Kembar Muroja’ah Hafalan

[Versi Instagram bisa diakses di postingan Kembar Hafalan; postingan tanggal 23 Agustus 2022]

Hafalan kembar banyak yang pretel. Tapi memang seperti itu juga dengan kakak-kakaknya. Setelah masuk juz 29, hafalan juz 30 nya setengah buyar hehe.

Sabar (aku pun berusaha sabar). Diulang lagi pelan-pelan. Alhamdulillah kali ini bisa sambil lihat Al-Quran. Karena mereka udah bisa sedikit-sedikit (mereka iqro 5 udah mau selesai alhamdulilah).

Makanya bisa dibilang, malah kembar yang paling butuh intensif dan waktu khusus buat diajar.

Karena mereka belum bisa hafalan sendiri dan belum bisa baca sendiri juga.

Kalau udah dibilang intensif itu, maksudnya aku harus meluangkan waktu khusus untuk ngajarinnya, dan gak terlalu bisa disambi-sambi.

Jangan dibayangin kaya gini terus prosesnya. Aku lagi bolak-balik memanfaatkan berbagai kesempatan dan cari celah. Karena ini dua anaak hehehe.

Kadang sambil masak (lihat situasi apakah masaknya agak selo). Ini biasanya pas nambah hafalan.

Jadi mereka di dapur. Ngulang 1 ayat ganti-gantian.

Kadang, pas yang satunya lagi baca iqro, yang satunya lagi di dekat aku, ngulang 1 ayat. Sebelumnya dipastikan yang dibaca udah bener.

Baca iqro, satu halaman itu bisa lamaa ya…hehe. Nguapnya aja bisa 5x. Apalagi karena ini udah iqro 5, satu halaman tuh panjang yang di baca. Jadi cocok kalau yang satunya dikasih kesibukan yang bermanfaat.

Untuk muroja’ah hafalan lama, sementara seperti di video ini.

Ga selalu berhasil juga tiap hari.
Kadang cuma setoran (hafalan lama) tanpa ada Alqur’an di hadapan.

Entah berapa kali aku bilang, ya begini, rasanya kaya “berantakan”.
Keep moving forward aja.


Secara Masehi, Oktober ini insyaAllah kembar usia 6th.

#kembarcizkah#alquran#tahfidz#homeschooling

Teman Ziyad Main

Lulus dari saqu ibnu Mas’ud, Ziyad masih ada kesempatan libur sekitar 2,5 pekan sebelum masuk ke Hamalatul Qur’an insya Allah.

Yang lulus kelas 9 di Ibnu Mas’ud Yogyakarta (IMY) cuma Ziyad hehe. Teman lainnya yang dulu pernah hadir belajar bersama, punya cerita masing-masing sampai akhirnya mereka gak berada lagi di sana.

Jadi, bisa dibilang, teman-teman yang masih ada adalah yang usianya dan kelasnya di bawah Ziyad. Ada yang berharap bisa nyusul Ziyad ke Hamalatul Qur’an. Ada juga teman Ziyad yang malah baru masuk usia SMP tapi sudah menghafal 30 juz. Namanya Hafidz.

Hafidz ini, yang kemarin janjian main ke rumah (mainnya hari Selasa, tanggal 28 Juni 2022). Aku udah kenal juga dengan ibunya karena beberapa kali ketemuan. Termasuk di wisuda tahfidz bulan Maret lalu – yang belum aku catat di sini hehehe -.

Rumahnya jauh di Godean. Jadi, dia main ke sini diantar bapaknya yang ada pekerjaan di wilayah Palagan sini. Alhamdulillah, Thoriq juga udah kenalan. Karena Hafidz berarti akan jadi teman Thoriq insya Allah. Teman satu angkatan malah. Karena sama-sama masuk kelas 7. Cuma beda usia aja. Hafidz ini kelahiran 2009, sedangkan Thoriq kelahiran 2011.

Ketika wisuda, Hafidz termasuk yang paling banyak jawaban benarnya ketika ditest ustadz. Padahal dia kelihatan santai banget. Ziyad cerita udah muroja’ah sampai malam, Hafidznya udah tidur duluan. Malah dia yang banyak benarnya. Aku sama Abang sama-sama bilang, “Soalnya dia masih polos Ziyad. Belum banyak pikiran macem-macem.” Beda sama anak remaja yang udah banyak banget yang dipikirin :D.

Alhamdulillah sempat makan siang di rumah. Alhamdulillah aku udah masak sengaja dibanyakin sore sebelumnya dan memang masakan yang cocok dipanasin lagi (ayam bakar).
Baca selengkapnya Teman Ziyad Main

Anak-Anak dan TPA Ramadhan

Mau cerita yang lain-lain. Tapi ternyata banyak hal yang terkait dengan TPA Ramadhan ini. Biar bisa fokus ketika cerita tiap bahasan, jadi aku mau cerita tentang TPA Ramadhan dulu.

Di Kampung kami ini, setiap Ramadhan, di masjid dekat rumah, diadakan TPA tiap sore. Semuanya senang karena anak bisa menghabiskan waktu di sore hari dengan kegiatan bermanfaat sambil menunggu waktu berbuka.

Di sana juga, jadinya semua anak di kampung ini benar-benar berkumpul. Lebih banyak dari hari-hari TPA di bulan lainnya.

Ada hal lain yang menarik buat mereka. Setiap pulang dari masjid, mereka akan mendapatkan kotak makan takjil untuk berbuka. Biasanya berisi nasi lauk pauk dan minuman.

Baca selengkapnya Anak-Anak dan TPA Ramadhan

Kembar Puasa

Alhamdulillah kemudahan dari Allah. Sampai hari ini, kembar ikut puasa Ramadhan. Full day langsung dari hari pertama.

Usia mereka sekarang 5,5 tahun.

Sebenarnya, keinginan mereka untuk puasa itu udah ada dari kemarin-kemarin. Karena hutang puasa aku lumayan banyak dan belum lunas, bulan Rajab aku mulai intensif ngejar menyelesaikan qodho puasa.

Setiap mereka tahu aku lagi puasa (bukan hanya ketika bulan Rajab kemarin), mereka juga pingin puasa. Aku bilang insya Allah nanti ya pas bulan Ramadhan. Aku pikir, insya Allah sepertinya mereka udah bisa diajarin pelan-pelan. Dalam arti, aku masih belum terlalu yakin. Alhamdulillah, Thoriq dan Luma juga mulai puasa full ketika mereka sudah usia 6 tahun.

Ketika sahur, biasanya masih ngantuk. Habis sahur, bakal main-main kaya biasa.

Hari Pertama

Waktu sahur hari pertama, karena sudah janji, aku bangunin mereka.

Ternyata mereka beneran mudah dibangunin karena sudah niat mau puasa itu. Padahal, mereka kan tidurnya malam banget. Alhamdulillah tetap cepat bangunnya, diajak pipis dan kumur-kumur dulu.

Sahur hari pertama itu masih gak terlalu yakin mereka bakal puasa beneran full apa engga. Yang penting aku penuhin janji untuk bangunin mereka sahur dan ngajak mereka puasa. Jadi, nyuapin dan nyuruh mereka minum ya masih yang santai.

Ternyata, besoknya, mereka beneran gak seperti kesulitan alhamdulillah. Paling mereka nanya dan ngomong ketika udah jam 5-an sore.

“Buka, Mi?”
“Masih lama, Mi?”

Hehe, karena udah jam 5, jadinya malah tambah aku dorong untuk sabar, sebentar lagi dan seterusnya. Alhamdulillah, walau mereka gak TPA, mereka kan berdua udah kaya sahabatan. Jadi, ngabisin waktu tersisa itu gak kerasa karena udah asyik main berdua. Ini kemudahan dari Allah.

kembar puasa usia 5 tahun

Asupan

Untuk anak-anak semisa Luma, Thoriq dan Kembar, aku beri VCO tiap sahur terutama ketika kemarin-kemarin masa corona. Kalau sekarang, Thoriq gak terlalu soalnya stok vconya juga udah tinggal dikit heheh. Belum beli lagi, jadi diutamakan untuk Luma dan kembar. Terutama bahkan Kholid yang ada kecenderungan batuk-batuk seperti Thoriq kalau kena dingin. Saat sahur segera dikasih VCO dan tolak angin anak. Alhamdulillah biasanya reda dan bisa tidur. Ketika bangun udah gak batuk lagi. Agak cemas kalau sudah batuk karena biasanya mesti macam-macam buat ngeredainnya.

Tahun ini, Abang agak kurang intensif bikin jamu homemade. Karena sudah lelah mengantar anak-anak bolak-balik ujian paket. Sedangkan aku memang biasanya gak handle bikin jamu karena masih ada tanggung jawab lainnya. Intinya sih, aku gak biasa bikin jamu hehe. Itu seperti jadi pembagian tugas yang tak terucap dan disadari masing-masing pihak :D.

Kemungkinan Abang gak bisa bikin jamu ini, jadi pembahasan kami sebelum puasa. Akhirnya alternatifnya, Abang beli ekstrak kunyit dan jahe merah. Ekstrak kunyit ketika diseduh rasanya lebih ke rasa temulawak dan kekurangannya serbuknya agak kurang nyaman untuk anak-anak. Jadinya, gak sering bikin untuk mereka.

Jadinya lebih ke vitamin anak-anak aja yang diminum ketika malam (bukan ketika sahur). Kadang-kadang juga kami beli Kiranti.

Hafalan di Sore Hari

Kalau sudah sore dan aku sedang masak, kakak-kakaknya sudah berangkat TPA, aku malah ajak mereka hafalan supaya mereka gak merasakan waktu berjalan panjang.

Alhamdulillah mereka juga mau dan gak kelihatan lemas atau gimana.

Kadang-kadang aja mereka goda-godain aku dan ngomong, “Buka, Mi?” beberapa kali.

Aku malah jawab, “Ummi gak mau maksa. Kalau kalian mau buka ya gpp. Nanti kalian rasain gimana rasanya buka di tengah jalan. ”

Jadinya malah mereka cengar-cengir ketawa dan ya gak mau buka. Nerusin main mereka.

Gak Ikut TPA

Mereka belum ikut TPA. Karena untuk usia mereka, memang kami gak melepas anak main atau beraktifitas sendirian di luar rumah tanpa pengawasan.

Walaupun ada Ziyad, Thoriq dan Luma, tetap aja bukan yang akan bisa mengawasi sebagaimana layaknya seorang ibu :).

Jadi, kalaupun mereka sesekali aku ajak ke TPA seperti kakak-kakaknya dulu, ya sekedar cuma mampir dan menengok aja. Bukan untuk beraktifitas sebagai santri TPA hehe. Karena mereka alhamdulillah juga udah belajar di rumah. Jadi lebih untuk selingan kegiatan mereka aja.

Selama 17 hari puasa, baru sekali mereka berhasil aku ajak ke TPA. Itu juga karena mereka minta. Kalau Handzolah pernah dengan bang Hen. Kholid gak mau keluar kalau bukan sama aku.

Kenapa gak bisa sering-sering. Karena aku biasanya masih masak dan berakifitas di rumah. Plus juga nunggu momen yang tepat. Gak mungkin kan ninggalin Abang di rumah sama H (yang bantu di rumah). Pilihannya, nyuruh H pulang lebih cepat, atau Abang ikut juga ke TPA hehehhe. Begitulah salah satu perjuangan aku untuk keluar dengan kembar.

Tapi alhamdulillah mereka juga gak pernah yang maksa-maksa atau merengek untuk ikut terus ke TPA. Karena insya Allah di rumah juga tetap bisa beraktifitas menyenangkan.

Hadiah?

Untuk hadiah puasa, dari dulu aku gak bilang ke anak-anak, “Kalau kalian puasa full, kalian akan dapat begini dan begitu.”

Gak seperti itu. Karena itu seperti jadi prasyarat. Jadi lebih ke kalimat lepas aja semisal, “Insya Allah nanti beli hadiah ya buat kalian. Nanti boleh dibuka pas lebaran insya Allah ya.”

Itupun setelah proses berjalan dan melihat prosesnya mereka. Bukan diomongi dari awal. Malah khawatir menganggu fitrah keinginan beribadah yang sudah muncul dari mereka.

Gak pernah juga kasih hadiah uang sesuai mereka full day atau half day puasanya. Alhamduilllah, Allah beri petunjuk untuk ikut berpuasa ke anak-anak tanpa perlu diiming-imingi ini. Benar-benar smooth tanpa tangisan atau rengekan karena memang keinginan untuk ikut berpuasa dari mereka alhamdulillah.

Semuanya karunia dari Allah.

Bisa ngebayangin aku bangunin 5 anak tiap sahur? ^^

cizkah
Ramadhan malam ke 18/20 April 2022

Bangunin Kembar Sahur

Catatan kembar puasa udah ada di blog alhamdulillah.

Sampai hari ini alhamdulillah bi fadhlillah, kembar masih full puasa.

Singkatnya, dari jauh-jauh hari, mereka memang pingin banget puasa.

Selama ini mereka ga rewel atau ada acara nangis-nangis minta buka alhamdulillah.

Baca selengkapnya Bangunin Kembar Sahur

Ngerasain Pelit

Alhamdulillah tahun ini, TPA Ramadhan ada lagi di masjid kampung ini.

Kali ini, Luma udah ikutan secara mandiri ❤️. Alhamdulillah.

Setiap pulang, anak-anak TPA bawa kotak makan takjil.

Luma selalu makan bertiga sama adik kembar, Masya Allah tabarokallah.



Kemarin, ujian untuk berbagi — yang sebenarnya lebih mudah — terjadi ke semua anak kecuali Ziyad karena dia masih di masjid.

Baca selengkapnya Ngerasain Pelit

Ketika Kembar Ikut ke Progo

Kemarin, tanggal 11 April 2022, alhamdulillah akhirnya dapat momen tepat buat keluar rumah. Makanan buat buka udah selesai. Gak hujan. Bertepatan dengan Thoriq dan Luma yang ikut ke TPA yang diadain tiap sore selama bulan Ramadhan.

Jam 4-an aku bilang ke Abang, “Yuk, ke Progo sekarang. Bisa gak?”

Karena beberapa hari yang lalu, udah sempat ada kejadian yang menunjukkan aku tuh udah lama banget gak keluar yang sifatnya buat narik napas dari segala rutinitas, Abang tanpa ragu juga nge-iya-in.

Alhamdulillah, tahun ini, benar-benar menunjukkan akan berakhirnya pandemi. Kami yang udah melalui beberapa sakit yang mengarah ke kena si virus, juga insya Allah gak sestrict dulu 1,5 tahun awal pandemi berlangsung.

Baca selengkapnya Ketika Kembar Ikut ke Progo

Kembar Puasa

Alhamdulillah, sudah hari ke-10.
Alhamdulillah, kembar ikut puasa full sejak hari pertama Masya Allah laa quwwata illa billah.

Cerita tentang mereka puasa insyaallah di blog yah.

Sebenarnya, kemarin-kemarin, kaya ga punya energi sama sekali buat nulis atau cerita apa pun.

Energi yang ada, memang aku fokusin dulu untuk di rumah. Kayanya, dari akhir Desember kemarin, ngomong gini terus hehe. Tapi ya emang mesti sabar dan sabar dan lebih sabar lagi.

Soalnya, ada 2 anak yang ujian paket di tahun yang sama. Pas ujian paket, pas bulan puasa.

Bawaannya cukup cemas. Tapi tetap berusaha tenang.

Alhamdulillah, ujian paket B Ziyad sudah terlalui. Abang sehat. Ziyad sehat.

Hari Jumat, dapat pesan di grup paket B dari Bu Tuti. Yang intinya, bersyukur karena sudah selesai ujian paket B-nya. Tinggal lagi ASPD.



…….

Aku baca kalimat itu langsung diam sejenak. Trus nyamperin Abang. Ngebacain kalimat dari Bu Tuti. Kita ketawa-ketawa meringis. Trus manggil Ziyad.

Ngasih tahu kalimat itu. Ziyad yang juga bawaannya dodol suka bercanda, ngadepin ada kemungkinan bakal ada ujan lagi (ujian ASPD) bulan Mei, malah langsung bereaksi kasih gesture lucu-lucu.

Ya udah, dijalanin aja semuanya kan. Minta kemudahan Allah.

Insyaallah pekan depan, Thoriq yang akan melalui ujian paket A. Semoga lancar semuanya. Sehat-sehat, Allah kuatkan dan mudahkan selama proses ujian. Aamiin



Kemeja hijau dipakai Kholid dulu punya Ziyad.

Kemeja biru dipakai Handzolah, dulunya punya Thoriq :).

Ini lagi pergi sebentar ke Progo di dekat rumah kemarin. Ada cerita tentang ini, alhamdulillah sudah aku tulis di blog ☺️.

Mindset Bersepeda

Ziyad suka olahraga alhamdulillah. Setelah Ziyad beralih ke sepeda yang lebih besar, Abang beberapa kali mengajak bersepeda jauh dengan Ziyad dan Thoriq, Abang sempat mengira Ziyad kurang kuat untuk bersepeda jauh karena dia biasanya segera ingin pulang. Kadang dia juga kelihatan kurang bersemangat saat diajak bersepeda bersama.  

Waktu itu, memang sepeda yang tadinya buat dia, dialihkan jadi sepeda yang dipakai Abang untuk bersepeda bersama. Ukuran sepedanya lebih cocok untuk dipasang boncengan di depan dan di belakang. Sedangkan Ziyad, pakai sepeda yang juga Abang beli tapi ukurannya lebih kecil. Waktu beli sepeda yang ini, aku juga heran kenapa Abang beli ini – yang tadinya diniatkan buat Abang pakai. Karena menurut aku, ukurannya agak nangggung.

Baca selengkapnya Mindset Bersepeda

Masih Hal yang Sama

Masih di sini.

Masih melakukan aktifitas yang sama alhamdulillah.

Fokus itu, kadang kelihatannya biasa-biasa aja. Kelihatannya…mungkin membosankan. Nothing special.

Tapi gpp insyaAllah. Karena yang kita lakukan, tujuannya insyaAllah bukan untuk impress siapa-siapa ya.

Baca selengkapnya Masih Hal yang Sama

Rindu

Masih belum tahu caranya menghilangkan rindu secara cepat. Rasanya aku masih ingin melalui waktu bersama dengan tenang. Tapi, ternyata aku sudah harus terburu menyiapkan keberangkatan Ziyad ke pondok.

Yang ada, ketika Abang dan Ziyad berangkat, tinggal lelah yang terasa. Baru kemudian malamnya aku menangis tersedu-sedu – sendirian – karena baru menyadari bahwa rinduku belum sembuh.

Baca selengkapnya Rindu

Jangan Buat Adik Saling Iri

Alhamdulillah, akhirnya bisa dibilang kondisi boneka rajut singa punya Handzolah sudah sampai di tahap sama dengan punya Kholid. Terakhir kemarin aku tambahin jahitan di hidung.

Sebenarnya, aku udah mengupayakan supaya warna rambutnya sama. Tapi ternyata benang yang aku pakai waktu bikin yang punya Kholid bukan pakai stok benang guluangan besar. Akhirnya sampai bela-belain minta Abang antar ke toko alat jahit – yang alhamdulillah dekat rumah – waktu aku kontrol gigi bulan kemarin.

Baca selengkapnya Jangan Buat Adik Saling Iri

Wadi, Madzi dan Mani

Lagi dijelasin tentang wadi dan madzi. Ga kerekam dari awal tapi :). Ini juga aku ngerekamnya berusaha gak ganggu dan mutus Abang yang lagi nerangin.

Penjelasan penting untuk anggota keluarga karena berkaitan dengan najis.⁣
Najis yang kemungkinan menempel di pakaian dan ga disadari.⁣⁣
Kalau najis di kaki atau tangan, biasanya masih kelihatan dan disadari untuk dibersihkan. ⁣


Tapi kalau wadi dan madzi bisa jadi ga disadari kalau belum punya pengetahuan tentang ini. ⁣⁣
Kita muroja’ah sedikit pengetahuan tentang ini ya :).⁣⁣
⁣⁣

WADI⁣⁣

adalah cairan putih keruh yang muncul tanpa syahwat. Biasa keluar sebelum atau setelah kencing, pup, mengangkat beban berat atau kelelahan.⁣⁣


Wadi itu najis dan wajib dibersihkan. Amannya kalau perempuan misal ga sadar, ganti aja celana dalam misal dalam kondisi lelah (safar dll).⁣⁣


MADZI⁣⁣

adalah cairan bening, lengket, mirip air liur yang tanpa buih. Madzi keluar karena syahwat. ⁣⁣

Madzi itu najis dan wajib dibersihkan. ⁣⁣

>>⁣

Konteks membersihkan najis wadi dan madzi ini terutama ketika akan melakukan ibadah seperti sholat atau membaca Al-Quran ya. ⁣⁣

Karena wudhu tapi kalau masih ada najis yang melekat ini maka tetap perlu dihilangkan najisnya. ⁣⁣

MANI⁣⁣

Kalau ini cairan berwarna putih kental. Keluar karena syahwat. Biasanya disertai rasa lemas setelah keluar.⁣⁣
⁣⁣
Mani tidak najis.⁣⁣
⁣⁣
TAPI…⁣⁣
Untuk pasangan suami istri, biasanya mani akan keluar setelah berhubungan⁣.⁣
Dan saat berhubungan, pasti diawali adanya madzi.⁣⁣
⁣⁣
Jadi, amannya, seluruh area dan pakaian ⁣
saat itu dibersihkan agar bersih dari najis madzi ☺️.⁣⁣
⁣⁣
Semoga bermanfaat.⁣⁣
@cizkah⁣⁣
⁣⁣
#wadi #madzi #mani #najis #islam #sunnah #catatancizkah⁣⁣ #limaanakhomeschooling #parentingislam
⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣- Versi Instagram