak aku beri kelonggaran ke beberapa hal. And it’s good. Good for me…good for them insya Allah.

Aku sendiri, mengerjakan beberapa hal yang aku sukai. Yang kemarin-kemarin aku merasa mesti pinggirkan. Aku merasa waktunya terlalu terbatas untuk aku pakai untuk selain hal-hal pokok semacam urusan rumah tangga, homeschooling dan kerjaan.

Ternyata…terbalik.

Baca selengkapnya Libur Sebulan?

1 ber 5

Kalau makanan…dulu pas baru nikah, masih berdua aja (ya iya la :D). Beli cumi-cumi sepiring kecil dimakan berdua. Beli bakso, semangkok berdua. Sampai Ziyad lahir dan agak besar pun masih satu porsi. Beli tengkleng, bisa makan bertiga.

Ziyad makin besar, mulai deh beli dua mangkok bakso. Biasanya kemudian minta mangkok kosong. Jatah kami berdua kemudian dikurangi untuk Ziyad. Dan lagi saat-saat gitu, mulai lahir Thoriq.  Teruus seperti itu. Sampai akhirnya sekarang kalo beli bakso 4 mangkok. Karena sudah pengalaman dengan 2 anak sebelumnya, aku biasa bawa tempat sendiri untuk dijadikan mangkok ke-5. Untuk Luma :).

Dari semua kisah berbagi itu, masih ada yang belum berubah dari Ziyad lahir sampai sekarang.

Baca selengkapnya 1 ber 5

Kopi Kopian…

keiko-kopi2Setahunan yang lalu, abang “accidentally” mulai mendalami yang namanya kopi. Ceritanya abang lagi belajar tentang segala hal kamera, video, editing dan lain-lain. Dan kebetulan sample yang sedang dipelajari adalah salah satu video tentang kopi. Dan video tentang kopi itu banyaak yang bagus-bagus hehe.

Dan selayaknya pasangan lainnya yang saling mempengaruhi, segala hal tentang kopi mulai juga “diperkenalkan” ke aku. Aku yang notabene memang sebenarnya lumayan suka kopi dari dulu alhamdulillah bisa jadi “partner” abang juga untuk urusan ini hihi. Partner dalam arti aku bisa ikut menikmati apa yang beliau nikmati. Bukan cuma jadi penonton.

Jadi malu pernah nulis-nulis tentang kopi kemarin-kemarin wkwkwk. Ternyata yang kemarin aku minum itu namanya kopi instant – maksudnya dilihat dari segi kesehatan..instant…which is berarti memang biasanya kurang sehat hehe. Ternyata kopi kalo beneran kopi original  insya Allah malah bagus untuk kesehatan. Catatannya: gak pake gula!

Dan ternyata, dari awal mulai minum kopi kaya gini, aku malah suka banget kalo gak pake gula. Dan aku ngerasanya kopinya tetap ada rasa manisnya kok. Makanya kalo ada yang langsung meringiskan muka ketika dengar kopi gak pake gula – maksudnya udah bayangin pahit -, I just wanna say “You have to try it first!”. Alhamdulillah, Keluhan-keluhan yang dulu ada mulai dari deg-degan atau maag, juga malah gak muncul. Memang catatan ketika minum kopi adalah jadi gampang lapar berat. Jadi disarankan sebaiknya diisi perutnya. Ah, berikut beberapa hal pendahuluan buat yang masih blank tentang kopi.

Baca selengkapnya Kopi Kopian…

Haruskah…?

Betapa keikhlasan sulit didapatkan…
Betapa kedudukan begitu menyilaukan…

Haruskah menyebut-nyebut sebuah tetes keringat yang dapat menghilangkan keikhlasan?
Haruskah melihat kedudukan untuk menerima kebenaran?
Haruskah merasakan kekayaan untuk menghilangkan iri hati?
Haruskah merasakan kemiskinan untuk menumbuhkan empati?

by cizkah

13 November 2013 (6 years ago :D)

* Lagi lihat dashboard ada postingan yang diprivate. Termasuk yang ini. Hmm…lupa kenapa masuk private-an. Publish aja ah…

* Edisi puitis dan merenung

Tips Ketika Prahara Rumah Tangga Melanda

Diam kata orang adalah emas. Belum lagi ada hadits yang menyatakan bahwa berkata baik atau diam. Atau bisa dibilang, kalau mau bicara yang jelek-jelek -apalagi tentang suami- lebih baik ga usah aja, diam saja.

Namun, yang terjadi biasanya saat prahara rumah tangga, kecenderungan seorang wanita adalah ingin berbicara. Ingin membela diri. Ditambah lagi…ketika tak sampai rasa hati kepada suami, akhirnya untuk mendukung perasaan bahwa dia adalah yang paling benar, ingin saja ditumpahkannya cerita segala “salah”nya suami dan betapa “benar”nya dia sebagai istri kepada orang lain – baik itu teman ataupun orangtuanya sendiri-.

Ada dua tips untuk ibu-ibu salihah agar prahara tersebut tak makin membesar, yaitu diam dan tak diam. Prahara rumah tangga memang bertingkat-tingkat. Namun seringkali, yang kecil-kecil bisa menjadi besar dan memalukan karena perkara diam dan tak diam ini. Merugi rasanya jika sebenarnya perkara itu karena sekadar lantaran sang suami yang letih atau istri yang sedang dalam masa PMS (pre menstrual syndrom). Tapi kemudian masalah – kecil yang menjadi besar itu – diketahui segelintir sahabat yang kemudian menyebar ke sahabat si sahabat. Atau akhirnya menjadi bahan yang membuat martabat suami jatuh di depan orang tua kita sendiri.

Diam

  • Diam saat suami melepaskan emosinya adalah hal yang lebih tepat dibandingkan terus menjawab dengan perasaan dan logika apapun dari seorang perempuan. Jika memang perlu berkata menerangkan, maka terangkan dengan santun dan baik. Jangan berkata yang hanya menimbulkan pertentangan dan menambah runyam keadaan.
  • Diam menahan diri untuk tidak membuat “pengumuman” dalam bentuk apapun di social media. Mungkin zaman dulu, tidak perlu ada poin ini. Namun kini, di saat ada facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lain-lain terbentang lebar menggoda seseorang untuk melontarkan segala apa yang ada di otak dan perasaannya sebagai bentuk luapan kekesalan – yang tidak pada tempatnya -, poin ini menjadi begitu penting.

Tak Diam

Jika terus berdiam diri hanya akan menambah kesempatan setan untuk menjejalkan berbagai hal buruk tentang suami dan masalah yang kita hadapi, maka Anda bisa tak diam dengan melakukan hal berikut.

  • Ambil wudhu, sholat atau bacalah Qur’an.
  • Mainlah dengan anak-anak dengan aktifitas yang “lepas” dan menyenangkan. Meniup gelembung sabun, bermain siram air atau hal lainnya yang membuat anak-anak tertawa bahagia -, maka semoga Anda pun menjadi bahagia -. Syukurilah nikmat itu.
  • Bicaralah dengan kawan-kawan Anda. Bukan..bukan untuk curhat masalah yang sedang terjadi di rumah tangga Anda. Tapi untuk berbincang ringan. Berbagi manfaat.Hal ini insya Allah juga akan meredakan rasa sesak di dada. Membuat pikiran Anda lebih terbuka.Curhat tentang masalah prahara rumah tangga bisa jadi malah menambah sesak karena Anda tak mendapatkan solusi positif dari permasalahan – yang sebenarnya anda dan suamilah yang paling tahu letak masalahnya dan sebenarnya bisa mencari solusinya -.Dengan curhat, bisa jadi yang bertambah malah kebencian kepada suami Anda – , membuka aib suami atau rumah tangga. Dan jika curhat itu kepada orangtua, maka hal itu bisa mengurangi rasa cinta dan kepercayaan dari orangtua kepada suami Anda.

Maka jika prahara rumah tangga melanda, yuk endapkan dulu baik-baik masalah tersebut. Biarkan air yang keruh kembali jernih. Coba selesaikan masalah itu terlebih dahulu berdua bersama suami. Jangan buru-buru “mengumumkan” persoalan rumah tangga – yang tidak ada keluarga manapun bebas darinya -. Semoga Allah memudahkan kita bersama suami terus saling menasihati dan membangun ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com
.

 

Ternyata Berarti Bagi Mereka

Cerita tentang Khodimah (aka ART atau yang sering disebut sebagai pembantu)

Dulu, pernah aku seringkali mengharapkan ada ART. Melihat fulanah enak sepertinya bisa senggaang mo ngapa-ngapain. Apalagi kalau anaknya disekolahin. Kayanya waktu luang jadi seperti waktu masih gadis aja. Sedangkan aku, anak-anak homeschooling dan masih dengan tanggung jawab lainnya.  Dalam bayanganku, punya ART berarti enak :D.

Ternyata Allah berikan rezeki punya ART pas hamil Luma kemarin. Kita sebut namanya mba N. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya yang kalo aku hamil itu, tenaga kaya tinggal 20% hehe. Tapi, menjelang Luma lahir, aku udah minta ke abang, untuk stop saja. Aku mulai tidak nyaman dan merasa tidak mengenal dan “menguasai” medan rumah. Waktu itu tugas utama mba N memang membantu cuci piring, setrika, jemur baju dan bersih rumah. Mencuci baju, masak dll masih aku kerjakan sendiri. Tapi lama-lama aku seperti kehilangan privacy. Mau tidur mesti mencocokkan dengan datangnya mba N -apalagi waktu itu lagi hamil. Plus aku jadi banyak gak tahu letak barang :D. Ini sesuatu yang penting banget bagi aku. Kemudian qodarullah, ada alasan lain lagi yang membulatkan kami berdua untuk berhenti meminta bantuan mba N. Waktu itu usia Luma sekitar 3 bulan. Ziyad dan Thoriq tentu saja masih di rumah, belajar bersamaku. Jadi sekitar setahunan aku menikmati keberadaan ART.

Ternyata punya ART tidak membahagiakanku sebagaimana yang aku pikirkan waktu dulu.

Aku jadi merasakan bahwa ga ada ART itu juga membahagiakan. Bisa cuci piring sampai bersih berkilat itu menyenangkan. Bisa mengatur kembali semua barang-barang dan lain-lainnya itu menyenangkan.

Baca selengkapnya Ternyata Berarti Bagi Mereka

It Can Be Sooo Complicated…

Pekerjaan rumah tangga itu…satu haaal aja…bisa jadi complicated pelaksanaannya. Makanya mungkin bagi orang yang belum mengalaminya atau mungkin ada juga para suami yang kemudian menganggap, ‘perasaan gampang deh, kalo aku kerjain’, ‘cuci piring kan gitu aja…’, ‘itu aku lihat kalo pembantu yang kerjain ko cepet banget ya..berarti kan gampang’. Daan berbagai keraguan bahwa pekerjaan rumah tangga itu…bisa jadi complicated, butuh kesabaran tinggi, perjuangan…dan tentu saja yang paling utama…butuh banget pertolongan Allah.

Satu contoh aja nih…jemur baju kaya yang kemarin aku alami.

Jemuran kali itu itu, sudah  dua hari melambai-lambai diterpa angin. Itupun jemuran hasil dua kali mencuci. Jemuran itu memang posisinya di dalam teras. Cuma sudah dekat sekali dengan tepi atap. Plus lagi ternyata ada beberapa baju yang sempat dijemur abang di samping rumah.

Di dalam rumah, ada seember besar cucian yang sudah mesti dijemur.

Rencananya…

Kalau dengan pikiran “gampang” sih ya udah ambil aja tuh jemuran di luar terus jemur yang baru kaan?

Kenyataannya…

Baca selengkapnya It Can Be Sooo Complicated…

Belum Tamyiz…

Suka lucu kalau ngobrol sama Thoriq. Dari sisi dia yang suka kontroversi…kita bilang kanan…dia bilang kiri. Kadang pake gak nyambung juga…udah gitu tetep dilanjutin.

Pagi-pagi bangun nyamperin kita di kamar. Aku lagi nenenin Luma. Dia dipeluk-peluk sama abinya sambil tiduran.

Terus sampai ke pembicaraan,
Ummi: “Temen ummi ada yang anaknya sakit cacar..”

Thoriq: “Apa Mi? Cadar?”

U: “Bukan…caacarrr…itu lho sakit yang mirip kaya Thoriq dulu. Gatal…ada airnya…tapi kalo Thoriq flu burung…apa flu singapur ya?”

T: “Burung? Terbang kaya kupu-kupu itu ya…wiii wii…wii ( kaya suara robot terus tangannya bentuk kaya sayap kupu-kupu sambil ngepakin sayap.”

Gak nyambung atuh Thoriiq…jauh bener arah pembicaraannya.

Baca selengkapnya Belum Tamyiz…

Bye Bye Brunei…

Pas akhir bulan November kemarin, aku sempat nge-uninstall whatsapp. Lagi pingin sendiri aja gak ada krang kring krang kring. Lagi pingin mengerjakan yaang lain pokoknya.

Akhirnya setelah 2 minggu, sambil tarik nafas, bismillah, aku install lagi hehe.

Dan ternyata aku missed beberapa informasi yang bermanfaat yang itu udah ada yang out of date (asal banget istilahnya).

Termasuk…yang mo aku ceritain di sini.

Salah satu teman yang sering membagikan info kajian atau informasi lainnya adalah Bondan istri akh Ndaru pemiliki Good Yoghurt. Kali ini infonya lain dari biasanya. Ternyata info beasiswa. Beasiswa yang in sya Allah memungkinkan untuk abang kalau mau ngajuin. Tapi kita flashback lagi sedikit beberapa kejadian sebelum itu.

Baca selengkapnya Bye Bye Brunei…

Sambungan Cerita Tahsin

Waa….lama benerr ya mo nyambungin cerita yang kemarin. Sebenarnya, padahal mo cerita yang lainnya juga. Jadi dari kemarin nungguin link-link video bagus dari abang yang bisa diambil pelajarannya sesuai yang pingin aku tulisin. Balada aku tahunya juga dari abang. Mo ngesearch sendiri juga gak ketemu-ketemu. Akhirnya ini ngedownload manual dari facebook abang terus aku upload lagi. Pas ngedownload gak merhatiin ukuran…ternyata ukuran yang paling kecil. Gpp, yang penting suaranya masih jelas ya. Karena yang kita butuhin untuk materi pendukung postingan ini adalah suaranya hehe.

Baca selengkapnya Sambungan Cerita Tahsin

Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Pertengahan bulan Oktober yang lalu, aku dapat kabar dari Avie kalau ada lomba hafalan Qur’an juz 29-30 . Acaranya hari Sabtu tanggal 1 November. Masya Allah. Seneeng banget pas dengar kabar itu. Alhamdulillah Ziyad juga pas selesai hafalan juz 29-nya.

Di rumah kan memang alhamdulillah lumayan sering nonton tentang lomba-lomba Al-Qur’an atau tes Al-Qur’an ke anak-anak ataupun orang dewasa. Pingin banget Ziyad merasakan itu hehe. Pingin dia merasakan lebih nyata bahwa ada teman-teman di luar sana yang juga menghafal Al-Qur’an. Pas dengar ada lombanya itu, bayangan kita juga nanti perlombaannya gak jauh-jauh beda. Di tes ayat, disuruh terusin. Ditesnya terbuka.

lomba hifdzul quranPendaftarannya di UMY. Mesti kasih foto. Kita foto pake kamera HP hehe. Aku edit di Photoshop. Beli kertas foto di toko merah. Print, potong-potong sendiri :D. Sekitar 10 hari sebelum lomba, Ziyad (atau lebih tepatnya hampir sekeluarga) kena flu lumayan berat. Sama abang gak boleh main-main pas sore. Pokoknya sayang-sayaaang banget kalau misalnya sampai gak jadi. Jarang-jarang ada lomba kaya gini lagi (yang pas kami tahu :D).

Gak ada persiapan khusus berkenaan lomba ini. Karena tujuannya memang bukan untuk menang. Lagipula ini (hafalan Qur’an) bukan sesuatu yang bisa dibikin sistem kebut semalam terus langsung bisa kuat hafalannya ;D. Hafalan juz 29 Ziyad juga masih “kemana-mana”. Apalagi surat Jin sama surat Nuh. Aku muroja’ah seperti biasa aja berusaha muter seminggu terakhir itu hafalan juz 29-30-nya.

Pas technical meeting yang dihadiri abang, dibilang mesti kumpul jam 7. Dikasih tahu susunan acaranya. Intinya selesainya ba’da Ashar. Wawww…kebayang deh bawa rombongan, ada bayinya, mesti diluar dari pagi sampe sore gitu. Mesti bawa bekal banyak-banyak. Abang sampe bercanda, “Bawa bantal dek. ” 😀

Baca selengkapnya Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Buku-Buku Percobaan (Review Buku)

percobaan-airPernah cerita kan ya beberapa kali kalo kami di rumah terkadang melakukan percobaan-percobaan. Ini sifatnya gak mesti melulu ko. Selingan…yang penting asyik. Pas awal-awal aku gak terlalu yakin mereka paham. Soalnya seringkali tujuan percobaan kan menjelaskan suatu hal yang secara materi mungkin belum saatnya bagi mereka (Ziyad dan Thoriq). Misalnya tentang molekul air yang saling terkait – sah…dengar istilahnya aja rumit banget kesannya hihi…

Baca selengkapnya Buku-Buku Percobaan (Review Buku)

Rekomendasi Optik Kacamata Murah Jogja

Sekitar 9 tahun yang lalu…pas masih kuliah..pernah periksa mata.
Hasilnya waktu itu si katanya -0,25. Periksanya masih tradisional banget. Tapi berhubung waktu itu pusing-pusing, akhirnya dibelilah kacamata – pake uang kakak -. Warna pink. Bahannya ringaan banget sampe kaya gak pake kacamata. Tapi kemudian nikah, rusak, udah beset-beset. Ganti kacamata, terus pecah karena pakai bahan yang kaca. Abis itu gak pernah pakai kacamata lagi. Pernah periksa di optik lagi malah dibilang normal. Katanya kalau pusing kemungkinan cuma butuh vitamin aja. Okay…so life goes on hehe.

Baca selengkapnya Rekomendasi Optik Kacamata Murah Jogja

Gak Pa Pa

Wahai anakku…

Di dunia ini, sikap mengejek, merendahkan (untuk ortu bisa dibaca: bullying) itu bisa terjadi di mana saja, dari siapa saja.

Itu bisa terjadi padamu, pada ummi, abi.
Pada semuanya.

Ketika itu terjadi, ingat selalu pesan ummi.

Katakan pada dirinya yang melukai hatimu.
Katakan pada dirimu sendiri.

“Gak Pa Pa.”

***

Suatu kali, akhirnya ketahuan kenapa Ziyad gak mau pakai beberapa bajunya lagi. Dari yang aku lihat, yang dia gak mau itu baju yang model-model piyama.

Baca selengkapnya Gak Pa Pa

Sangkek Asoy

Abang sering bercerita tentang masa kecilnya. Masa-masa dia masih di sekolah dasar di desa Mersam, Jambi. Dari situ biasanya aku dapat istilah atau kata dalam bahasa Jambi. Salah satunya adalah sangkek asoy.

Sangkek asoy artinya plastik. Biasanya lebih mengarah ke plastik hitam.

Abang bilang, dulu teman-temannya ke sekolah masih banyak yang membawa buku dengan sangkek asoy.

Beberapa anak, datang ke sekolah sambil berjualan. Termasuk abang :).

Baca selengkapnya Sangkek Asoy