File ini dibuat saat hamil kembar dan diupload di lumalumi.com. Jadi, bahasa awal yang dipakai memang umum, bukan seperti tulisan di cizkah.com ^^. Aku salah hitung berarti pas share di story hari ini, ternyata 7 tahun yang lalu. Karena ingatnya saat hamil kembar, sedangkan kembar udah mau 7 tahun. Berarti mundur lagi setahun. Ternyata hamil dan lahirnya kembar terjadi di tahun yang sama tahun 2016.
Ini salah hitung, harusnya 7 tahun yang lalu
–
File ini dapat di print di kertas HVS berwarna. Sengaja aku pisahkan antara bilangan ganjil dan genap untuk memudahkan orang tua yang ingin memprintnya di kertas berbeda warna seperti yang kami lakukan.
File ini berisi:
Angka genap 1-100.
Angka ganjil 1-100.
Setelah diprint, orangtua/anak dapat menggunting angka-angka ini. Agar lebih efektif, berikut tips yang kami lakukan saat memotong hasil print angka 1-100 ini. Sebenarnya angka ini tidak banyak, karena total hanya 4 halaman :). Jadi, tetap semangat dari awal ya!
Counting beads atau bead bars montessori adalah manik-manik bersusun. Susunannya dimulai dengan angka satuan. Adapula yang telah disusun menjadi ratusan (square beads). Tahap lanjutan adalah susunan manik yang menjadi ribuan (cube beads).
Pada artikel kali ini, kita akan membahas dari yang paling dasar. Yaitu membuat bead bars satuan. Bead bars ini insya Allah sangat mudah dibuat. Manik-manik bersusun ini dapat digunakan sebagai salah satu media belajar untuk anak-anak. Manfaatnya sangat banyak. Mulai dari pengenalan sederhana angka 1-10. Sampai akhirnya kemudian mengenalkan puluhan dan satuan, penjumlahan bahkan perkalian (contoh foto penggunaan di bawah). Karena ada benda nyata yang dapat dihitung, insya Allah akan memudahkan anak untuk memahami materi yang sedang dipelajari.
Bahan-bahan:
Kawat 1 mm – 1,5mm (tergantung lubang manik yang Bunda gunakan). Untuk alternatif, bisa menggunakan klip kertas – menghindari mendapatkan kawat yang mudah berkarat -.
Manik-manik. Untuk manik-manik ini, jika berdasarkan metode Montessori memiliki panduan warna sebagai berikut:
1 = merah
2 = hijau
3 = merah muda
4 = kuning
5 = biru muda
6 = ungu
7 = putih
8 = coklat
9 = biru tua
10 = emas/kuning tua
Alat:
Tang potong (cutter plier)
Tang putar (round nose plier)
Tang jepit (flat nose plier)
Tips Pendahuluan:
Coba buat dari yang paling mudah agar semakin terbiasa, yaitu dari susunan 10 manik.
Panjang kawat setiap susunan tergantung dari besar manik/mote yang kita gunakan.
Untuk mudahnya, susun dulu sesuai jumlah yang diinginkan. Lebihkan 2 cm untuk membuat loop di setiap ujung bar.
Yuk lebih jelasnya kita ikuti langkah membuatnya:
Potong kawat sesuai panjang yang dibutuhkan.
Buat loop di salah satu ujung. Caranya putar dengan menggunakan tang putar.
Biasanya setelah diputar, posisinya jadi tegak lurus, ubah agar menjadi lurus.
Isi dengan manik-manik.
jangan khawatir jika masih bengkok-bengkok…bisa kita luruskan nanti insya Allah
Bengkokkan tegak lurus (90 derajat) sisa kawat yang ada (1cm) ke arah kanan.
Putar ke arah 180 derajat ke arah berlawanan. Insya Allah untuk awal-awal mungkin perlu adaptasi. Tapi setelah terbiasa insya Allah kita akan bisa membentuk bulatan loop yang sempurna.
Agar sama sisi kanan kiri (sejajar dan lurus menghadap ke muka), jepit salah satu loop dengan tang jepit dan loop lainnya dengan tang putar. Samakan arah loop agar hasil bead bar kita rapi :).
Selesai
Lakukan untuk susunan warna manik lainnya. Untuk tahap awal, saya membuat 10-11 manik untuk masing-masing angka satuan. Simpan manik-manik yang Bunda telah buat di wadah agar anak mudah menggunakannya sewaktu-waktu.
Manik-manik 10 dibuat sebelum ada wadah dan ternyata telah menyebar kemana-mana 😀
Insya Allah cukup satu hari untuk melakukan ini jika dilakukan continue untuk masing-masing 10 tangkai setiap warna.
Untuk susunan satuan 10, jika ingin untuk tahapan mempelajari angka 1-100, maka kita perlu lebih banyak lagi membuat angka 10 ^^.
Berikut beberapa gambar penggunaan bead bars ini untuk mempelajari angka/berhitung pada anak-anak. Mulai dari yang sederhana seperti belajar satuan, sampai ke belajar perkalian atau pembagian.
Belajar satuan (sumber: ktw-worksheets.tech)
Belajar puluhan (Sumber http://www.familyfecs.com/)
Belajar Faktor (Sumber: jojoebi-designs.com)
Belajar Perkalian (Sumber: montessorischoolathome.blogspot.com)
Belajar bilangan lompat/skip count (Sumber: http://www.makingmontessoriours.com/)
Sebelum Ziyad belajar lagi penjumlahan dasar, kami sudah sampai di materi satuan waktu.
Waw banget rasanya waktu itu. Gimana dia harus praktek perkalian dan pembagian dibolakbalik. Sementara, penjumlahan dan pengurangan dia masih pakai jari :D.
Alhamdulillah, Allah beri petunjuk untuk mulai lagi belajar dari dasar. Sama sekali ga ada ruginya.
Langkah 1 BELAJAR ANGKA 1-5
Kenalkan anak angka 1 dengan jari. Pakai jari ini karena ini yang paling mudah dilihat anak.
Satu satu..satu…biarkan dia melihat jari itu. Ganti ganti pakai jari apapun. Satu satu satu.
Kemudian melangkah angka 2.
Dari SD, aku suka matematika. Walaupun ada soal yang gak bisa aku kerjain, tapi aku tetap suka matematika. Waktu SMP, dapat kata-kata dari buku atau dari orang (lupa tepatnya), intinya usahakan jangan sampai membenci suatu pelajaran (atau gurunya). Karena itu bakal jadi penghalang pertama seorang paham sebuah pelajaran. Dan aku berusaha banget nerapin…tapi gak berhasil di pelajaran akuntansi dan tata busana.
Waktu SMA pun, pas masuk IPA dan ngadepin soal yang bagi aku rumitnya tambah minta ampun, tetap aja gak bikin aku benci matematika. Aku ngerasanya emang akunya aja yang belum paham. Dan hampir semua teman juga senasib ko. Kalo pas ujian, kadang rasanya cuma yakin jawab 10 soal yang benar. Sisanya tebak-tebakan :D.
Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.
Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih ringan. Bahkan, untuk baca latin karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂
Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini: