Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.
Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih ringan. Bahkan, untuk baca latin karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂
Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:
Berikut sepercik kutipan dari buku karangan Ibnul Qoyyim yang berjudul Tuhfatul Maudud bi Ahkaamil Mauluud.
Sekiranya sang bayi telah mendekati masa mulai dapat berbicara, untuk membantu melancarkan fase tersebut, hendaklah lidahnya diolesi madu dicampur dengan garam androni. Sebab keduanya dapat menghilangkan kelembaban dalam mulut yang menghalangi bayi untuk segera dapat berbicara.
Jika ia mulai dapat berbicara, maka kalimat yang pertama kali ditalkinkan kepadanya hendaklah “laa ilaha illallah muhammadur rasulullah”. Dan pelajaran pertama yang diperdengarkan kepadanya adalah ma’rifatullah (mengenal Allah) dan pentauhidan kepada-Nya. Di samping itu, ia juga ditalkini kalimat yang mengandung makna bahwa Allah ta’ala bersemayan di atas Arsy-Nya, Maha Mendengar atas segala pembicaraan para makhluk dan Dia selalu menyertai mereka dimanapun berada.
Selesai kutipan.
—
Update 12 Agustus 2022.
Karena aku nulis ini 10 tahun yang lalu, di mana Ziyad baru usia 5 tahun, Thoriq baru 1 tahun dan adik-adiknya belum lahir, jadi efek dan cerita dari tips ini belum banyak terkuak ^^ .
Alhamdulillah, kali ini baru ada kesempatan bahas ini lagi dan ternyata banyak sekali pertanyaan terkait garam, madu, prakteknya bagaimana, dst.
Garam dan Madu
Terkait garam, yang biasa aku praktekkan adalah garam dapur biasa. Jangan garam halus instan ya.
Alhamdulillah sudah Abang bantu cek di kitab aslinya. Ini aku kasih catatan langsung di bagian kalimatnya. Ibnul Qoyyim menuliskan garam androni. Kemudian ada ulama yang menjelaskan (di footnote) yang benar adalah garam dzar-ani. Maksudnya garam yang sangat putih.
Ini mungkin terkait tulisan asli yang biasanya dalam bentuk manuskrip. Jadi, terbacanya androni.
Madu tentu saja juga gak merk tertentu. Madu apa saja. Karena yang menulis ini ulama zaman dahulu, insya Allah sifatnya global. Bukan garam atau madu yang sulit dicari.
Waktu Menggosok
Praktek menggosok lidah anak dengan garam ini dilakukan tidak tiap hari. Karena biasanya anak kurang nyaman. Tapi untuk anak yang memang sedang diupayakan untuk mudah berbicara bisa dicoba supaya lebih “intensif”. Dalam arti, tidak berjarak sampai berpekan-pekan antara gosokan lidah yang satu dengan yang lainnya.
Aku mempraktekkan tips ini cukup sering ke Ziyad, karena dulu Ziyad belum bisa ngomong sampai usia 2 tahun. Alhamdulillah usia 2 tahun 3 bulan dia mulai ngomong dan setelah itu bisa banyak kosa katanya. Ternyata, setelah lahir adik-adiknya yang empat orang, terlihat bagaimana Ziyad yang paling fasih insya Allah.
Akhirnya tips ini pun aku coba terapkan ke keempat adik Ziyad walaupun mereka sudah besar.
Pada prakteknya, anak-anak biasanya kurang nyaman saat diberikan ini. Wajar karena rasa antara madu dan garam itu kemudian digosok ke lidah cukup bikin sensasi aneh.
Setelah digosokkan ke lidah, biarkan anak kemudian berkumur-kumur untuk menghilangkan ketidaknyamanan.
Praktek Terkini
Aku masih praktek tips ini baru-baru ini. Dan sudah beberapa kali. Yang terakhir adalah tanggal 29 Juni 2022 (baru sekitar 1,5 bulan yang lalu). Aku terapkan ke Thoriq, Luma, Handzolah dan Kholid dengan harapan lidah mereka bisa fasih. Bisa melafalkan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan makhorijul hurufnya. Bahkan, aku juga terapkan ke diri aku pribadi :).
Karena sudah mendidik 5 orang anak, aku merasa mendidik anak makhorijul huruf itu butuh kemampuan lidah. Mau kita ajarkan, kalau lidahnya kurang mampu, tetap terasa sulit buat anak. Ziyad sudah bisa aku ajarkan mengeluarkan huruf-huruf hijaiyah sesuai makhroj sejak usia 6 tahun alhamduilllah.
Tentang Huruf R atau Huruf lainny
Ga ada tips khusus dari aku untuk melatih huruf r. Alhamdulillah, saat praktek terakhir, kembar belum bisa melafalkan beberapa huruf. Ketika tulisan ini dibuat, kembar sudah mulai bisa melafalkan huruf r dan j.
Luma dan Thoriq juga sama, sekitar usia 6 tahun baru bisa melafalkan huruf r.
Kadang aku meminta anak yang sudah berusia 5 tahun untuk melafalkan kata yang mengandung huruf r. Tapi saat meminta mereka melafakan bukan dalam posisi ditekan atau dipaksa. Lebih ke kondisi santai, bercanda dan insya Allah gak ada unsur bully. Bully di sini maksudnya mereka direndahkan atau diejek karena belum bisa melafalkan huruf r.
Beberapa hari yang lalu, kembar coba-coba sendiri melafalkan beberapa kata yang mengandung huruf r di depan aku. Ternyata bisa alhamdulilah
Sebelum usia 5 tahun, aku belum mengajarkan mereka. Dalam arti membiarkan karena aku anggap belum mampu. Sama seperti mengajarkan huruf-huruf hijaiyah, masih banyak huruf yang belum bisa mereka lafalkan. Lanjut tapi sambil tetap diajarkan makhroj yang benar.
Praktek lain yang aku jalankan, ketika bicara ke anak-anak ga dicadel-cadelin.
Semoga bermanfaat 😉
cizkah 28 November 2012 – diupdate dengan cerita pengalaman pribadi 12 Agustus 2022.
Judulnya asal banget kan. Tapi sudah menggambarkan seluruh isi hatiku dan aktifitas yang menyebabkannya hehe.
Thoriq lahir 30 Muharram. InsyaAllah sebulanan lagi umur 2 tahun. Dulu Ziyad mulai proses perlahan penyapihan mulai usia 20 bulan. Sedangkan Thoriq, baru mulai awal bulan ini. Banyak hal yang beda saat proses penyapihan ini. Entah itu memudahkan atau sebenarnya sama saja.
Kalau dulu Ziyad ngejalanin proses penyapihan ya ditega-tegain, tapi cuma tahu tujuannya untuk berhenti nenen. Dan gak ngebayangin gimana perasaan setelah proses menyapih itu berhasil. Dan ternyata, hasil akhir dari proses penyapihan untuk sisi aku bukan kebahagiaan kaya orang dapat hadiah. Lebih tepatnya….melooowwww…
Akhirnya! Alhamdulilah. Finished bocoran yang kemarin. Poster wudhu spesial untuk anak perempuan. ^^
Harga: Rp 10.000
Ukuran: A3+
Mudah-mudahan bisa menyusul poster wudhu yang laki-laki insyaAllah ^^.
Pemesanan SMS/Whatsapp ke 08 5878 5878 22 atau email cizkah@gmail.com
Teks poster disajikan secara ringkas dan mudah dengan teks yang ringkas dan semoga mudah dipahami anak. Ilustrasi gerakan wudhu juga dibuat menonjol. Warna yang girly banget pokoknya memang spesial untuk anak perempuan^^. Karena kita ketahui, kebanyakan poster yang beredar adalah umum dan diperankan laki-laki.
Semoga dengan adanya poster ini, anak perempuan lebih bersemangat lagi untuk belajar wudhu sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jangan lupa lihat (beli juga dong :D) produk yang lainnya:
Beberapa hari yang lalu, dapat hadiah dari Uus. Buku. Judulnya, “Nikmatilah Hidup Anda”.
Berikut surat yang menyertainya:
untuk teman baikku
biarpun tdk bs spt dulu, sering bertemu, ngobrol & berbagai cerita . tp bgku tetap spt dulu, tetap teman baikku . ^^
semoga nanti bs reunian di syurga.
uus yang dulu
he..he…:D
Hehe…senenng banget pas dapat hadiah buku ini. Oh ya…tulisan di atas dikutip persis tulisan aslinya, tapi gak pake tanda tangan. Dan khaas banget Uus yang pake huruf kecil semua.
Pas ngelihat buku ini di toko offlinenya Uus, udah naksir pas membaca sekilas isinya. Tapi waktu itu bimbang dengan pilihan-pilihan lain yang ada. Sampai rumah baru mantap pengen beli deh. Eeeeh…ternyata beberapa hari kemudian abang pulang bawa buku ini rapi dibungkus kado.
Belum rezeki buat beli mesin jahit sama nabung haji…hehe. Insya Allah Allah kasih jalan lain yang lebih baik untuk mendapatkan rezeki itu dan rezekinya insyaAllah jauuh lebih baik juga…Aamiiin.
Sisi positifnya, punya cadangan desain logo kalau-kalau besok Yufid atau yang lainnya bikin radio dakwah insyaALlah hehe.
Alhamdulillah kemarin sempat ikutan lomba logo hang. Nyerahinnya udah dari bulan kemarin. Karena batas waktu penyerahan – awalnya – akhir bulan September. Abis nyerahin gitu, buka home hang106.0r.id baru nyadar lagi kalau ada update tentang lomba ini. Diperpanjang sampai akhir Oktober! Dan sepertinya ga dibatasin 2 desain aja. Tapi aku pikir insyaAllah dua desain yang aku serahin udah cukup.
Konsep logo yang aku bikin hampir sama untuk kedua logo tsb. Ya jadi satu antara bentuk RADIO dan bentuk MASJID. Menggambarkan kalo itu adalah radio DAKWAH :). Bentuk yang pertama tapi hanya potongan sedikit dari radio dan kubah masjid beserta pengubah frekuensi. Kalau bentuk yang kedua lebih jelas lagi antara bentuk radio, yang kemudian dalam perspektif lain bisa dilihat sebagai masjid, dan dilihat perspektif lainnya lagi bsia dilihat sebagai headspeaker yang menempel ke radio-masjid yang isinya siaran radio Hang. Sebenarnya ada lagi logo yang aku buat…tapi ini persyaratan awal kemarin hanya 2 desain.
Apa kabar dunia? Hehe…baru berlalu beberapa hari ya perasaan dari tulisan kemarin. Rasanya gak lengkap kalo weekend gak sempat nulis blog huhu. Tahu sendiri (atau pada belum tahu), bagi aku, blog ini adalah wujud ekspresi, hiburan, alat refreshing, catatan, dan lain-lain yang pokoknya yah…aku banget.
Minggu ini…sibuk belajar beberapa tutorial dan membiasakan diri dengan Intuos baru! MasyaAllah. (Dan tentu saja kesibukan tak henti-henti lainnya :D).
Fasilitas dari Yufid. Alhamdulillah
Sebelumnya pake Genius versi apa itu ya…yang sama sekali susah dibuat sketch, brushing atau yang lainnya. Buat gambar mesti neken..Yang bikin aku lumayan desperate dan rasanya lebih lancar pakai mouse daripada pakai alat itu buat kerja. Dan bikin jadi ngerasa, “Bisa gak yah…kapan ya bisa lancar” dll,
Terus pake Genius yang versi lebih baik lagi…yang jauh lebih baik…bla bla bla.
Sudah terlalu lelah untuk menulis hik hik…
‘Ala kulli haal….Alhamdulillah!
“If we were truly the people of ‘Alhamdulillah‘, we wouldn’t find the time, energy, or motivation to complain.” – Nouman Ali Khan
MasyaAllah…bener banget. Blum tahu Nouman Ali Khan? Search di youtube ^^. Aku juga pernah ngeshare ceramahnya beliau tentang surat Al-Fatihah kalo gak salah. Bagus!
Kata-kata di atas dapat dari salah satu akhwat bule yang aku follow di Instagram ^^.
Aku masih banyak belajar teknik pewarnaan shadow/lightning. Kemarin lagi ngesave-ngesave hasil desainnya David Lanham di dribbble. Terus sampai ke bagian gambar ini.
Keren banget kan!! MasyaAllah. Dan kerennya lagi, si David sedikit ngasih tips di kolom komentar cara pewarnaannya. Biar gak hilang, aku “save” di sini.
The stroke is set to “Lighten” and a gradient fill set to “Color Dodge”; makes for a nice effect 🙂
Dan setelah coba-coba praktek teknik ini, gak sebagus hasilnya si Lanham euy :D! Coba sekalian dikasih settingan gradasi warna apinya itu ya :D.
Sederhana saja. Niatnya mo dibikin pakai bumbu steak. Tapi ya jadinya steak-stekan. Gak mungkin kan pesan nanti pengen dapat daging kurban yang bagian sirloin :D. Plus ini campur daging sapi dan kambing. Alhamdulillah tahun ini kambingnya benar-benar gak ada bau kambing SAMA SEKALI! Masya Allah. Biasanya abang minta digoreng. Dengan bumbu standar pakai asam dan garam. Cumaa…kalau goreng dengan bumbu ini tuh biasanya sisa minyak jadi hitam. Karena kami juga gak suka santan-santanan dan gak pengen yang model tumis-tumis, aku cari resep steak.
Dan karena bahan bumbunya antara resep yang satu dengan yang lain gak ada yang lengkap. Ya udah ngarang. Bumbu kompilasi. Hasilnya abang berkali-kali ngomong, “ENAK”. Haha… Ni dia resepnya
Kemarin-kemarin masih nyari karakter yang tepat. Sekarang dalam proses pembuatan. Tapi entah kapan jadinya hehe…
Bisanya ngerjain proyek-proyek pribadi gini kalo weekend. Padahal weekend ya juga gak bisa sepenuhnya di pake depan laptop. Bayar kekurangan target kerja, istirahat bayar capek kemarin-kemarin, masak spesial, jalan-jalan etc etc etc :D.
Dari karakter di atas, abang suka yang sebelah kiri, tapi suka baju yang tengah. Aku suka yang kanan sih. Tapi pas udah dituangkan dalam bentuk digital, malah berubah semua. Sekarang pakai bentuk lain dengan baju lain pula. Mungkin kalo poster yang dalam proses pembuatan ini udah jadi insyaALlah, karakter-karakter yang udah aku buat (baru sketchnya), aku coba digitalkan trus dimasukkin ke graphic river :D. Mudah-mudahan sih diapprove. Mudah-mudahan sih bisa jadi 😀 .