Dulu-duluuu banget, masak ikan spesial itu berarti bikin ikan pepes yang berbumbu melimpah, dibungkus daun pisang. Tapi, untuk bikinnya jadi kerasa berat karena harus menyiapkan bumbu yang banyak dan proses bungkus ikan yang biasanya butuh usaha dan endingnya juga dapur suka jadi berantakan.
Tapi setelah bikin ikan bakar model bumbu simple kaya gini juga malah pada seneng dan bisa netral buat semua orang insya Allah. Akunya juga merasa jadi lebih mudah untuk mewujudkan masakan spesial.
Menurut aku, satu hal yang bikin spesialnya itu karena pakai gurami-nya. Kalau lagi ke warung makan sama keluarga besar, gurami –dengan berbagai variasi bumbu– biasanya jadi pilihan kan? Langsung aja ke resepnya ya. Resep yang aku catat di sini untuk 2 gurami. Jika untuk satu gurami, bisa dikurangi sedikit, bukan dijadikan setengah resep ya.
Sebenarnya resep ini sudah aku tulis di Resep Satu Sambal untuk Semua. Aku perjelas lagi dan tulis ulang dengan beberapa catatan tambahan lagi. Kenapa aku bilang mudah? Karena aku juga udah catat resep sambal teri lainnya yang juga enak tapi proses dan bahannya lebih banyak. Bisa dilihat di Resep Sambal Teri Terong.
Sebenarnya aku udah pernah share resep cake pisang ini tahun 2022 tapi dalam bentuk foto di feed instagram dan hanya dikasih judul di kertasnya “Kue Wortel” karena memang kue ini modifikasi dari resep cake wortel.
Berhubung ada yang request resep sambalnya dan sebenarnya memang ada fotonya, kita langsung aja ya.
Ini aku bikin nama sendiri sesuai bahan yang utama harus ada. Sebenarnya mau aku kasih judul sambal bawang tomat, tapi nanti bisa rancu dengan sambal bawang – yang itu biasanya pakai bawang putih, sedangkan sambal yang ini pakainya bawang merah.
Sambal-sambal ini, bisa dibilang penempatannya juga akan terasa lebih nikmat kalau kita bisa nge-pas-in dengan lauk-nya ya. Kalau di aku,
sambal tomat matang ini bisa dipasangin dengan lele bakar madu.
sambal tomat mentah dipasangin dengan ayam kecap sunda.
Kenapa si aku kalau nyatet resep suka kaya “berat”. Waktu itu sampai ada yang dm pas aku share foto dari buku, “Pakai google lens aja, Mba.” Hmm, sebenarnya iya juga sih untuk kepraktisan tulisan. Terus aku jadi mikir sendiri, kenapa ya?
Sepertinya, mungkin karena biasanya ada hal lain yang aku mau catat. Misal terkait proses yang udah aku terapin yang mungkin ada gagal atau lebih enaknya dimananya. Begitu juga dengan resep yang ini :).
Biasanya nagasari dimasak bahan-bahannya. Setelah mengental nanti disendokin ke daun pisang, bungkus terus dikukus lagi. Aku juga belum pernah bikin dengan cara ini, karena langkahnya terasa agak berat dijalanin.
Makanya pas ketemu alternatif cara langsung aduk langsung masak, langsung let’s go, karena bahannya ada di rumah semua.
Ini udah bikin yang keberapa kali yah. Awalnya pakai cetakan talam. Akhirnya bikin yang ketiga kali, aku bikin langsung di satu loyang. Tapi waktu itu pisangnya ngambang semua heheh. Makanya ini kukus 2 tahap.
Buat bukaan puasa, kami suka selang-seling antara bukaan dengan blewah, bukaan dg kuah santan —yang diisi berbagai isian— atau dengan es buah (yang untuk tahun 2023 ini gak dilakuin karena berbagai hal).
Kenapa sih diselang-seling. Karena blewah gak selalu dalam kondisi matang. Juga untuk variasi.
Jadi, misal aku baru stok 3 blewah untuk 2 hari. Berarti hari itu aku udah ready dengan bukaan jenis pakai kuah santan, karena biasanya kondisi blewah yang sampai ke rumah belum matang (masih muda). Blewah itu cepat matang ya, jadi esoknya udah bakal pakai bukaan blewah lagi.
Alhamdulillah, resep ini termasuk yang aku catat di buku catatan yang pernah aku ceritakan. Buku catatan resep dimana aku mencatat resep yang sudah aku coba dan kemudian cocok. Jadilah, dari dulu aku selalu pakai resep ini alhamdulillah.
Resepnya gampang dan hasilnya enak insya Allah. Ringan dimakan jadi gak bikin jenuh kalau makan ini insya Allah. Beda kalau makan makanan bersantan, biasanya cenderung akan jenuh – kalau aku ya hehe.
Alhamdulillah sudah beberapa kali bikin roti boy di rumah. Sebenarnya, kalau topping ini sudah dibuat bukan di waktu yang sama, insya Allah proses pembuatan roti selanjutnya bisa lebih mudah.
Alhamdulillah, isian ini udah sering banget aku pakai. Maunya segera dicatat. Lebih bagus lagi kalau resep seperti ini dicatat di buku tulis ya. Sama seperti catatan lainnya juga usahain ada bentuk offlinenya. Semoga aku juga bisa susun tulisan-tulisan di sini dan ada versi offlinenya.
Bisa dibilang, hampir setiap orang yang ngerasain sambal ini bakal nanya, “Ini sambal apa?” Sambil nyocolin terus si sambel. Pedes tapi kaya nagih pingin nyocol. Apalagi kalau dimakan bareng sama ikan bakar.
Sebenarnya, urutan ceritanya gak langsung ke kue ini. Setiap hal ada sebab. Sebab yang dianggap sebab pertama sampai akhirnya jadi bikin kue wortel sebenarnya adalah akibat dari sebab lainnya lagi. Semuanya connected. Tapi mau merangkai dari awal untuk sampai ke resep ini kok khawatir malah akhirnya gak ketulis resep ini seperti yang sudah-sudah.
Aku suka brownies dan kue lainnya yang berbau coklat. Tapi jaraang sekali bikin brownies sendiri. Walau begitu, di rumah hampir selalu sedia coklat batangan. Yang namanya kue tuh kan ada aja saat-saat butuh coklat ya. Sampai akhirnya kemarin didorong-dorong si kembar untuk bikin kue, bikin kue, bikin kue. Kok ya kepikiran pingin banget bikin brownies. Padahal sebenarnya agak lebih ribet dibandingkan bolu yang cuma tinggal timbang dan tuang :D.
Dipilihlah resep Ibu Malka di Cookpad. Hasilnya sesuai harapan banget alhamdulillah. Padat, kokoh, crispy outside dan chewy inside, hasilnya juga shiny crust, huhui. Ngunyahnya pas. Jadi, mari dicatat sebelum kelupaan.
Resep asli yang digunakan sebenarnya menyertakan baking powder dan soda kue. Aku memilih tidak menggunakannya. Sama seperti Ibu Malka. Karena khawatir hasilnya terdistraksi dengan baking powder dan soda kue. Bahkan jika tidak tepat penggunaan malah bikin rasa anyep dan pahit.
Resep yang aku catat di sini sudah disesuaikan dengan bahan yang ada di rumah (di beri catatan tambahan dari resep asli). Misalnya, di resep asli menggunakan gula palem, namun di rumah adanya gula merah. Alhamdulillah hasilnya tetap enak dan cita rasa coklatnya tetap kuat.
Bahan Brownies Shiny Crust:
3 butir telur
200 gr gula pasir (aku 125-150gr, kalau 2x resep, jadinya malah bisa cuma 200gr aja)
125 gr gula palem (aku 100gr)
aku pakai gula merah diiris-iris sampai cenderung halus sehingga mudah tercampur saat dimixer.
1-2 sdt vanila bubuk
200 gr tepung serbaguna
25 gr coklat bubuk
untuk warna yang lebih gelap bisa pakai merk bensdorp
warna coklat bubuk van houten lebih muda daripada bensdorp.
100 gr coklat blok, lelehkan (aku pakai merk Collata DCC)
Langkah-langkahnya aku sesuaikan supaya lebih enak secara penyiapan dan proses pembuatannya. Tidak loncat-loncat. Tahap awal persiapan.
Tahap Persiapan
Cairkan coklat blok 100gr sambil siapkan minyak 115ml.
Timbang gula pasir 125gr (atau 150gr) dan iris-iris gula merah 100gr (atau 125gr).
Timbang tepung 200gr dan coklat bubuk 25gr. Campur dan ayak.
Siapkan minyak goreng 115ml.
Siapkan loyang dengan alas kertas roti 22 x 22 x 5. Diolesin minyak + margarin+ terigu juga bisa insyaAllah.
Tahap pencampuran
Pecahkan telur 3 buah di wadah.
Kocok telor, gula pasir, gula palem (aku pernah gula merah) dan vanili dengan kecepatan rendah sekitar 2-3 menit. Kocok dengan arah tidak memutar supaya hasilnya tidak mengembang seperti membuat bolu. Artinya, disarankan tidak menggunakan stand mixer supaya bisa membolak-balik wadah saat dikocok.
Masukkan campuran tepung dan coklat bubuk. Aduk dengan spatula sampai rata.
Masukkan coklat leleh. Sisakan 2 sdm untuk membuat guratan. Aduk rata.
Masukkan minyak goreng dan chocochips. Sisakan secukupnya chochochip untuk topping. Aduk rata.
Panaskan oven supaya saat adonan siap dituang ke loyang, oven sudah panas.
Tuang ke dalam loyang 20 x 20 x 5 (cm) yang telah dialasi kertas roti. Kalau ga ada, diolesi minyak, alhamdulillah tetap ga lengket.
Tuang sisa coklat leleh dan bentuk seperti aliran sungai. Taburi sisa chochochips
Panggang di suhu 190’C selama 20 menit. Kemudian turunkan suhu menjadi 150’C. Kemudian panggang lagi selama 15-20 menit.
Selesai.
Alhamdulillah, jadilah brownies yang padat dan menggiurkan. Dipotong kecil-kecil dan disimpan di kulkas. Cocok sekali dimakan bersama kopi pahit.
Semoga resep kue brownies sungai coklat ini bermanfaat ya.
Alhamdulillah. Membuat bubur sumsum insyaallah mudah dan cepat.
Yang mudah ini tetap butuh NIAT untuk membuatnya. Untuk resep ini, biar gak bingung, kita akan jelasin prinsip dasar perbandingan antara tepung dan santannya.
Bahan bubur sumsum:
Tepung beras 100 gr
Santan 800-1000 ml (bisa memakai 1 bungkus kara kecil campur air)