Janda…

buku-hewan-merayap-cizkah-homeschoolingAnak-anak lagi asyik lagi baca buku yang satu ini. Ini buku belinya diskonan di gramedia. Dan paling senang banget deh kalo beli buku diskon terus ternyata isinya bUAGus banget masya Allah. Dari awal beli, ni buku gak bosan-bosan dilihat sama anak-anak. Sampai akhirnya aku solasiin semua covernya. Soalnya udah mulai sekarat, kalo diplastikin tetep bakal letoy cepat rusak.

Nah…pas bagian si laba yang satu ini nih. Kemarin timbul pertanyaan. Kan Thoriq lagi suka nanya arti satu suku kata. Dia udah tahu kalau laba-laba yang ini namanya Laba-Laba Janda Hitam.

laba-laba janda hitam
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Latrodectus_hesperus_(F_Theridiidae).jpg

Baca selengkapnya Janda…

Saudi Arabica

Thoriq…dah 5 tahun (secara kalender hijriah). Tapi dari tingkahnya…ya gitu..hehe..Masih suka bikin ketawa. Walau udah mulai sering juga bikin ngelus dada :D. Tapi intinya sih, dia masih fase anak-anak balita banget.

Celetukan-celetukannya masih sering bikin kami cekikikan.

Contohnya pas kejadian kami lagi makan es alpukat bareng. Dikerok-kerok sendiri, kasih susu, gula..hmm…

“Mi..saudi arabica tuh dimana sih?”

Hag hag hag. Mungkin sering denger aku sama abang kalo lagi ngomongin kopi. Disamping dianya juga suka banget sama kopi.

“Arabica mah kopi Thoriq…”  sambil cekikian.

Kejadian lain pas pagi-pagi dia baru bangun. Terus dia megang bagian sensitifnya. Aku sama abang yang lagi deket dia juga kebetulan ngeh.

“Mikir apa Thoriq?” aku tanya dia. Thoriq itu kalo mikir kelihatan. Posisi kepalanya tuh agak miring dan seperti ngelirik.

“Mi..ini isinya apa sih?” Hahaha…

“Darah”, kata abang.

Dia masih heran dan mengulang pertanyaan yang sama beberapa kali. “Isinya apa sih?” Maksudnya mungkin, ko darah bisa keras. Aku bilang aja, “Ya darah..kalo darahnya lagi ngalir deras, biasanya jadi keras. Kalo dingin juga. Kalo pagi-pagi juga.”

Dan diskusi selesai sampai disitu hihihi.

Belajar Masak Secara Bertahap

Segala sesuatu, enaknya belajar secara bertahap. From the basic.
Pun dalam hal memasak.
Dan aku pun mengajarkan anak-anak secara bertahap. Gak langsung disuruh masak yang tingkat kesulitannya, untuk seorang wanita baru menikah juga mungkin masih error error :D.
Untuk Ziyad, waktu itu dimulai dengan hal sederhana banget.

Belajar menyalakan dan mematikan kompor.

Sederhana banget ya. Ini tapi berasa banget manfaatnya buat aku, dan buat mereka tentunya hehe. Ketika aku lagi sibuk nenenin Luma atau aktifitas rumah tangga lainnya, aku bisa minta tolong dia matiin kompor.

Biasanya matiin pas bunyi ceret tanda air udah mendidih. Iya, sampai sekarang aku masih minum pakai air rebusan :). Gak tergantung sama galonan alhamdulillah. Alhamdulillah dimudahkan dengan air yang mengalir jernih (bukan PAM).

Baca selengkapnya Belajar Masak Secara Bertahap

Busa

Percakapan lain dengan Thoriq yang menyadarkan aku tentang kata yang sama secara huruf dan fonetiknya tapi bedaaa banget artinya. Hayo apa istilah bahasa Indonesianya. Homofon, homograf atauu…?

Weekend kemarin aku sempat beli busa tipis berwarna putih. Niatnya sih untuk dalaman tas yang pingin aku jahit. Terus Thoriq pegang-pegang busa itu sambil tanya, “Ini apa Mi?”

“Busa”

“Busa?” dia mengerenyitkan alis.

“Yang kaya di kamar mandi itu?”

He? Langsung berpikir cepat. Ohhhh…langsung ketawa aku. “Ya ya…itu beda sayang busanya. Tapi namanya sama.”

*Thoriq 4 tahun 4 bulan

22 Rajab 1436/11 Mei 2015

Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

latihan menulis latin
Salah satu gambar thoriq, terinspirasi game piggy yang merakit-rakit berbagai komponen biar jadi kendaraan. Lihat berbagai garis yang bisa menjadi dasar untuk sebuah huruf 🙂

Pada dasarnya, aku masih menggunakan cara yang sama seperti pas ngajarin Ziyad dulu. Dalam arti, gak banyak materi (formal) yang diajarin. Fokus.

Menulis, adalah sebuah aktifitas yang membutuhkan effort yang cukup besar dari seorang anak. Apalagi di usia balita heheh.

Jadi, sampai saat ini, sebenarnya aku gak pernah “menugaskan” Thoriq untuk belajar menulis.

Model belajar kami di rumah – terutama untuk usia balita –  adalah unschooling. Unschooling itu secara mudah bisa dipahami proses belajar tanpa kurikulum tertentu – yang biasanya ada jadwal terstrukturnya setiap hari – .  Model unschooling, anak dibiarkan explore belajar. Tapi bukannya dibiarkan tanpa aturan dan tanpa arahan atau sampe sama sekali gak ada acara “dibimbing dan diajarkan” :). Aku merasa cocok dengan model ini, karena sejatinya, setiap hal bisa dijadikan pelajaran. Dan kita belajar itu untuk diamalkan dalam kehidupan.

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Proses belajar latin Thoriq memang lebih cepat dari Ziyad. Karena proses belajar Iqro-nya dia juga lebih cepat dari Ziyad. Bukan aku yang nyepetin…tapi dianya alhamdulillah yang lebih mudah. Mungkin juga faktor sering ngelihat flashcard atau poster wkwkwk 😀 (yang ini advertorial banget :D).

Tapi beneran ko. Alhamdulillah karena proses pengenalan perhurufnya udah lancar, jadinya pas proses awal-awal belajar lebih mudah.

Tapi dalam perjalanannya, gak selancar di awal-awal hehe. Karena mungkin kerasa makin susah ya. Kalau misalnya rajin sebenarnya bisa baca latin atau Qur’an dalam 6 bulan. Tapi karena proses belajar itu banyak cobaannya, jadilah sedapat momentnya. Gimanapun kan soalnya anak gak bisa dipaksa ngeluarin huruf yang kita minta hehe.

Kalo Thoriq ini, akhir-akhir ini aku ngerasanya dia mulai ngerasa sulit di belajar iqro. Jadinya kaya beban kalo pas aku bilang baca iqro dulu ya. Biasanya berhasil/mau baca kalo emang dia dah pingin banget nonton. Padahal kalo dijalanin sebenarnya dia bisa-bisa aja kalo baca perhuruf. Akhirnya kemarin aku putusin untuk, “Ya udah Thoriq, kita ulang lagi dari awal ya iqro 5-nya.”

Terus kaya masih berat juga nih ngelihat materi di halaman pertama. Akhirnya aku bilang lagi, “Ah…kita ulang lagi aja dari Iqro 4 ya.”

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Alhamdulillah…bulan Juli kemarin…Thoriq aku coba mulai tawarkan belajar Iqro. Sebelum-sebelumnya, aku lihat video dia yang lama dimana dia udah hafal banyak huruf. Terus mikir, kok aku gak maksimalin sih. Cuma karena dia cadel – banget – padahal. Akhirnya aku mulai lebih rajin  nyodorin flashcard hijaiyah.

Lagi proses kaya gitu, terus mulai ada berita tentang Musa (usia 6 tahun) udah hafal AL-Qur’an. Masya Allah. Salah satu cara awal Musa itu dengan ditempelkan hijaiyah. Kalau yang ini kan udah dari bayi banget Thoriq juga ngerasain. Cuma ya gitu. Aku merasa aku kurang maksimalin. Atau karena terlalu banyak was-was dari setan yang bikin pikiran “Jangan di forsir”, “Belum waktunya”, “Gak usah terlalu bergegas”.  Barokallahu fihim untuk keluarga Musa yang telah menginspirasi banyak orang. Aku sampai diskusi panjang lebar di sebuah grup tentang ini. Apakah kita termasuk akan terlalu bergegas kalau melakukan seperti apa yang Abu Musa dan Musa lakukan? Apakah kita akan mewujudkan superkids versi Islam?

Baca selengkapnya Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Playdate Homeschooler Muslim Jogja

play clay taman pintar

Alhamdulillah…bahagiaa banget bisa ikutan playdate kali ini. Terwujud playdate kali ini juga scene-per-scene takdir Allah yang tentu saja sangat menakjubkan. Dimulai dari seperti biasa chat ringan di whatsapp dengan Icha tentang homeschooling. Terus dibentuknya group HS di whatsapp. Tadinya mau lintas daerah (dengan luar jogja). Cuma ko kayanya bakal lebih banyak jadi tempat komunikasi ke teman-teman di Jogja. Akhirnya sementara isinya yang di Jogja aja. Terus seperti biasa, ide kegiatan playdate muncul dari Icha atau Noli. Ternyata HS Al-Ishlah ( Avie dkk) memang ada rencana ke Taman Pintar. Waktu pada janjian, aku masih ragu bisa ikut apa engga.

Pertama, karena hari kerja, hari Jumat (hari kerja untukku, kalo abang mah tiap hari kerjanya).
Kedua, musykilah transportasi gimana bisa ke sananya (insya Allah ada postingan lain nih tentang ini).

Setelah bujukan rayuan ala istri  selama beberapa hari :D, sampai pagi hari-H (Jumat, 29 Agustus 2014), so kewl nanya ke abang,

“Jadi gimana nih kita? (Ikut apa ngga gitu?).

Baca selengkapnya Playdate Homeschooler Muslim Jogja

Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

Alhamdulillah dari awal sikap Ziyad dan Thoriq  sayang dan menyambut Luma. Apalagi Ziyad memang sudah paham akan hadirnya sosok bayi di rumah. Sebagaimana dulu dia pernah mengalami kehadiran Thoriq. Karena karakter Ziyad ma Thoriq beda, wujud sayangnya juga beda.

Ziyad itu tipe yang sering mengutarakan sayangnya lewat kata-kata. Atau dituangkan juga ke hasil-hasil karyanya. Jadi, dia serriing banget ngomong,

Baca selengkapnya Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

“Double U…”

Ceritanya, aku gak terlalu ngoyo dan gak pingin ngoyo ngajarin Thoriq berkaitan dengan baca-bacaan. Kegiatan belajar flashcard juga akhirnya gak tiap hari heheh… (semoodnya aja pokoknya).

Pengalaman belajar dari mengajar Ziyad, hasil baca-baca sana sini…kalau memang belum waktunya kayanya memang sebaiknya gak usah dipaksakan.

Nah. buat Thoriq…proses belajar ini seringkali terjadi secara alami.

Dia kan suka juga nonton Youtube. Yang dibuka kadang iklan-iklan mainan. Ini menurut aku masih mending dibanding film-film kartun yang penuh kekerasan kaya Tom & Jerry (ini termasuk dalam list film yang Ziyad udah tahu gak boleh ditonton heheh). Sering juga buka channel yang berkaitan sama bayi/anak-anak gitu. Tentang warna, kendaraan-kendaraan yang nanti ada suara-suaranya, plus juga tentang alphabet.

Baca selengkapnya “Double U…”

Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Lahir tanggal 5 januari/30 muharram. Makanya umurnya ada 2 versi :D.

Apa, Kenapa, Ngapain?

Yes..mulai kaya Ziyad dulu, Thoriq suka nanya gak berhenti-berhenti. Kadang yang ditanyain juga gak jelas apa. Yang jelas dia pinginnya nanya aja terus.

“Ini kenapa Mi?”  (sambil nunjuk salah satu gambar di buku) / “Sedih..” / “Sedih kenapa Mi?” / “Soalnya rumahnya kebakar..na’udzu billah min dzalik..” / “Kebakar kenapa Mi?” / “Kenapa ya…gak tau..mungkin karena main api..makanya gak boleh main api..bahaya.. / “Bahaya kenapa Mi? / “Ya nanti jadi bisa kebakaran..” / “Kebakaran kenapa Mi?” / “Ya kan nanti jadi habis barang-barangnya…bisa sakit luka..”

😀 Itu versi yang bisa lanjut terus jawabannya. Itu lafalnya lafal masih anak-anak gak jelas gitu deh huruf-hurufnya :D.

belajar sepeda
Bukan sepeda Thoriq. Sepeda temannya Ziyad yang dipakai Thoriq hehe. Dia semangat banget main sepeda. Mudah2an ada rezeki buat beliin Thoriq sepeda ya..

Baca selengkapnya Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Video Thoriq Baca Hijaiyah

Ini agak kurang rajin kemarin-kemarin ngasih lihat flashcardnya. Alhamdulillah akhir-akhir ini bisa mulai rajin tiap hari. Kelemahannya mungkin karena lafal yang keluar belum sesuai walaupun mungkin maksudnya ya udah bener :D. Misalnya huruf Ka dia bilangnya Ca…Sya juga keluarnya Ca :D.

Baca selengkapnya Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Alhamdulillah…Ziyad mulai belajar secara teratur menghafal Al-Quran sejak umur 3 tahun 3 bulan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Dia baru mulai belajar/mau bicara umur 2 tahun 3 bulanan. Itupun setelah itu masih berat dalam pelafalan. Jadi konsen aja ngajarin dia ngomong waktu itu. Cerita lengkap ada di sini.

Beda anak, beda kemampuan, beda karakter, beda gaya belajar, beda lagi penerapan menghafal Quran. Alhamdulillah Thoriq bisa ngomong pas udah mau umur 2 tahunan. Mau sendiri. Diajarin kata per kata juga mau ngikutin. Jadinya alhamdulillah untuk perkembangan bicaranya juga cepat.

Kalau yang ngikutin perkembangannya Thoriq di blog ini, aku pernah cerita dia tipe suka nyenandung-nyenandung gitu kan. Kayanya lebih ke audio. Plus lagi dia sering denger Ziyad mengulang hafalan atau ditalqin hafalan Quran.

Baca selengkapnya Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Baby Wrap Sendiri

Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Baby Wrap Sendiri
Ini foto bulan April 2011. Usia Thoriq kurang lebih 4 bulan. Lagi agak hangat badannya. Udah aku bilang kan kalo Thoriq sakit rewel. Bentuk kerewelannya pas masih bayi gini adalah maunya digendong aja kalo pas gak enak badan ^^

Baca selengkapnya Baby Wrap Sendiri

Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;

“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”

“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk  memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.

Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”

“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.

Baca selengkapnya Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim