Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

Alhamdulillah dari awal sikap Ziyad dan Thoriq  sayang dan menyambut Luma. Apalagi Ziyad memang sudah paham akan hadirnya sosok bayi di rumah. Sebagaimana dulu dia pernah mengalami kehadiran Thoriq. Karena karakter Ziyad ma Thoriq beda, wujud sayangnya juga beda.

Ziyad itu tipe yang sering mengutarakan sayangnya lewat kata-kata. Atau dituangkan juga ke hasil-hasil karyanya. Jadi, dia serriing banget ngomong,

Baca selengkapnya Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

Catatan Ketika Punya Anak Perempuan

Karena anak pertama dan kedua laki-laki, pas tahu anak ketiga perempuan ada rasa cemas, senang, campur aduk. Pas lahir pun masih seperti mimpi…masya Allah…beneran perempuan. Ada berbagai hal yang serasa jadi kaya ibu baru. Masih cari-cari informasi sana-sini. Dapat masukan dari sana-sini. Berikut beberapa hal yang aku rasa bisa dibagikan ke ibu-ibu lainnya.

Baca selengkapnya Catatan Ketika Punya Anak Perempuan

Lahirlah Luma…

Cerita selanjutnya…lahirlah Luma.

The End… 😀

Haha…dari kemarin mau ketak-ketik kisah selanjutnya kok gimanaa gitu. Udah kelamaan soalnya ceritanya. Yah, lanjutin sedikit aja – mudah-mudahan gak jadi panjang ;D –

Saat aku sudah mulai pindah ke ruang bersalin, salah satu tetangga aku datang buat jagain Ziyad Thoriq di luar ruangan. Sebentar banget tapi karena dia katanya ada keperluan. Alhamdulillah akh Zakkiy datang kemudian full jaga mereka.  Kayanya bareng sama Abang juga datang.

Alhamdulillah Abang bisa ikut nemenin aku di ruang bersalin seperti biasa. Alhamdulillah, proses melewati fase persalinan masih terkontrol. Hampir sesuai harapan aku pas waktu lahiran Thoriq dulu hehe. Ga pake acara meringis kesakitan, entah mo ngapain, nangis dll. Setiap kontraksi datang, langsung konsentrasi nafas aja…Selesai kontraksi, ngobrol kaya biasa ke mba bidan junior yang nemenin (lupa namanya..padahal kemarin udah kenalan).

Sempat juga ngobrol masalah gentle birth, delayed umbilical cord. Pas terakhir-terakhir periksa, sebenarnya aku udah nanya-nanya tentang ini ke bu Mus. Cuma jawabannya karena itu gak masuk bagian dari SOP, jadi gak bisa dilaksanakan. Manfaatnya juga kurang signifikan, intinya gitu. Sedih juga sih waktu itu. Sempat cerita ke teman di wa, namanya Rima. Pas dapat kalimat yang intinya, “Bisa pro ASI dan IMD dah alhamdulillah, kalo bisa yang lainnya itu bonus.” Hehe..bener juga ya. Yang udah ada disyukuri aja. Semoga semuanya normal.

Flashback Awal Kehamilan

Pas awal-awal hamil, sebenarnya aku banyak baca-baca dan cari tahu tentang gentle birth. Walaupun udah hamil beberapa kali, setiap kehamilan aku tetap belajar dan bersyukur bisa mendapat pengetahuan baru. Nah, waktu itu ada beberapa musykilah di gentle birth. Misal senam yoga, kata-kata afirmasi ke diri sendiri, dan yang lainnya. Masih mikir, gimana ya supaya bisa dialihkan ke sesuai sunnah. Akhirnya karena sudah terlalu lelah karena kondisi TM 1 yang menguras energi, mood, dll, aku tinggalin deh cari-cari info. Walau sempat terakhir aku nonton videonya Ina May. Takjub banget melihat orang-orang yang melahirkan dengan tersenyum, tenang. Walaupun sakit tapi tetap tenang. Berharap banget bisa lahiran seperti itu.

Baca selengkapnya Lahirlah Luma…

“Double U…”

Ceritanya, aku gak terlalu ngoyo dan gak pingin ngoyo ngajarin Thoriq berkaitan dengan baca-bacaan. Kegiatan belajar flashcard juga akhirnya gak tiap hari heheh… (semoodnya aja pokoknya).

Pengalaman belajar dari mengajar Ziyad, hasil baca-baca sana sini…kalau memang belum waktunya kayanya memang sebaiknya gak usah dipaksakan.

Nah. buat Thoriq…proses belajar ini seringkali terjadi secara alami.

Dia kan suka juga nonton Youtube. Yang dibuka kadang iklan-iklan mainan. Ini menurut aku masih mending dibanding film-film kartun yang penuh kekerasan kaya Tom & Jerry (ini termasuk dalam list film yang Ziyad udah tahu gak boleh ditonton heheh). Sering juga buka channel yang berkaitan sama bayi/anak-anak gitu. Tentang warna, kendaraan-kendaraan yang nanti ada suara-suaranya, plus juga tentang alphabet.

Baca selengkapnya “Double U…”

Curiousity

Masih ingat cerita tentang proses belajar jam?

Beberapa hari yang lalu Ziyad bertanya, “Mi…ko itu pindahnya gak ketahuan. Kapan pindahnya jamnya?”

“Maksudnya?”aku masih belum paham arah pertanyaannya.

“Itu..pindah jamnya kapan..gak kelihatan. Gimana caranya”

“Oohh…” Mulai ngeh. Maksudnya, kapan gerakan jam (jarum pendek) dari arah jam 2 ke jam 3, atau yang semisal itu.

Beberapa kali kami memang berusaha membetulkan jam dinding yang tiba-tiba mati. Ganti baterai, kemudian mencocokan dengan jam yang masih hidup. Terjadi beberapa kali kemudian kami sadar kalau jamnya yang bermasalah.

Sempat juga dua kali mengganti baterai jam dinding di kamar Ziyad dan Thoriq.

Biasanya aku memutar jam sampai mendapatkan posisi yang tepat.

Ah..entah dari mana keingintahuan itu. Yang jelas, Ziyad tahunya kalau pindah jam biasanya mesti diputar-putar. Jadinya sebuah misteri sebuah jam bisa bergerak dan berubah dari angka 2 ke 3.

Kesempatan bagus!

Baca selengkapnya Curiousity

“Banyak Temannya…”

Percakapan dengan Ziyad beberapa hari yang lalu. Pas abang lagi sibuk workshop, 5 hari udah kaya ditinggal pergi ke luar kota. Ngurusin 2 bujang padahal perut udah membuncit yang bikin berat banget rasanya kalo mesti bongan-bangun :D.

Percakapan terjadi di kamar, ZIyad sambil asyik gambar.

Aku (A): “Ziyad…Ziyad pingin masuk sekolah po?”

Ziyad (Z): “Iya”

A: “Kenapa emangnya pingin masuk sekolah?”

Z: “Yah…soalnya banyak temennya.”  (Nada khas Ziyad kalo ngomong, masih sering seperti terbata-bata)

A: “Kalo nanti Ziyad masuk sekolah…Ziyad mesti hati-hati ya. Gak semua orang baik. Gak semua yang ada mesti ditiru. Kalau misalnya yang baik gpp Ziyad ikutin. Ziyad kan udah lama belajar sama ummi.”

Masih ngelanjutin wejangan…

A: “Kaya misalnya yang diomongin S (salah satu teman main Ziyad di rumah). Pacaran. Ziyad tahu gak apa itu pacaran?”

Baca selengkapnya “Banyak Temannya…”

Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Gak yakin bener ngitung umur Ziyad kalo secara hijriah :D.

Hafalan

Alhamdulillah Ziyad masih ngulang juz 30nya aja sama surat al-mursalat. Belum nambah-nambah dari kemarin. Masih suka lupa dan ketuker-tuker ayat-ayat yang dia hafal.

Sholat

cd sholat
Hadiah dari Eka Rohmah Ummu Ahmad di Karawang

Karena sudah umur 6 tahun, Ziyad pelan-pelan kadang aku minta sholat di masjid. Aku juga minta abang untuk mulai sering mengajak Ziyad ke masjid. Sama-sama sambil membiasakan. Sebelum itu menjadi sesuatu yang harus diperintahkan. Kadang (gak setiap hari) aku minta dia sholat 1 rokaat aja untuk memperlancar bacaan-bacaan sholatnya. Aku juga membenarkan gerakan-gerakan sholat yang masih salah. Walau sudah belajar wudhu di rumah, biasanya kalau wudhu di masjid seluruh bajunya basah kuyup. Jadi aku minta abang juga mengajarkan mengambil wudhu ketika di masjid.

Saat kondisinya aku sedang berada di masjid juga (mampir saat/dari perjalanan), kesempatan bagiku melihat hal-hal yang masih perlu diberitahu (kalo abang kan belum tentu bisa lihat karena sholat). Misalnya harus mengisi shaf yang kosong.

Sebenarnya ini juga sudah belajar dari buku belajar sholat yang terbitan Perisai Quran. Tapi yang namanya praktek kan memang lebih bagus ya. Kadang yang udah dibaca belum tentu ingat pas prakteknya hehe. Alhamdulillah kemarin juga dapat hadiah dari Eka. CD sifat sholat nabi untuk anak-anak. Masya Allah. Barokallahu fiha..bermanfaat banget soalnya. Ziyad suka banget nontonnya.

Baca selengkapnya Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Lahir tanggal 5 januari/30 muharram. Makanya umurnya ada 2 versi :D.

Apa, Kenapa, Ngapain?

Yes..mulai kaya Ziyad dulu, Thoriq suka nanya gak berhenti-berhenti. Kadang yang ditanyain juga gak jelas apa. Yang jelas dia pinginnya nanya aja terus.

“Ini kenapa Mi?”  (sambil nunjuk salah satu gambar di buku) / “Sedih..” / “Sedih kenapa Mi?” / “Soalnya rumahnya kebakar..na’udzu billah min dzalik..” / “Kebakar kenapa Mi?” / “Kenapa ya…gak tau..mungkin karena main api..makanya gak boleh main api..bahaya.. / “Bahaya kenapa Mi? / “Ya nanti jadi bisa kebakaran..” / “Kebakaran kenapa Mi?” / “Ya kan nanti jadi habis barang-barangnya…bisa sakit luka..”

😀 Itu versi yang bisa lanjut terus jawabannya. Itu lafalnya lafal masih anak-anak gak jelas gitu deh huruf-hurufnya :D.

belajar sepeda
Bukan sepeda Thoriq. Sepeda temannya Ziyad yang dipakai Thoriq hehe. Dia semangat banget main sepeda. Mudah2an ada rezeki buat beliin Thoriq sepeda ya..

Baca selengkapnya Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Namanya juga galau. Mesti ada dua atau beberapa pemikiran yang bikin pendapat yang kita pilih jadi goyah. Kalau di postingan kemarin banyak menuliskan apa yang ada di pikiran abang..kali ini buat melegakan yang ada dipikiranku.

Setelah melihat dan mempertimbangkan beberapa hal, entah kenapa aku pada akhirnya cenderung memilih – jika memang akan menyekolahkan Ziyad -, sekolah negeri sebagai pilihan utama. Atau bisa juga pilihan yang lumayan seimbang dengan itu adalah salah satu sekolah muhammadiyah di Jogja. Sedangkan sekolah dasar dekat rumah menjadi pilihan terakhir.

Tapi ini pun ombang-ambing. Bisa jadi bahkan pilihan terakhir mungkin yang akan kami ambil. Hehe..

Sekolah negeri, karena latar belakangku dulu juga disekolahkan di sekolah negeri. Mama Papa, walaupun dengan ekonomi terbatas, berusaha mencarikan sekolah negeri yang berkualitas. Aku juga kurang ngerti kenapa bisa jadi beda-beda (kadang pake banget) antara sekolah negeri yang satu dengan yang lainnya.

Sekolah negeri jadi pilihan tengah-tengah. Karena biayanya tidak semahal SD swasta. Pun jika memilih sekolah yang tepat juga in sya Allah secara pendidikan akademik bagus. Latar belakang ekonomi keluarga masing-masing anak juga merata. Karena secara umum…sebagian besar orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Pertimbangan ini muncul waktu sempat menanyakan biaya masuk TK di sekolah Islam swasta di Jogja  – yang bagi kami sangat mahal -. Sempat ada keinginan untuk memasukkan Ziyad ke situ – walaupun biayanya mahal -. Tapi rasanya itu akan tempat bergaul yang kurang tepat untuk Ziyad. Dan lagi rasanya memang kami akan terlalu memaksakan diri jika memasukkannya ke sana.

Baca selengkapnya Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Juz 30

Alhamdulillah Ziyad sudah menyelesaikan hafalan juz 30-nya awal Agustus kemarin. Tepatnya tanggal 5 Agustus (lihat catetan :D).

Alhamdulillah pas lagi masa-masa berat kehamilan trimester pertama, tetap bisa jalan proses hafalan Ziyad. Walaupun hampir selalu dengan mata sepet, badan berat, kepala pusing. Selesai nemenin Ziyad hafalan, biasanya aku langsung ke tempat tidur hehe. Ngantuuuk banget sama pusing. Jadi selama 2 bulan (sekarang pelan-pelan mulai lagi belajar yang selain hafalannya). Yang biasanya muroja’ah bisa sampai 1/4 juz plus hafalan baru, kemarin-kemarin ya cuma nambah hafalan sama muroja’ah satu dua surat. Pinginnya sebenarnya libur aja deh huhu..tapi bisa “bahaya” nih kalo gak dimuroja’ah.

Alhamdulillahnya lagi…pas lagi masa-masa berat gitu, Ziyad pas lagi mudaaah banget nambah hafalan barunya. Ini kerasa banget efek mendengarkan murottal sebelum tidur. Favoritnya Ziyad adalah Abu Usamah yang dari radio Rodja hehe. Udah coba diperdengarnya syaikh-syaikh lainnya, teteep aja nanti ujung-ujungnya dia mintanya “Abu Usamah Mi.”

Baca selengkapnya Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Oh Ziyad…

Ceritanya…hari ini Ziyad tersiram air panas di punggung tangan kanannya. Qodarullah wa masya a fa’al…

Yang bikin aku terharu masya Allah, pas lagi nangis-nangis karena kesakitan..dia tetap sadar berdoa,

“Semoga nanti sembuh Mi…hwaaa…. (sambil nangis)”

Terus lagi, pas pulang dari dokter dia yang udah ketawa-tawa malah heran melihat aku murung. Sedih sih sebenarnya…karena aku yang nuang air panas itu. Plus karena panik, begitu masuk air, itu tangan langsung aku gosok (AAA!!!), jadi mengelupaslah dia. Padahal biasanya kalo kaya gini asal disiram air dingin trus dikasih minyak habbatussauda, walaupun melepuh dia bakal agak ngempes, gak sampai gelembung banget in sya Allah…qodarullah wa masya a fa’al.

Melihat aku murung,  malah dia yang ngomong,

“Sabar ya Mi. Doain Ziyad aja. Ziyad sabar in sya Allah….” Huhuhu…

Oh anakku…masya Allah..Barokallahu fiik.

Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Video Thoriq Baca Hijaiyah

Ini agak kurang rajin kemarin-kemarin ngasih lihat flashcardnya. Alhamdulillah akhir-akhir ini bisa mulai rajin tiap hari. Kelemahannya mungkin karena lafal yang keluar belum sesuai walaupun mungkin maksudnya ya udah bener :D. Misalnya huruf Ka dia bilangnya Ca…Sya juga keluarnya Ca :D.

Baca selengkapnya Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Mau Hidup Terus

Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sosok yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga, Telon namanya. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami. Waktu itu sepertinya Telon mati karena terkena racun.  Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.

Waktu kejadian, Telon terkencing-kencing beberapa kali di teras rumah, sebelum akhirnya tergeletak mati. Kejadiannya pun di depan Ziyad saat dia bermain bersama mas Ukkasyah.

Aku minta Abang pulang waktu itu.  Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.

Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.

***

Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.

“Dikubur, Mi?” tanyanya waktu itu.

Baca selengkapnya Mau Hidup Terus

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Alhamdulillah…Ziyad mulai belajar secara teratur menghafal Al-Quran sejak umur 3 tahun 3 bulan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Dia baru mulai belajar/mau bicara umur 2 tahun 3 bulanan. Itupun setelah itu masih berat dalam pelafalan. Jadi konsen aja ngajarin dia ngomong waktu itu. Cerita lengkap ada di sini.

Beda anak, beda kemampuan, beda karakter, beda gaya belajar, beda lagi penerapan menghafal Quran. Alhamdulillah Thoriq bisa ngomong pas udah mau umur 2 tahunan. Mau sendiri. Diajarin kata per kata juga mau ngikutin. Jadinya alhamdulillah untuk perkembangan bicaranya juga cepat.

Kalau yang ngikutin perkembangannya Thoriq di blog ini, aku pernah cerita dia tipe suka nyenandung-nyenandung gitu kan. Kayanya lebih ke audio. Plus lagi dia sering denger Ziyad mengulang hafalan atau ditalqin hafalan Quran.

Baca selengkapnya Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah