“Mi, Ummi ko gak kaya keluarga lain, Mi. Nonton tv sambil santai-santai?”
Aku sama Abang langsung ketawa.
Aku lagi “belepotan” bawa laptop, buku, tablet, lampu duduk, ke area ruang tengah dimana kasur buat tidur anak-anak dan aku berada. Aku lagi mau ngerjain sesuatu dekat kembar. Maksudnya biar mereka tetap ngerasa dikelonin, hehe.
Mau dibilang 2 tahun ini tahun yang sangat berat…tapi malu. Karena 2 tahun ini juga banyak sekali kemudahan dan hal-hal yang sangat patut disyukuri yang itu luar biasa.
Biasanya, kembar pakai Al-Qur’an Al-Fatih besar (A4) seperti dari kemarin terlihat. Al-Qur’an Al-Fatih, terbitan Indonesia, ada terjemahan per kata dan terjemahan ayat.
Dulu, kami beli 3 Al-Qur’an Al-Fatih. Yang 2 sudah pernah dipakai dipakai Ziyad dan Thoriq sampai lusuh dan pretel. Satu Al-Qur’an lagi, sengaja dibelikan persediaan untuk Luma.
Setelah kembar mutar baca dari An-Naba – An-naas dengan melihat Al-Qur’an, aku tahu mereka sangat butuh perbaikan di SETIAP AYAT di SETIAP SURAT.
Tadinya, aku mikir, gimana cara perbaikan hafalan mereka. Soalnya, mereka udah nambah hafalan Al-Insan.
Akhirnya mutusin untuk stop hafalan baru. Perbaikan dulu aja hafalan lama.
Alhamdulillah, Allah mudahkan. Tetap pakai cara pengulangan per ayat tapi proses dan hasilnya alhamdulilah lebih cepat. Ga seperti hafalan baru.
Prosesnya ketika akan ngulang satu ayat, aku tes dulu. Misal ayat yang diulang agak berat ga lancarnya, ulang 10x. Kalau agak ringan dan lancar, ulangnya 5x.
Alhamdulillah, biasanya dapat 3-4 AYAT yang diperbaiki, kemudian aku minta gabung.
Mereka ngulang dari surat An-Naba. Tapi aku selingin juga ngulang ke surat yang di belakang supaya ga kelamaan ga dimuroja’ah.
Kalau pas surat pendek bagian belakang, satu hari bisa perbaikan 2-3 SURAT alhamdulillah.
Alhamdulillah kemarin mereka sudah selesai perbaikan An-Naba dan alhamdulilah aku cek sangat jauh lebih baik daripada sebelumnya insya Allah.
Proses belajar si kembar untuk iqro dan hafalan seperti ini ^^. Kadang yang lagi baca iqro harus nunggu dulu aku benerin yang lagi dibenerin bacaan Al-Qur’an-nya :).
Ini kelihatan dikerjakannya (1 ayat tapi 6 baris), dikerjakannya pas ga satu kali duduk. Dan pas ga satu hari.
Yang awal pas tirai belum dibuka. Video selanjutnya, hari berikutnya pas tirai udah dibuka.
[versi instagram bisa di akses di Allah Maha Esa; postingan 13 Agustus 2022]
Apakah anak-anak belajar nulis Arab?
Kalau pas Ziyad, dia udah biasa dapat tugas nulis 1-2 halaman pelajaran bahasa Arab dari Abang sejak usia 9 tahun.
Pernah Ziyad dan Thoriq dititipin ke tempat Uus di Bantul karena pas hamil kembar, aku kontraksi intensif di usia kehamilan 7 bulan. Harus opnam2 hari karena disuntik pematang paru.
Ternyata dikasih kabar kalau Ziyad dikasih kegiatan nulis surat Al-Fatihah. Kebayang kalau anaknya belum biasa, bakal ngerasa berat banget.
Tapi aku belum belajar nulis khot waktu itu. Alhamdulilah tulisan Arab Ziyad sekarang menurut aki udah cukup rapi insya Allah.
Thoriq kemarin sempat belajar menulis dari salah satu buku. insyaAllah pas udah ketemu fotonya aku share dan jelasin tentang buku belajar khot.
Luma masih sangat pembiasaan di berbagai hal. Jadi belum intensif. Masih pelan-pelan tapi akan ada saatnya akan aku intensifkan insya Allah.
Meja panjangnya dipindahin ke dalam. Soalnya di luar lagi mendung. Kalau mendung, terasnya jadi gelap banget.
Ini mereka lagi ngerjain soal dari buku gasing. Bahas buku gasingnya di post sendiri ya insyaAllah. Belum foto-foto.
Mau cerita lainnya.
Waktu aku pikir bisa “narik napas” setelah antar Ziyad hari Kamis dan pelan-pelan mau beresin rumah setelah segala persiapan ke pondok 2 anak..
Ternyata ujian berikutnya langsung ada lagi…
Waktu Thoriq dijemput hari Sabtu, aku sambut di pintu ke arah garasi.
Abang langsung cerita sesuatu.
Thoriq yang lagi aku peluk juga langsung nangis. Kasihaan…
Malamnya dan hari-hari berikutnya, dia sakit. Drop, lemas, pilek.
Malam Rabu, aku pesan alat nebulizer khawatir Kholid ketularan dan efeknya bakal cepet kaya sebelum-sebelumnya.
Sengaja cari yang di Jogja. Kamis siang udah sampai alhamdulilah.
Alhamdulillah Kholid baik-baik aja.
Malam Kamis, akhirnya Thoriq diuap pakai minyak kayu putih pakai nebulizer.
Alhamdulillah ternyata ingusnya langsung keluar meleer…
Besoknya dia enakan dan lebih ceria. Udah bisa nimbrung sama adek-adeknya duduk di meja di video ini. Tapi nafasnya masih agak pendek. Jadi biar bener-bener nunggu fit dulu baru diantar ke pondok.
Ketika baru mau “narik napas” lagi, qodarullah Jumat pagi tiba-tiba Luma demam.
Laa haula wa laa quwwata illa billah…
Sehari sekali, Luma juga diuap minyak kayu putih.
Alhamdulillah jadi keluar ingusnya.
—
Alhamdulillah insyaallah mulai terlalui. Thoriq di antar sore ini ke pondok Luma udah enakan ga lemes lagi. Udah mulai tegak, makan sendiri dan mulai baca-baca lagi.
Masakan teri itu sebenarnya bisa sangat enak sekali. Tapi pengalaman tinggal di Jogja, ternyata ketika masak teri, belum tentu bisa menghasilkan masakan teri yang sesuai harapan. Biasanya karena kandungan garam yang sudah sangat berlebihan atau mungkin rasa lainnya (bahan kimia) yang terasa di teri.
Karena menikah dengan Abang yang berasal dari Jambi, masakan teri cukup kental ada di menu keluarga. Dari awal nikah, setiap dikunjungi, Mak Bapak (panggilan buat ibu bapak mertua aku) bisa dipastikan bawa teri.
Teri pulau dari Jambi. Khasnya kalau disana dibersihkan kepalanya dan dibelah untuk menghilangkan kotorannya.
Alhamdulillah dapat resep mudah dan enak; resep sambal teri terong. Resep ini dari akun instagram kumpulan resep masakan orang-oran di akun @idemasakgampang.
Sebenarnya, udah lama aku mau cerita tentang salah satu khasiat kencur selain obat batuk.
Udah ngetik juga sebagian kisah mendebarkan di akhir Desember 2020. Dimana Corona benar-benar masih sangat menyeramkan dan ke rumah sakit jadi hal yang hampir mustahil.
Saat itu, anak-anak – terutama Handzolah -, sakit diare parah gara-gara salah dikasih suatu makanan oleh yang bantu di rumah.
Nyoba berbagai macam obat alami, ga ada yang ngaruh. Sampai terakhir, lihat di buku Abu Muhammad, resep yang belum aku coba jalanin dan ada bahannya di rumah adalah kencur.
Alhamdulillah, biidznillah, setelah diminumin air perasan kencur, Handzolah benar-benar langsung berhenti bolak-balik diare air. Legaaa banget.
Aku cerita sekarang, mengingat sepertinya benar-benar lagi merata orang-orang yang sakit dengan ciri yang sama – iykwim.
Bahkan dua hari yang lalu, aku dan krucil juga baru aja demam tinggi, badan ngilu-ngilu, sakit tenggorokan.
Efek lain dari demam tinggi ini, terutama ke anak-anak kalau ga ke muntah atau ke mencret air. Perut jadi ga nyaman dan kalau pup, keluarnya banyak angin air.
Malam saat demam tinggi, jam 2 pagi, Handzolah kebangun karena mencret air. Jam 3 paginya, Kholid yang mulai berkeringat kebangun dan bertingkah aneh, tanda biasanya mereka mimpi buruk.
Alhamdulillah, esok paginya, suhu mereka mulai turun. Tapi, mereka mulai pup di celana. Bayangin, akunya juga lagi ngilu-ngilu meriang, abis begadangan, mesti bolak-balik ke kamar mandi. Nyebokin sama sikat-sikat celana bekas pup air mereka.
Pagi itu, Abang udah sibuk kupas-kupas jahe, kencur, kunyit buat bikin jamu. Alhamdulillah sudah banyak kencur yang dikupas Abang. Aku minta bbrp kencur karena ingin cepat jadiin kencur ini untuk obat untuk kondisi perut si kembar.
Parut, tambahkan air sedikit, kemudian peras. Memang dapatnya sedikit. Gpp insyaAllah.
Biasanya, kalau untuk obat batuk, aku minumin 1sdt-1sdm. Tapi karena kmrn ga nakar-nakar kencurnya dan nambah airnya juga ngira-ngira, jadinya tiap anak aku kasih 2-3 sdm.
Alhamdulillah, setelah minum ini, mereka ga pup di celana lagi dan bisa istirahat. Aku juga bisa istirahat alhamdulillah .
Saat membahas tentang tips memperdengarkan Al-Qur’an untuk anak-anak untuk memudahkan proses menghafal, beberapa kali aku mendapat pertanyaan terkait dengan ayat 204 di surat Al-A’raf.
Artinya: Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Pertanyaannya, gimana kalau anak main, apa tetap distel? Bukannya nanti berarti gak mendengarkan baik-baik? Untuk menjawab pertanyaan ini, biasanya aku memberi jawaban umum yang intinya, kalau ragu ya gpp silakan gak pakai cara ini.
Aku khawatir kalau aku memberi jawaban, sifat jawabanya tetap akan tetap kurang kuat dan terkesan jadi pembenaran. Karena cara ini pun bukan aku sendiri yang memulai. Tapi mengikuti cara yang telah dilakukan sebagaimana telah aku jelaskan di tulisan pertama tentang ini, judulnya: Tips Cara Memperdengarkan Al-Qur’an; Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an (Dengan Speaker)