Blush Off

Kemarin siang, aku lagi siap-siap ke dokter gigi dan lagi pakai bedak tipis.

Ga pakai pelembab apa-apa karena emang lagi abis.

Luma yang lihat nanya, “Ummi ko pakai bedak?”

“Iya. Kan tiap hari juga biasanya pakai.”

Masih nanya lagi, “Kan, Ummi mau ke dokter gigi?”

Maksudnya, biasanya aku pakai kan cuma di rumah aja gitu :).



Tapi aku udah tau arah pertanyaannya.
Jadi aku jawab lengkap sambil nerusin pakai blush on tipis.

“Iya, Ummi pakai biar ga kelihatan kusem lesu. Kan ketemunya nanti dokter gigi. Bukan Ummi dandan terus sampai luar di buka terus dilihat laki-laki.”

Terus aku juga keingat kejadian bulan Agustus yang lalu.

Luma dan anak-anak ikut aku ke pertemuan ibu-ibu RT. Sampai halaman, aku baru nyadar kalau Luma pakai blush on.

Waktu itu, aku langsung nasehatin supaya ga pakai blush on ketika keluar rumah. Apalagi Luma masih anak-anak.

Baca selengkapnya Blush Off

Hafalan Luma dan Kembar

Beberapa waktu yang lalu, ada yang mengomentari salah satu story yang aku buat di instagram. Berkaitan tentang balance-nya aku dalam berkegiatan bisa di dunia maya dan bermedia sosial.

Jawaban aku :)?

Itu kemungkinan karena “kelihatannya”. Padahal sebenarnya, saat aku bikin story di instagram itu, setelah hampir 10 harian aku gak bikin story atau bikin postingan di feed.

Bahkan kalau dibilang balance berbagai hal di kehidupan nyata ya bisa dibilang “nggak juga”. Yang jelas berusaha menjalankan prioritas.

Utamanya kalau untuk aku, dalam pendidikan anak, prioritas paling utama adalah mendidik Al-Qur’an.

balance kehidupan
Baca selengkapnya Hafalan Luma dan Kembar

Abu Bakar dan Julaibib

Tadi malam, aku dapati kembar lagi pegang buku yang bisa dibilang buku favorit mereka hehe.

Aku tanya lagi baca siapa?
Handzolah baca Abu Bakar.
Kholid baca tentang Kholid.

Kemudian Handzolah nanya, “Emang Abu Bakar nemenin Nabi pas ke Madinah?”

Aku jawab, “Iya dong. Abu Bakar tuh yang selalu nemenin nabi. Yang langsung beriman sama nabi. Makanya Abu Bakar tuh sahabat yang paling disayangin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Handzolah langsung nyahut, “Kalau Julaibib?”

Baca selengkapnya Abu Bakar dan Julaibib

Buku Latihan Berhitung Gasing

Ini ya yang aku maksud buku latihan dari prof. Yohanes.

Alhamdulillah sekarang lebih mudah aksesnya, ga terkesan eksklusif kaya pas zaman Ziyad.

buku latihan gasing prof. yohanes
buku latihan gasing prof. yohanes

Ini cetakan 2021. Artinya cetakan baru.

Sempat sebelum-sebelum itu, aku cari di marketplace. Adanya keluaran lama dan ga lengkap plus mahal. Ga sreg jadi ga pernah jadi beli.

Baca selengkapnya Buku Latihan Berhitung Gasing

Sistem Backup Tulisan dari Instagram

Sekian tulisan sebelumnya, sebenarnya backup dari instagram. Ini aku lakuin karena instagram dari awal udah kurang bagus di sistem pencarian. Kita gak bisa search konten kita sendiri. Harus scroll. Dia juga gak muncul di pencarian google. Cuma ada sistem tag. yang kalau tag itu umum dan dipakai orang, bakal muncul jugalah postingan orang yang pakai tag yang sama.

Jadi, tulisan kita di caption, foto, atau apalagi story, itu gak akan bisa disearch.

Dulu aku pikir, ya udah posting cepat, pendek sesuai video atau foto yang tersedia sesuai dengan hal yang mau aku ceritain. Ada beberapa bahasan yang rencananya mau aku satuin dan bahas secara keseluruhan dalam satu tulisan. Tapi ternyata gak terwujud setelah sekian lama.

Baca selengkapnya Sistem Backup Tulisan dari Instagram

Nangis Saat Ngajar Anak-Anak

Salah satu pertanyaan ke Ziyad, saat wawancara seleksi masuk Hamalatul Qur’an (via telpon),

Pernah bikin Umminya nangis ga?

Ziyad jawab, “Pernah.”

Kapan?

Ziyad jawab, “Pas pelajaran matematika.”

Hahaha, ko dia ingetnya itu sih. Waktu itu aku heran.

Baca selengkapnya Nangis Saat Ngajar Anak-Anak

Berkorban untuk Akhirat Anak

Biasanya, kembar pakai Al-Qur’an Al-Fatih besar (A4) seperti dari kemarin terlihat. Al-Qur’an Al-Fatih, terbitan Indonesia, ada terjemahan per kata dan terjemahan ayat.

Dulu, kami beli 3 Al-Qur’an Al-Fatih. Yang 2 sudah pernah dipakai dipakai Ziyad dan Thoriq sampai lusuh dan pretel. Satu Al-Qur’an lagi, sengaja dibelikan persediaan untuk Luma.

Baca selengkapnya Berkorban untuk Akhirat Anak

Manfaat Bed Time Story atau Bed Time Hadits

Waktu generasi Ziyad Thoriq, pernah nulis tentang bed time story dan bed time hadits.

Karena generasinya udah beda, aku bahas lagi tentang ini ya.

Manfaat menceritakan kisah/hadits atau bahkan pengetahuan umum dari buku ke anak-anak tuh banyak banget.

Sebenarnya sama aja kita menyampaikan syariat, adab, akhlak atau pengetahuan yang berguna untuk pendidikan umum anak.

Tambahannya adalah, dengan dibacakan buku, anak akan mendapatkan tambahan kosa kata. Kalau bisa baca sendiri kemudian rajin baca buku apalagi ya.

Karena kosa kata percakapan sehari-hari itu terbataaas. Yang keluar kan kisarannya itu-itu aja. Apalagi ke anak-anak.

Baca selengkapnya Manfaat Bed Time Story atau Bed Time Hadits

Tips Lebih Cepat Masak Kue; Tulis Resep di Kertas

Suatu pagi, aku minta krucil untuk belanja telur ke warung Bu Salim yang letaknya dekat rumah.

Selama mereka beli telur, aku nyiapin bahan di atas.

Mereka datang, campuran bahannya tinggal aku kasih telur, mixer sebentar, gak lama udah masuk oven.

Menjelang qoilulah, kuenya udah matang.

Sorenya, Luma nanya, “Kok Ummi tadi pagi bikin kuenya cepet banget.”

Aku jawab, “Alhamdulillah, kemudahan dari Allah.”Kemudian sebab selanjutnya adalah aku baru sadar kalau aku pernah bikin tulisan resep untuk Luma waktu minta tolong Luma siapin bahan.

Tulisan di resep juga aku udah kali 2.

Aku nimbang pakai tulisan resep di kertas yang udah dikali 2. Jadi, ga bolak-balik lihat hp (iya aku lihat di blog aku sendiri resepnya biasanya hehe) dan juga ga perlu mikir lagi beratnya kalau 2x resep.

Alhamdulillah. Ngaruh banget supaya jadi lebih sat set insya Allah.

Tapi resep yang aku tulis buat Luma akhirnya udah kotor dan basah. Jadinya aku tulis ulang lagi.

Biar ga kena basah-basah atau terigu dan ga mesti nulis ulang, aku tempel deh itu resep andalan di tembok ^^.

Baru ingat dulu juga pas awal bikin roti juga gitu sampai akhirnya jadi hafal.

*

Sebenarnya gula aren di tulisan di atas gula palem. Tapi gpp, sama-sama enak insyaAllah.

*

Foto di slide 3 bukan foto pas di cerita ini.
Kalau itu foto beberapa hari yang lalu.

Ngabisin chocochip jadinya banyak taburan atasnya.
Malah dikomentarin kembar, “Kok, banyak banget Mi coklatnya?”

#kuecizkah #resepcizkah

Kemudian sebab selanjutnya adalah aku baru sadar kalau aku pernah bikin tulisan resep untuk Luma waktu minta tolong Luma siapin bahan.

Baca selengkapnya Tips Lebih Cepat Masak Kue; Tulis Resep di Kertas

Perbaikan Hafalan

Setelah kembar mutar baca dari An-Naba – An-naas dengan melihat Al-Qur’an, aku tahu mereka sangat butuh perbaikan di SETIAP AYAT di SETIAP SURAT.

Tadinya, aku mikir, gimana cara perbaikan hafalan mereka. Soalnya, mereka udah nambah hafalan Al-Insan.

Akhirnya mutusin untuk stop hafalan baru. Perbaikan dulu aja hafalan lama.

Alhamdulillah, Allah mudahkan.
Tetap pakai cara pengulangan per ayat tapi proses dan hasilnya alhamdulilah lebih cepat. Ga seperti hafalan baru.



Prosesnya ketika akan ngulang satu ayat, aku tes dulu. Misal ayat yang diulang agak berat ga lancarnya, ulang 10x. Kalau agak ringan dan lancar, ulangnya 5x.

Alhamdulillah, biasanya dapat 3-4 AYAT yang diperbaiki, kemudian aku minta gabung.

Mereka ngulang dari surat An-Naba.
Tapi aku selingin juga ngulang ke surat yang di belakang supaya ga kelamaan ga dimuroja’ah.

Kalau pas surat pendek bagian belakang, satu hari bisa perbaikan 2-3 SURAT alhamdulillah.

Alhamdulillah kemarin mereka sudah selesai perbaikan An-Naba dan alhamdulilah aku cek sangat jauh lebih baik daripada sebelumnya insya Allah.

Proses belajar si kembar untuk iqro dan hafalan seperti ini ^^. Kadang yang lagi baca iqro harus nunggu dulu aku benerin yang lagi dibenerin bacaan Al-Qur’an-nya :).

#kembarcizkah #alqurancizkah #homeschoolingcizkah

27 September 2022

Membersamai Pemuda

Waktu Ziyad masih di Ibnu Mas’ud, beberapa kali ada yang menawarkan supaya Ziyad sekalian aja pulang bareng sama keluarga mereka yang naik mobil karena searah dengan rumah kami.

Jawabannya sama yaitu berterimakasih atas tawarannya dan ga menerima tawaran tersebut karena Abang tetap ingin menjemput sendiri.

Baca selengkapnya Membersamai Pemuda