Oh Ziyad…

Ceritanya…hari ini Ziyad tersiram air panas di punggung tangan kanannya. Qodarullah wa masya a fa’al…

Yang bikin aku terharu masya Allah, pas lagi nangis-nangis karena kesakitan..dia tetap sadar berdoa,

“Semoga nanti sembuh Mi…hwaaa…. (sambil nangis)”

Terus lagi, pas pulang dari dokter dia yang udah ketawa-tawa malah heran melihat aku murung. Sedih sih sebenarnya…karena aku yang nuang air panas itu. Plus karena panik, begitu masuk air, itu tangan langsung aku gosok (AAA!!!), jadi mengelupaslah dia. Padahal biasanya kalo kaya gini asal disiram air dingin trus dikasih minyak habbatussauda, walaupun melepuh dia bakal agak ngempes, gak sampai gelembung banget in sya Allah…qodarullah wa masya a fa’al.

Melihat aku murung,  malah dia yang ngomong,

“Sabar ya Mi. Doain Ziyad aja. Ziyad sabar in sya Allah….” Huhuhu…

Oh anakku…masya Allah..Barokallahu fiik.

Niatnya…

Niatnya…libur lebaran ini mo posting ini dan itu. Di blog ini atau di ummiummi. Mo nyelesein beberapa proyek pribadi…mo nambah hafalan banyak-banyak :D.

Qodarullah qudroh masih gak sesuai dengan irodah. Masih seperti hari-hari kemarin…sering terkapar karena pusing.  Agak kesulitan beradaptasi dengan keadaan fisik sekarang.  Ditambah lagi pas awal libur abang masih sangat disibukkan dengan kejadian kemalingan.

Mo mulai membiasakan lagi pelan-pelan dengan berbagai kesibukan yang ada insyaAllah. Contohnya nulis ringan kaya gini hehe…

Learning is a Journey

Pertama…kalo dalam proses belajar ada yang merasa stress…kemungkinan besar ada yang perlu diperbaiki. Mungkin metodenya yang salah, prakteknya yang kurang tepat, waktunya yang belum tepat dst.

Kedua…no no no..Jangan sampai kesan awal yang ditangkap anak saat menghafal Quran adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak menyenangkan dll.

Ketiga bertahap.

Keempat…sesuaikan dengan perkembangannya.

Kelima…learning is a journeeey…it’s not a race hehe..

Prakteknya gimana nih maksudnya?

Baca selengkapnya Learning is a Journey

“Abang Mau Nikah Lagi In Sya Allah”

Siang itu, abang makan di rumah. Abang gak terlalu sering makan di rumah. Bolak-balik kantor rumah, walaupun dekat katanya tetap makan waktu. Apalagi nanti tergoda pengen bercanda sama anak-anak.

Karena sekalian sholat Jumat dan makan di rumah, berarti abang agak lama di rumah. Makanya aku putusin, “Dandan ah”.

And then..pulang sholat Jumat..anak-anak pas udah hampir selesai makan siang. “Yuk bang, makan.”

Terus abis ngobrol-ngobrol tentang hal-hal yang ringan, mulailah pembicaraan itu.

“Dek…abang mau ngomong serius.”

Senyum-senyum.

“Abang mau nikah lagi in sya Allah.”

Baca selengkapnya “Abang Mau Nikah Lagi In Sya Allah”

Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?

wipol

 

Baca selengkapnya Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Kepala Tiga…

Ada yang tanya aku umur berapa :).

Pas dijawab udah umur 31-an (aku lahir Oktober 81 :)), terus dijawab, “Pantes gaya bicaranya masih kaya anak muda.”

Hehe…kalo itu gak tahu karena umur atau apa sih. Atau…jadi mikir, harusnya seperti apa ya? Atau mungkin gaya ibu-ibu banget yang udah berumur…Eh..tapi umur berapa ya. Balik-baliknya lagi, kayanya juga bukan masalah umur.

Mo nulis tentang ini udah lama. Tentang perkembangan…mmh…apa ya kata tepatnya.
Yang jelas…sampe kemarin aku umur 29 tahunan…seakan-akan yang ada di otak aku – secara sikap dll – aku tuh masih umur 23 :D. Serius. Gak merasa udah makin tua atau semacam itu. Mungkin suatu saat kalian yang masih muda-muda bakal ngerasain. Makanya sempat juga nulis tentang masih aneh di panggil Bu.

Baca selengkapnya Kepala Tiga…

Jeng Maryam

Jeng

Punya panggilan sayang dari suami?

Hihi…mo ketawa duluan nulis ini.

Mungkin hampir setahun yang lalu, ada yang memutuskan mau manggil aku dengan sebutan, “Jeng…”

Kata abang, jeng itu kesannya lembut, dewasa, keibuan (lupa deh tepatnya :D).

Karena si sanguinis ngomong sama orang melankolis yang suka cenderung memandang dari sisi negatif :D. Aku langsung ngomong,

“Jadi aku kurang lembut, kurang keibuan…bla bla…?” 😀

Biasanya menghadapi pola pikir aku yang kaya gitu ya si abang ketawa aja. “Abang tu heiiraan…kok bisa mikirinya ke situ..” 

Baca selengkapnya Jeng Maryam

Sakit dan Pulang…

Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe. 

Baca selengkapnya Sakit dan Pulang…

Isyarat Mati…

Pernah penasaran dengan hal ini?

Aku pernah…

Sering mungkin…

Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ini. Sedih karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda kematian dari diri kita sendiri. Kemudian setelah kita meninggal, orang-orang akan berbicara, “Kemarin sempat dia ngomong ini dan itu…” yang seakan-akan memang menguatkan bahwa diri kita sebenarnya memberikan tanda-tanda kematian.

Baca selengkapnya Isyarat Mati…

Otodidak dan Setengah-Setengah [Edisi Melow]

Qodarullah, berbagai hal dan keterampilan yang sekarang aku miliki, sejak dulu “harus” aku pelajari dengan cara belajar sendiri. 

Akibat dari hal itu, seringkali aku merasa tidak percaya diri. Beberapa kali aku curhat ke abang, “Bang…aku ko serba setengah-setengah ya?” Menanyakan itu dengan wajah sedih. 

“Maksudnya gimana?”

Baca selengkapnya Otodidak dan Setengah-Setengah [Edisi Melow]

Kangen Olah Raga

Masih lanjut cerita barusan. Pas lagi ngerasa nafas pendek itu, aku jadi merasa pingin sekali olah raga. Terus baru sadar kalau dulu sebenarnya termasuk rajin olah raga. Cuma saat ini banyak olah raga yang biasa aku jalani kayanya gak memungkinan untuk dijalankan.

Renang

Aku bisa renang dari kelas 1 SD. Bisa berenang karena gak sengaja kepleset trus langsung gerak-gerakin kaki.  Suka banget sama berenang. Cuma gaya kupu-kupu aja yang aku gak bisa. Gaya dada, gaya bebas, gaya kodok bisa 😀 in sya Allah. Walau abis berenang kulit langsung jadi kebakar. Waktu itu, berenang jadi ekstrakurikuler. Setelah itu, kalo lagi ada kesempatan ya ke tempat kolam renang umum sama mba Maya dan Jepi. Dulu Icad belum ada. Beda umur aku sama Icad (adik yang bungsu 10 tahun hehe).

Baca selengkapnya Kangen Olah Raga

Cerita Kopi

Akhir-akhir ini, Thoriq lagi masa-masanya pingin duduk ditemani bersama saat bermain. Sama seperti Ziyad dulu juga, aku diminta main mobil-mobilan atau mainannya, membuat suatu cerita, kemudia dia memperhatikan  (baca: nonton) aku memainkan mainannya hehe…  Belum lagi Ziyad yang juga suka sekali kalau aku berperan jadi si Dino boneka dinosaurus. Plus, Thoriq juga jadi jarang tidur siang sejak disapih.

Karena banyak waktu yang digunakan bersama anak-anak, waktu untuk pekerjaan di siang hari jadi berkurang. Alternatifnya harus memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat mereka tidur. Karena hasrat badan sebenarnya ingin ikut tidur sama mereka, tapi karena banyak amanah yang harus dijalankan, maka aku harus melek. Terus jadi memberanikan diri minum kopi. Herannya, aku gak kena migraine atau maag seperti biasanya.

coffee lover

Baca selengkapnya Cerita Kopi

Banjir dan Banjir…

Waktu masih tinggal di Jakarta, aku pernah merasakan susahnya masa-masa Jakarta banjir seperti sekarang. Tepatnya waktu aku kerja sebagai desainer grafis di kawasan Bintaro awal tahun 2002.

Macet parah di tengah perjalanan ke tempat kerja. Harap cemas karena gak sampai-sampai. Akhirnya jalan jauuuuh sekali untuk sampai ke tempat kerja.

Pulang dari tempat kerja….rasanya lebih cemas lagi. Ada angkotkah? Bisa pulangkah? Gimana kalo gak ada angkot. Kan jauh banget Bintaro ke Andara.

Baca selengkapnya Banjir dan Banjir…

Jarang-Jarang…

Salah satu kenikmatan hidup di Jogja adalah sering ada Islamic Book Fair. Gampang dijangkau dari rumah alhamdulillah. Cuma 15-30 menit bisa sampai, gak pakai macet :D.

Salah satu kenikmatan lagi pas Islamic Book Fair kali ini, si abang lagi dapat rezeki tambahan dari Allah.
Salah satu kenikmatan lainnya lagi adalah, suami yang juga ikut semangat melengkapi perlengkapan permainan edukatif di rumah sejak kejadian kemarin.

Jadi, berangkatlah kami Ahad ini ke Islamic Book Fair.Walau sempat salah tempat karena ternyata bukan di  gedung Wanita Tama – dimana biasanya Book Fair di adakan di situ – tapi kali ini diadakan di GOR UNY. Walau hampir gak jadi karena hujan yang luar biasa lebat. Walau terjebak di Masjid Kampus UGM selama hampir 2 jam karena hujan itu.

Baca selengkapnya Jarang-Jarang…

Hallo Blog

stasiun tugu jogja
Pulang dari Jakarta, sampai pukul 5 pagi. Keluar dari stasiun jam 6-an.

Hampir 2 weekend ini “sibuk”.
Weekend kemarinnya lagi, sibuk persiapan mo berangkat ke nikahan adik di Jakarta.
Weekend yang baru saja berlalu, acara nikahannya itu sendiri (dan tentu saja aku berharu biru menahan tangis huhu…love my lil brother so much!). Plus acara balik ke sini langsung malam hari itu juga. Capek.
Banyak banget yang mo diceritain.
“PR” postingan sebelum bepergian kemarin udah banyak. Tambah lagi cerita menarik pas kami di Jakarta masyaAllah.
Tambah lagi kejadian-kejadian yang baru aja…
Tapi gak tahu kapan bisa mostingnya.
Badan langsung ngedrop pulang dari Jakarta. Pusing gak ilang-ilang.
Stock dagangan poster pas abis. Pas lagi dapat sms pesenan yang alhamdulillah udah pada kenal semua, jadi bisa pengertian dengan kondisi ngedropkuh dan semoga bisa bersabar yah.
Kerjaan yang banyak. Bayangin 2 aplikasi, pake gambar2 semua. Belum interfacenya…
Mudah-mudahan pelan-pelan bisa diurai dan dibereskan satu persatu.
InsyaAllah.
Aamiin.

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung