Catatan Kembar Belajar Sepeda Roda Dua

Januari tahun 2023 -saat usia 6 tahun 3 bulan- kembar mulai bisa ngendarain sepeda roda dua. Aku keingat pingin catat cara mengajarkan mereka bersepeda roda dua di blog. Tapi seperti biasa, ada bahasan-bahasan yang udah berlalu waktu itu yah…jadinya malah kelewat dan udah makin tertumpuk sama bahasan-bahasan baru yang perlu ditulis.

Tapi karena ada hal terkait sepeda kecil mereka yang bakal aku bahas di bawah insya Allah, menguatkan tekad untuk mencatat ini. Karena sudah 5 anak yang dilalui dan alhamdulillah masing-masing ketika masa kecil punya sepeda kecil, jadi mungkin ada catatan dari pengalaman ini yang bisa untuk jadi pertimbangan teman-teman yang akan memilihkan sepeda untuk anaknya.

Berdasar pengalaman kakak-kakaknya, aku beliin kembar sepeda menunggu waktu yang tepat insya Allah. Dalam arti, sepedanya gak kebesaran dan tapi masih bisa dipakai juga untuk belajar sepeda roda dua. Waktu masih kecil, mainan yang sifatnya seperti mobil-mobilan, motor-motoran sudah mencukupi insya Allah. Selain harganya lebih murah, mainan seperti ini mudah digunakan dan anak-anak sudah bisa menikmati rasa “berjalan” di atas sebuah benda beroda.

mainan motor kembar
Baca selengkapnya Catatan Kembar Belajar Sepeda Roda Dua

Bikin Pencatat Kebiasaan (Habit Tracker)

Sekitar 2-3 hari yang lalu sempat post di story catatan keseharian yang lagi mau aku rutinkan insya Allah.(slide 2)

catatan harian
Catatan harian…

Detail tentang catatan harian, insya Allah aku bahas di tempat yang lain ya.

Kemarin, cuma sebentar ada di story terus aku hapus. Beberapa udah ada yang mulai tanya-tanya.

Baca selengkapnya Bikin Pencatat Kebiasaan (Habit Tracker)

Cara Ngompos Sederhana

Penjelasan ringkas dan dibikin super sederhana.

Tapi pada dasarnya begitulah praktek aku dari awal.
Ga ada istilah-istilah atau teknis tertentu.

Dimulai pakai lemari bekas buat nampung, kasih tanah sedikit, sudah. Mulai.

Baca selengkapnya Cara Ngompos Sederhana

Kacamata Plus 1

Bulan lalu, pas lagi hari-hari kurang tidur dan ga enak badan (akhir Mei 2023), kirain karena ini jadi matanya gak bekerja maksimal. Mikirnya karena anemia. Ternyata hampir sebulan masih sama. Setiap mau baca, ngeblur kaya harus kerja keras untuk fokus dan tetep ga fokus-fokus matanya hehe.

kacamata plus
ini dari kitab maany bahasa arab

Sebenarnya udah ada yang dm ke aku, pas aku share foto salah lihat angka pas dibantu nyari ayat sama Abang. Kemungkinan kalau di atas 40, bakal plus atau rabun dekat. Waktu itu masihi berharap gak perlu pakai kacamata, jadi belum serius minta anter ke optik. Masih mencoba melalui dulu.



Akhirnya mulai serius minta anter ngecek mata. Soalnya bener-bener yang ngeliat tulisan kaya langsung masuk ke area gak jelas. Udah mulai ngerasa capek setiap ada momen kaya gitu, karena harus kerja keras matanya.

Baca selengkapnya Kacamata Plus 1

Kupas Nanas

Cerita tentang kupas nanas ini, bermula ketika aku share di story instagraam. Waktu itu sekilas aja karena abis ngupasin nanas buat kembar pas sahur di hari-hari terakhir Ramadhan.

Waktu itu aku ngupasin jam 3-an. Awalnya setengah nanas buat krucil. Akhirnya aku lanjutin ngupas setengah lagi buat yang lainnya.

Tapi bikin storynya agak salah kalimat, harusnya “Jangan dibawa beban kupas nanas,” kalimat yang aku bikin malah “Jangan dibawa beban potong nanas.” Hehehe…kalau cuma potong mungkin semua orang gak ada beban ya.

Nah…beberapa hari kemudian posting lagi ttg kupas nanas, ternyata ada beberapa dm yang bilang baru tahu dan pingin tahu kelanjutannya. Karena storynya memang aku sengaja hentikan dan cukupkan dengan satu gambar aja. Padahal udah foto kelanjutannya. Udah niat mau ditulis di blog aja.

Baca selengkapnya Kupas Nanas

Catatan Ubi dan Singkong

UBI

Beberapa waktu lalu, nyoba panggang ubi. Biasanya dulu-dulu kalau gak dikukus, dikolak.

Awalnya nyoba ubi utuh dipanggang. Lebih praktis dan tahunya kalau yang dijual kan juga utuh-utuh gitu ya. Sempat kepikiran itu wajib apa gimana panggang ubi utuh begitu hehehe. Tapi mungkin karena versi dijual ya. Karena kalau udah dipanggang, insya Allah bisa tahan gak cepat basi.

Baca selengkapnya Catatan Ubi dan Singkong

Tips Membuat Sarung Bantal

Walaupun sudah lama bikin tutorial sprei, tutorial sarung bantalnya gak muncul-muncul. Soalnya aku masih mikir terus gimana bikin sarung bantal sendiri tapi yang sesuai yang aku harapkan. Apa aja?

  1. Kalau bikin sendiri, tentu saja mikirnya cara yang paling mudah.
  2. Polanya mesti gak boros kain.
  3. Hasil akhirnya bikin bantal gak mudah keluar dari sarungnya.

Nah, aku udah melalui tahapan berpikir macam-macam. Karena di rumah ada beberapa macam sarung bantal. Ada yang beli, ada yang dikasih Mama, ada juga yang dikasih ibu mertua.

Baca selengkapnya Tips Membuat Sarung Bantal

Menulis Arab Khot Naskhi dengan Pena Biasa atau Pensil

Aku dan Abang punya latar belakang pendidikan umum. Bukan dari sekolah Islam atau bahkan pondok pesantren. Alhamdulillah hidayah kami dapatkan ketika kami sedang kuliah di Jogja.

Jadi, kami gak ada basic bahasa Arab atau menulis Arab secara khusus.

Baca selengkapnya Menulis Arab Khot Naskhi dengan Pena Biasa atau Pensil

Tips Mengurangi Bau Asem di Badan

Untuk menghindari bau asam saat keluar rumah, faktor yang paling perlu diperhatikan tentu saja tetap bagian ketiak ^^.

Dulu

Dulu, aku memakai roll on rexona yang natural. Ini yang termasuk paling netral baunya. Efek ke badan juga bukan yang malah tambah bikin bau asem. Beneran, kalau salah pilih, malah seperti mancing badan untuk produksi keringat. Yang ketika bercampur dengan bau roll on yang kita pakai, malah tambah bikin pusing (diri sendiri) dan mungkin orang lain.

Tapi ini dulu.

Udah hampir 2 tahun ini, aku gak pernah beli deodorant lagi.

Baca selengkapnya Tips Mengurangi Bau Asem di Badan

Wadah Sealware untuk Menyimpan Buku Belajar

Salah satu hal yang mungkin terlihat sederhana. Tapi, untuk menuju ke sini, cukup berliku-liku. Inti masalah dalam perjalanan belajar  adalah terkadang buku-buku yang sedang dipelajari ketelingsut entah dimana. 

wadah penyimpan media belajar

Ini biasanya utamanya terjadi usia pra sekolah. Karena buku-bukunya yang dipelajari hanya beberapa. Kadang, setelah belajar sudah berusaha diingat untuk diletakkan di tempatnya lagi. Tapi ya kadang tetap terlupa. Akhirnya sewaktu mau belajar lagi harus mencari-cari dulu.

Dulu akhirnya, mengumpulkan buku yang dipelajari di map berbahan plastik yang beritsleting. Masalahnya tetap sama. Sudah ditaruh di map plastik. Map plastiknya terselip entah dimana.

wadah media sumber  belajar
Ada beberapa media belajar yang masih di simpan di wadah plastik berritsleting

Sampai akhirnya, aku merasa butuh suatu wadah yang berisi buku-buku yang sedang aku pelajari atau sering aku akses. Aku ingin semua dalam kesatuan dan sekali duduk gak perlu cari-cari yang lainnya. Akhirnya aku pakai wadah sealware yang biasa digunakan orang-orang untuk menjual donat. Di rumah awalnya ada dua buah dan sudah berganti-ganti fungsi.

Wadah penyimpan media belajar
Kira-kira begini kalau aku lagi nyatat catatan haid

Enaknya lagi, aku bisa sekalian menulis di sini. Karena bisa difungsikan juga sebagai meja. Kalau mau lebih nyaman supaya semua bagian rata, bisa ditambah cutting matt.

Karena gak terlalu besar dan ringkas, bisa di bawa ke kasur dan mengakses buku yang mau digunakan sebelum tidur bersama anak-anak. Biasanya anak-anak jadi ikutan mencorat-coret atau menggunakan pena yang aku pakai. 

Ketika menyimak anak-anak membaca Al-Qur’an juga bisa langsung meletakkan di atas wadah. Supaya Al-Qur’an tidak sampai ditaruh di lantai.

Melihat kefleskbelan tersebut, ternyata Thoriq juga mau. Abang juga mau. Akhirnya alhamdulillah masing-masing anak punya. Untuk krucil masih dalam satu wadah, karena buku yang digunakan masih sedikit. Kalau Thoriq untuk buku-buku tertentu yang sering diakses semisa buku latihan yang tebal. Buku-buku pelajaran lainnya tetap berada di rak. 

Tapi kalau Abang, ujung-ujungnya masih agak sama seperti yang kemarin-kemarin sih. Jadinya numpuk buku yang sedang dipelajari di situ hehe. Lumayan deh. Kalau dulu bertumpuk penuh di meja. Sampai akhirnya aku sediakan laci khusus di samping meja Abang untuk meletakkan buku atau kitab lainnya sering digunakan. Nah, yang di wadah ini khusus yang lebih sering lagi atau yang lagi aktif dipelajari.

Wadah media belajar Abang
Abang tuh masih pemula (penuntut ilmu) dan merasa masih pemula. Jadi jangan dikira kami ini – terutama aku – adalah orang yang faqih banget dalam agama.

Saran aku, jika ingin membeli wadah sejenis ini, beli di tempat-tempat yang memang menjual dengan harga grosir. Kalau di Jogja bisa di Progo atau Fortuna. Karena perbedaannya cukup jauh. Bisa juga kalau di Jakarta, mencari di Tokopedia. Biasanya akses ke toko-toko online yang menjual barang murah lebih banyak. 

Semoga bermanfaat. 

cizkah

12 Juli 2020

Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Alhamdulillah saya sudah mencoba tips ini berkali-kali sejak tahun 2017. Apalagi di waktu sahur. Jadi terasa lebih mudah karena cukup 5 menit, kompor bisa dipakai yang lain. Sebelum berpanjang-panjang, kita langsung masuk dulu ke tipsnya.

telur-rebus-cepat-5menit
Ini adalah tampilan telur ketika direbus. Saya buka tutupnya sebentar untuk mendokumentasikan tips merebus telur 5 menit ini

Baca selengkapnya Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Slow Living; Bagaimana Cara Menjalani Slow Living?

Karena kita muslim, cara berpikir juga harus dikuatin berpikir sebagai seorang muslim. Ketika mendapatkan sesuatu untuk diterapkan di kehidupan, mesti dipikir dan ditimbang lagi; ini gimana sih kalo dalam Islam? Sesuai gak sih sama syari’at? Atau malah jangan-jangan bisa bahaya buat agama kita.
Baca selengkapnya Slow Living; Bagaimana Cara Menjalani Slow Living?