Memelihara Ayam

Di Jambi, mertua memelihara ayam. Dua ayam bangkok – jantan dan betina –  yang dibeli dari sepupu suami. Dua ekor lainya adalah ayam kampung  yang habis disembelih ketika kami datang. Kelihatannya memelihara ayam mudah. Sampai di Jogja, ketika memandang halaman rumah dan samping rumah kontrakan kami yang lowong, aku usul ke abang untuk memelihara ayam. Semuanya setuju. Anak-anak senang. Ibu mertua yang diberitahu memberi saran untuk membeli ayam bangkok saja. “Tidak bisa terbang tinggi, ” katanya.

Aktifitas baru Ziyad

Baca selengkapnya Memelihara Ayam

Pulang Mudik: Acara Selanjutnya adalah ADAPTASI

Helloww….siapa aja yang pulang mudik?! Yes…saya juga termasuk di dalamnya. Demi demi…demi silaturahim. Dengan berbagai pertimbangan dan kemungkinan (misalnya tahun depan insyaAllah hamil, abis itu ngelahirin), jadinya kalo tahun ini gak pulang, berarti masih 2-3 tahun lagi bisa mudik…ya sudah,huhu… semoga Allah melapangkan rezeki kami ya Allah…aamiin.

Dan lucunya, pulang mudik ini, lagi jumpalitan adaptasi lagi sama kesibukan super duper, beberapa orang (iya beberapa orang!), nanyain hal yang intinya sama. Gimana menej waktu dengan buah hati di sekeliling kita para wanita. Alhamdulillah pas ditanya pas udah mulai menata hati dan fisik, hihi…jadi bisa kasih jawaban yang menghibur (dan mudah-mudahan jadi solusi). Kalo engga nanti ceritanya jadi sama-sama melow memikirkan nasib jadi ibu rumah tangga yang luar biasa besar pahalanya namun penuh perjuangan.

Yang perlu ditata duluan emang hati ya bu ibu. Menata hati bahwa semua yang kita lakuin itu butuh pertolongan sama Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya.

Trus kemarin yang juga mendorong aku untuk lebih kuat dan gak malas-malasan adalah keinginan untuk bikin kue yang gak kesampean sampe sebelum berangkat mudik. Ajib ya. Karena pingin bisa bikin kue, aku jadi mikir bahwa pekerjaan lain harus bisa diselesaikan seefektif dan seefisien mungkin supaya tersisa tenaga dan waktu untuk bikin kue hehe. Walaupun akhirnya hari ini ujung-ujungnya “cuma” bikin brownies kukus, tapi tetep alhamdulillah. Itupun juga kepotong karena listrik konslet, kertas roti yang ternyata udah dibuang sama si Abang karena katanya kotor dan pritil-pritil lain yang alhamdulillah gak merusak hasil browniesnya :D.  Bayangannya soalnya pengen nyoba resep kue yang pake butter… (bacanya: baththher ya…:D). Iya mentega. Udah dibeliin mentega merek Orchid (yg ada label halalnya dong) dari sebelum mudik…huhu…mudah2an minggu depan atau weekend ini bisa bikin sesuatu yang pake mentega! insyaAllah aamiin.

 

 

Menyiapkan Screen Printing untuk Desain Outer Glow

Mesti dicatat penemuan teknik siang ini. Soalnya kalo gak bisa lupa karena agak complicated. Padahal teknik ini udah berusaha dicari-cari, diutak-atik. Alhamdulillah siang ini ketemu juga yang pas.

Dari kemarin pengen banget bikin desain kaos yang ada efek-efek glownya gitu. Tapi masalahnya kan ini untuk dicetak. Dan mesti memikirkan sisi-sisi nanti gimana untuk screen printing. Kalaupun akhirnya tahu untuk teknik pewarnaan gradasi atau yang sifatnya kaya glow ini pake halftone, kenyataannya pas praktek nyiapin desainnya untuk siap ke percetakan gak gampang. Kaya kemarin pas desain kaos yang ada gambar bulannya, pinginnya di sisi bulannnya tuh ada sinar semburatnya *sah… Tapi apa daya, udah diburu deadline karena ngejar biar bisa cetak pas Ramadhan. Nyoba berbagai teknik yang ada hasilnya gak memuaskan, hafltonenya terlalu kasar, atau engga trus nanti laptopnya ngehang. Gak bisa smooth jadi bener-bener kaya sinar semburat. Ya udah deh, dibikin spot gitu aja.

Oke. Jadi gini tekniknya.

Baca selengkapnya Menyiapkan Screen Printing untuk Desain Outer Glow

My Kid’s Name

Gak tau emang nama anak-anakku yang sulit secara pelafalan atau emang gimana. Atau karena mengandung huruf-huruf “berat” seperti Z dan Q? Apalagi untuk daerah Jawa, penggunaan kata Z seringkali diucapkan dengan “Y”. Jadinya, orang-orang suka salah menyebut nama Ziyad & Thoriq.

Ziyad:

Bisa berubah jadi Zihaad, Yihad, Jihad, atau ketuker jadi Zahid. Yang lebih “parah” lagi panggilan dari mbah tetangga kami di Bantul, “Ijat“. Haha…sampe ketawa ngakak-ngakak sama abang pas ngebahas ini.

Thoriq:

Gak terlalu sering sih. Tapi kemarin pas di toko Merah, mas yang jaga yang sepertinya suka anak kecil nanya gini ke Abang, “Namanya Shodiq ya mas?” Haha…sampe rumah kita ngakak-ngakak lagi. Ya ampuun. Jauh banget Shodiq sama Thoriq.

Tadi juga abang baru cerita ditanya sama mba Aminah yang biasa bantu bersih halaman masjid dekat rumah. “Thohirnya lagi tidur ya mas?”

Hahahaha….

Eh ada lagi deng, nama kun yah Abang. Nama bapak beliau Munzir. Sampai saat ini – di kalangan penuntut ilmu zaman belau dan ustadz-ustadz – beliau ma’ruf dengan nama Ibnu Munzir. Ini juga bermasalah. Ada yang manggil mas Munir. Hihi…lumayaan…cuma ilang satu huruf. Ada juga yang tahu tapi ngelafalinnya jadi, “Mas Munyir.” Hihihi…tambah ngikik…

Ketika Ziyad Sekolah

Banyak alasan, ketika akhirnya kami mencoba memasukkan Ziyad sekolah dan akhirnya pelan-pelan memutuskan memasukkan dia ke sekolah.

Pertama mungkin karena takut…atau khawatir…atau berbagai kecemasan lainnya yang aku sendiri ngerasa belum sanggup menghadapinya – apalagi suami lebih banyak menyerahkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan ke aku.

Permintaan dari Ziyad…- yang sebenarnya mungkin bisa berlalu oleh waktu -.

Kondisi lingkungan di rumah yang kurang mendukung untuk adanya kegiatan bermain bersama dengan teman-teman sepermainan. Sebagian besar adalah anak perempuan. Anak yang beda setahun dua tahun, mungkin kurang suka bergaul dengan anak umur 4 tahun yang bicaranya pada waktu itu sulit dimengerti dan belum bisa mengikuti permainan mereka. Tapi sama sekali aku gak masalahin masalah sosialisasi insyaAllah. Bahkan ketika muncul teman sepermainan yang cocok sama Ziyad selama 2 bulan , sampai kepikiran, “Ah…betapa di kehidupan sehari-hari inilah anak (kita pun) belajar sosialisasi.” Sampe mo nulis belajar sosialisasi untuk bersosialisasi di sekolah atau belajar sosialisasi di sekolah untuk sosialisasi di kehidupan nyata? Hehe..

Prakteknya…

Kemaren pas nyoba, udah semester akhir. Masuknya masih jarang. Sempat sakit. Trus udah keburu ujian, class meeting, dll. Ya cuma sekitar 10 kali pertemuan.

Terus sekarang udah semester baru. Ketemu bulan Ramadhan. Jadwal juga masih belum fix banget.

Dan Aku…

Aku sedih banget sebenarnya. Pas lagi nyoba-nyoba itu – bahkan sampai kemarin pun – aku berkali-kali nanya ke Ziyad, “Ziyad senang sekolah?” “Gpp kok kalo Ziyad tetep mau belajar sama Ummi.” “Ziyad mau terus sekolah?”

Baca selengkapnya Ketika Ziyad Sekolah

Kurikulum Homeschooling Ziyad

belajar tulis
April 2011 (Ziyad 3 th 9 bln), belajar nulisnya aku bikin sendiri. Sayang printernya sekarang rusak.

Ada satu dua orang tetangga yang nanya, “Kurikulumnya pakai apa?” Pas kemarin tahu Ziyad belajar di rumah. Hmm…kurikulum Ziyad di rumah?

Jawabnya: Cuma sedikit dan gak ribet.

Jangan bayangin bakal ngedapetin file pdf yang bisa didownload atau tampilan tabel dengan jadwal harian di postingan ini hehe…

Baca selengkapnya Kurikulum Homeschooling Ziyad

Back to Crochet

crochet hat
Thoriq 1,5 th

Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba kepengeeenn banget ngerajut lagi. Pas terakhir ngerajut tas kan jadi rodo berkurang semangatnya, apalagi trus udah sibuk ngurus Thoriq yang masih bayi, kerjaan dll dll dll. Padahal dengar kabar kalau dekat rumah sekarang ada toko khusus untuk benang rajut. Hmmm…belum tergoda sama sekali dalam waktu yang lama karena mikir, di rumah juga masih banyak stok benang.

Baca selengkapnya Back to Crochet

Pembeli Pertama

Cie…jadi ini lagi semangat mo jadi pengusaha beneran insyaAllah hahay…Seneng banget punya pembeli pertama.
Makasih buat mba Citra di Makasar yang udah mempercayakan beli produk yang aku buat. Padahal 2 produk yang aku tawarkan belum pernah di upload di cizkah.com. Dan tetep mau beli buku mini hijaiyahnya (aku potong harganya) walaupun udah aku kasih tahu ternyata gambarnya kualitasnya jelek dan rencananya mau aku rombak total insyaAllah.
Baca selengkapnya Pembeli Pertama

Jual Poster Alfabet

Alhamdulillah, tersedia juga poster Alfabet ukuran A3 dengan harga Rp 10.000 saja!
Dicetak di kertas Ivory 210gr.

 

Poster Alfabet ABC

Setiap desain yang aku bikin, insyaAllah selalu dengan penuh pertimbangan, baik dari segi estetika ataupun fungsinya untuk anak didik. Misalya, kenapa poster alfabet ini aku layout secara potrait.  Karena untuk huruf latin, dengan susunan A, B, C, D insyaALlah akan lebih mudah diingat, dibandingkan dengan dilayout secara landscape.

Beda dengan poster hijaiyah yang disusun secara landscape untuk memudahkan anak dalam pengelompokan dan membedakan huruf yang mirip dan terletak berdekatan. Misalnya huruf ج ح خ

Karena kita tahu, otak akan merekam visual yang mereka lihat. Aku sendiri masih mengingat perkalian dari poster perkalian yang aku pelajari dulu, persis posisi, letak dan warnanya. Hmm…jadi kepikiran bikin poster perkalian nih hihi…

poster alfabet
Ada tangan mungil Thoriq yang bikin sesi pemotretan berlangsung apa adanya hehe

Jangan lupa lihat (beli juga dong :D) produk yang lainnya:

thumb-hijaiyah-color poster hijaiyah flashcard hijaiyah

Poster ini insyaAllah bisa dibingkai cantik karena terletak di tengah dan tidak ada unsur lain selain huruf alfabet tersebut. Beda dengan poster lainnya yang beredar di pasar.

Jual Flashcard Hijaiyah

Setelah trial dan error, alhamdulillah akhirnya memutuskan mencetak flashcard hijaiyah untuk dijual dan merubah ukuran dari percobaan pertama yang aku cetak untuk Ziyad dan Thoriq.

flashcard-hijaiyah

Harga 1 set (versi cetak) berisi 28 lembar huruf hijaiyah fathah: Rp 18.500

Keterangan Produk:

  • Ukuran : 7,5cm x 10.5 cm
  • Kertas Ivory 260 gr

flashcard-hijaiyah2

 

Menerima saran dan masukan atau request untuk hasil flashcard hijaiyah yang lebih baik lagi insyaAllah ya^^.

Jangan lupa, poster yang lainnya sekarang juga sudah tersedia versi cetaknya dengan harga Rp 10.000

UPDATE [20 Oktber 2012]

Telah tersedia satu paket lengkap flashcard hijaiyah berisi flashcard dengan harokat fathah, katsroh dan dhommah.

Untuk pembelian satu paket flashcard berisi harokat fathah, katsroh dan dhommah: Rp 55.000

Untuk pembelian per satu set (fathah saja, atau katsroh saja atau dhommah saja): Rp 20.000

Monggo-monggo dipesann….

Flashcard Hijaiyah

Flashcard Hijaiyah

Update:

Packaging versi terbaru

flashcard hijaiyah

Tips Belajar Menjadi Ibu Penyabar

Malam ini saya baru menyadari satu hal yang penting dalam peran kita sebagai ibu. Belajar sabar dan  lembut . Iya, jadi ibu itu ternyata banyak sekali saat-saat untuk belajar sabar dan dengan sabar, kelembutan itu lebih mudah dijalankan .

Bagaimana tidak belajar sabar?

Ketika kita sedang ingin asyik makan, ternyata buah hati ingin pup.

Ketika rumah baru selesai di pel, ternyata buah hati menumpahkan minuman/makanan.

Ketika ingin khusyuk sholat, ternyata buah hati pipis di celana.

Ketika baru hendak membaca Al-Qur’an, buah hati minta ASI (alias nenen).

Ketika baru merebahkan badan, buah hati minta dicebokin.

Ketika makanan telah terhidang, buah hati tak mau membuka mulutnya.

Ketika….ketika…ketika…

Saat-saat mengajarkan mereka duduk, merangkak, berjalan, makan dan minum lalu berbicara

Saat-saat mengajarkan mereka mengenal Allah dan Rasul-Nya, mengenal agama Islam

Saat-saat mengenalkan mereka dengan surga dan neraka

Saat-saat mendidik mereka dengan adab-adab Islam

Saat-saat…saat-saat…

sabar2Sayang sekali jika kemudian ternyata yang terjadi kita -secara tidak sadar- lebih banyak melatih diri untuk menjadi orang yang tidak sabar, pemarah (bahkan kepada sosok tidak berdaya yang memerlukan teladan dari sang ibu). Baru beberapa tahun memiliki anak, saya belajar beberapa hal yang dapat membantu kita untuk menjadi ibu yang lebih sabar dan lembut.

  1. Berdoa, tentu saja ini penting. Saat ini saya minta kepada anak-anak agar juga ikut berdoa agar saya dan juga anak-anak menjadi orang yang lembut dan sabar.
  2. Kenali kondisi fisik ibu.
    • Hindari lapar berlebihan. Seringkali lapar membuat seseorang lebih mudah emosi. Di sisi lain, seringkali pula seorang ibu dengan berbagai kesibukannya menunda atau tidak sempat untuk mengisi perut. Saat sudah merasakan gejala lapar berlebihan, hentikan semua aktifitas sesibuk apapun ibu. Duduk sejenak untuk mengisi perut lebih baik daripada buah hati terkena efek lapar berlebihan ini.
    • Hindari kantuk berlebihan. Kita sendiri tahu, bahwa anak yang mengantuk sering rewel dan seperti bingung ingin melakukan apa. Ternyata orang dewasa juga seperti ini disadari atau tidak. Saat kantuk ini menyerang, karena anak-anak masih kecil, biasanya saya mengajak anak-anak ke kamar dan menyediakan mainan. Saya katakan kepada mereka, “Ummi ngantuk. Ummi istirahat sebentar ya insyaAllah.” Saat bangun, jangan lupa ucapkan terima kasih karena mereka telah membiarkan kita tidur sejenak.
    • Hindari dehidrasi. Saya khususkan hal ini, karena banyak juga orang yang lupa untuk minum. Padahal otak sangat membutuhkan cairan. Saat beberapa poin bukan sebagai pemicu emosi, maka kemungkinan terbesar kita sedang kekurangan cairan.
  3. Kenali kondisi fisik anak. Sama seperti poin-poin pada kondisi fisik ibu. Perhatikan kondisi fisik anak. Terkadang anak melakukan tingkah laku tertentu yang memancing emosi karena faktor-faktor di atas. Kalo untuk Ziyad, biasanya terutama karena dehidrasi. Makanya biasanya saya akan langsung bertanya, “Sudah minum belum?” 😀
Dengan kesabaran, saat menghadapi situasi-situasi yang bisa memancing emosi, ibu bisa memberikan reaksi “biasa saja” yang tidak membuat sedih anak dan merasa tidak disayangi.
Dengan kesabaran, ibu bisa memberikan nasehat dan kata-kata bijak saat anak  melakukan hal yang kurang tepat dan bukan memberikan kata-kata tak sedap kepada anak. Dan bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan contoh bahwa dengan kelembutan, dakwah akan lebih mudah diterima. Semoga ini pula yang terjadi dengan kelembutan kita, maka semoga kita mendapatkan hasil yang baik, yaitu anak yang sholih/sholihah. Aamiin.

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ» رواه الطبراني في الاوسط ( 2663 ) وحسنه الألباني .

Sesungguhnya ilmu itu dengan belajar, sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) dengan belajar berlemah lembut, barangsiapa yang mencari kebaikan, maka akan diberikan. Dan barangsiapa menjaga kejelekan, maka dia akan dilindungi.’ ” (HR. Thabrani di ‘Al-Ausath, 2663 dan dihasankan oleh Al-Albany)

Catatan penutup, jangan menganggap dengan saya menulis ini, saya telah menjadi ibu paling sabar dan lembut sedunia hehe…Saya juga masih belajar dan berusaha. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai ibu yang penyabar dan lembut ya bu ibu…Aamiin.

 

cizkah
28 Juli 2012

Ramadhan Karim?

Kalau ada yang merhatiin, pas hari pertama puasa kemarin, logo Yufid.com berubah dan ada tulisannya Ramadhan Karim.

Alhamdulillah dapat koreksi dari ust. Aris dan jadi tambah ilmu baru. Sekarang tulisannya berubah jadi Marhaban ya Ramadhan. Udah pada tahu/sadar belum kalo…
Baca selengkapnya Ramadhan Karim?

Tips Toilet Training


Dalam tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak akan selalu dilalui dengan proses belajar dan belajar. Dalam hal ini, orang tua memerlukan stok kesabaran yang harus selalu dipupuk. Kesabaran untuk mengajarkan anak yang tadinya tidak memiliki kemampuan apapun dan tidak memahami apapun, menjadi anak yang mampu duduk, merangkak, berjalan, makan, minum, dan kemampuan lainnya. Termasuk di dalamnya, kemampuan untuk pipis/buang air kecil (BAK) dan pup/buang air besar (BAB) pada tempatnya, yaitu di kamar mandi.

Baca selengkapnya Tips Toilet Training

“Om Nyembah Allah?”

Ziyad itu…super sanguinis masyaAllah. Ketemu orang, dikasih angin dikit udah langsung kaya saudara. Dipeluk-peluk, diajak ngobrol ngalor ngidul. Apalagi kalo orang dewasa. Kaya pas kemarin di distro baju di jalan Cendrawasih. Dikasih angin dikit, “Kelas berapa?” Langsung cengengesan, jumpalitan deh pokoknya. Sampe gak enak sendiri, takutnya orangnya basa-basi aja kan.

Karena Abang gak dapat yang diinginkan, akhirnya besoknya kita ke cabang distro itu di jalan Mataram. Udah agak malam. Pas kebetulan awal-awal cuma kita pengunjungnya. Tokonya kecil. Ternyata di sini, salah satu dari dua penjaganya juga ngasih angin yang sama ke Ziyad.

Baca selengkapnya “Om Nyembah Allah?”

Ummi Cantik…

Jangan ge-er kalo Ziyad ngomong gitu. Hihi…ya walaupun tetep seneng juga sih dibilang gitu.

Dia bilang, “Biar ummi seneng.” Haha…kok tau ya?

Mungkin pernah belajar dari abinya. Tapi abinya jarang ngomong cantik :D. Cuma ingat-ingat, emang kemarin pernah ngajak sepakat Ziyad pas aku lagi ngambek, “Ummi cantik ya Ziyad.”

Hihi..mungkin belajar dari situ, kalo ngomong gitu, umminya nanti jadi seneng. Yang jelas dia taunya juga itu buat wanita.

“Iya, kalo ummi cantik. Kalo abi gagah.” Eaaaa….

 

Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…

Salah satu didikan suami ke Ziyad adalah menggambarkan bahwa sosok berjenggot itu gagah, keren lah pokoknya. Kalo laki-laki itu ya punya jenggot. Nanti insyaAllah Ziyad juga punya jenggot.

“Mau gak punya jenggot?” kata abang. “Mau”, jawab Ziyad.
Baca selengkapnya Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…