Mengurai Sedih

Mba Maya meninggal…
Menyadari ini, malam ini aku nangis lagi.
Menyadari bagaimana dan dengan sebab apa, membuatku lebih menangis lagi.

Kehidupanku, caraku memandang dunia, bagaimana aku memandang dalil dan informasi…semua jadi jungkir balik karena apa yang terjadi pada mba Maya dan apa yang terjadi ketika proses semuanya ini….

Aku udah nulis sebagian cerita proses bagaimana ketika aku mendengar kabar dan mulai berangkat ke sana. Tapi masih terhenti. Karena dari sampai lagi ke Jogja di hari Kamis, sampai hari ini Ahad, masih ga habisnya mengolah dan mengurai semua hal terkait mba Maya.

Kemarin, aku, mas Lyno, Jepi dan Icad bahkan video call hampir 3 jam! Kami membicarakan banyak hal. Kami menyatukan kepingan-kepingan cerita.

Ya Allah…

Aku akan bercerita insya Allah.
Aku akan mencatat.

Supaya kalian yang mendapatkan kondisi yang sama, bisa lebih awal menyelamatkan. Supaya bisa mengenali sinyal tanpa harus mendapat panggilan.

cizkah
22 Desember 2025

Lebaran 2025

Lebaran kali ini, tetap di Jogja aja, alhamdulillah. Dari pernikahan yang udah mau 19 tahun ini -alhamdulillah-, pernah mudik, lebaran di Jambi sekali, di Jakarta dua kali. Selain itu, kami lebaran di Jogja aja.

Karena bertahun-tahun lebaran di Jogja, ada hal yang kami udah tahu dan antisipasi. Misalnya warung-warung yang bisa dibilang 100% tutup. Jadi, semakin lebaran, semakin malah harus siap masak lauk. Karena kalau mau cari lauk matang di luar itu malah cape kelilingnya. Belum tentu yang didapat lauk yang memang sesuai harapan.

Di tulisan kali ini, aku mau catat berbagai hal terkait sebelum lebaran dan cerita lebaran insya Allah.

Antara Ramadhan dan Lebaran

Masing-masing keluarga, menjalankan aktivitas Ramadhan dan persiapan lebaran itu banyak faktor yang berpengaruh. Apakah merantau, apakah ada lebaran bersama keluarga besar, apakah masih kerja sampai hari terakhir Ramadan….daan masih banyak faktor lainnya yang bisa berpengaruh.

Baca selengkapnya Lebaran 2025

Catatan Pengelolaan Kompost

Biar lebih lengkap, aku pikir lebih baik aku tulis di blog dulu baru share di instagram (bukan sebaliknya).

Jadi, aku tuh udah punya banyaaak banget wadah kompost. Seperti pernah aku ceritakan di tulisan ini: Kompos Matang. Kadang terjadi hal yang biasa terjadi ketika yang melakukan lebih dari 1-2 orang dimana akhirnya kompos yang udah hampir matang karena kelihatan udah turun jadi kelihatan lapang, akhirnya di isi lagi. Jadinya kelihatannya si wadah kompost semuanya penuh terus.

Bulan Desember 2023, aku “insipeksi” satu persatu komposternya. Sampai aku kasih label perkiraan matang dari masing-masing komposter. Rata-rata perkiraan bulan Januari. Waktu itu, aku kosongin 3 wadah komposternya. Aku kasih tanda tali merah supaya yang diisi hanya 3 komposter itu sampai yang lainnya matang.

Karena berbagai kesibukan, sampai bulan April ini kok belum ada yang ketuang. Tapi kok kelihatannya penuh semua. Aku sempat agak kemerusung karena merasa masing-masing pakai cara-cara sendiri yang kurang tepat. Misal, kalau Abang nyapu dedaunan, ya udah langsung isi di salah satu kompost yang kelihatan lapang. Kalau Ziyad atau Thoriq juga nuang sampah organik ke mana pun komposter yang kelihatan ada ruang.

Aku bilang, mau dibeli komposter berapapun gak bakal cukup kalau modelnya gitu karena gak mateng-mateng nanti. Begitulah ya hehehe. Emang butuh cek ricek dan perbaikan bersama.

Baca selengkapnya Catatan Pengelolaan Kompost

Cerita Hari Ini – Cari Mangkok Sampai Teh Chamomile – Selasa,16 Mei 2023

Setelah hari-hari kemarin yang sungguh melelahkan, hari ini kayanya lebih melelahkan – atau lebih tepatnya menyedihkan.

Setelah kemarin nangis karena 2 atau 3 hal. Hari ini nangis karena hal yang berbeda.

Aku ajak keluar Abang sore buat keluar sejenak dan cari angin sambil lihat mangkok di Progo karena udah BANYAK banget mangkok, gelas dan piring yang pecah selama berapa bulan ini dan mengalami peningkatan selama bulan Ramadhan kemarin. Sebabnya karena pemakaian barang pecah belah yang lebih intensif dan juga acara cuci piring yang dikerjakan bergantian.

Sampai Progo, ternyata semakin sadar kalau di Progo memang isi variasi mangkok dan piringnya gak sebanyak di Fortuna. Atau mungkin karena ini Progo Palagan, bukan Progo Pusat.

Sampai kasir, nunggu Abang selesai bayar, nangis lagi ngalir aja udah air matanya. Sampai parkiran, rasanya pingin nangis lepas sesunggukan. Sedih banget pokoknya hati ini.

Baca selengkapnya Cerita Hari Ini – Cari Mangkok Sampai Teh Chamomile – Selasa,16 Mei 2023

Jadwal Sehari-Hari 3 Anak Usia Sekolah

Ini adalah update dari tulisan sebelumnya tentang jadwal sehari-hari.

Update catatan ini adalah kondisi terkini dari keseharian aku karena ada hal yang sangat berbeda dari kondisi sebelumnya.

  1. Gak ada asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan aku.
  2. Kembar sudah mulai usia sekolah (SD).
  3. Thoriq udah di pondok.

Dari perubahan yang Thoriq udah di pondok, kesannya bakal lebih ringan. Soalnya kan kemarin-kemarin yang paling banyak tercurahkan waktunya ke Thoriq, baik dari hafalan, persiapan ujian (belajar pelajaran).

Walau dibarengi dengan gak ada yang bantuin lagi di rumah, tetap mikirnya udah lebih ringan insya allah.

Kenyataannya aku salah. Kenapa bisa salah? ceritanya juga lagi ditulis.

Jadi, kondisinya sekarang,

  • kewajiban ibu rumah tangga tanpa asisten yang bantuin.
  • homeschooling 3 anak sekolah dasar.
  • kerjaan remote yang sangat berkaitan dengan pekerjaan sama tim, jadi gak bisa santai semau-maunya aku kerja.
  • jualan lumalumi.
  • suatu kegiatan yang butuh konsentrasi dan ada target banget. update: yaitu kuliah :).

Ternyata aktifitaasnya malah tambah padaaaat masya Allah laa quwwata illa billah.

Sangat butuh pertolongan Allah setiap harinya.

cizkah
Jogja, Ahad, 29 Januari 2023

Ular dan Kayu Bakar

Sore ini, anak-anak masuk ke rumah setelah bermain di halaman.

Di seberang jalan setapak di depan rumah kami, ada satu kuburan kecil yang sepertinya salah satu leluhur di kampung sini. Kampung ini terdiri dari keluarga besar yang beranak keturunan di sini. Sisanya adalah para kontraktor (orang-orang yang mengontrak rumah) seperti kami.

Luma bilang, Kholid mendengar suara mendesis seperti ular di tumpukan kayu.

Aku pikir, yang dimaksud tumpukan kayu jati belanda yang ada di sisi pintu depan. Aku perjelas lagi,

“Tumpukan kayu yang mana?”

Baca selengkapnya Ular dan Kayu Bakar

Dari Kompos ke Pemuda

Kompos aku, bahannya dari sampah rumah tangga
(kulit buah, sisa sayuran ga dimasak, tisu bekas pilek, kulit-kulit apa aja) + daun kering. Untuk sampah basah dari wastafel atau sisa makanan, diberikan ke ayam.

Dulu awal ngompost, ga macem-macem ko.
Langsung aja pakai tanah dari halaman, isi sampah organik + daun kering (mesti balance biar ga asem/bau busuk).

Tetep berhasil insya Allah.
Konsep sederhananya kan, ini sampah organik yang kalau di tanah bakal hancur juga.

Baca selengkapnya Dari Kompos ke Pemuda

Menurunkan Idealisme

Waktu bulan Desember gak ada yang bantuin karena ditinggal mudik, aku pembenahan rumah banget. Idealisme masih tinggi padahal anak-anak sakit bertubi-tubi.

Bahkan aku jadi ketemu celah-celah untuk memperbaiki kinerja sepupu suami. Mungkin karena pola berpikirnya, pekerjaan dia memang hal rumah tangga. Harusnya bekerjanya bisa bagus dan maksimal gimana sesuai harapan aku. Jadinya aku malah nyari pola gimana rumah rapi yang itu nanti akan didelegasikan tugasnya ke dia.

Namun, kali ini, aku merasa harus sangat menurunkan idealisme.

Yang aku pikirkan adalah gimana supaya aku bisa sederhana dan mudah mengerjakannya semua hal.

Sepuluh hari gak ada yang bantuin, nyiapin anak ke pondok dengan segala keriuhannya, sempat sakit infeksi yang bikin demam, kesibukan lebaran, akhirnya aku mulai ngedrop.

Malam lebaran, habis buka puasa dan makan bareng anak-anak, aku udah gak kuat lagi akhirnya langsung tiduran.

Pulang sholat Isya, Abang nyamperin peluk aku, cium pipi sayang sambil pegang kepala aku. Nyentuh muka aku yang panas. Bukan panas demam. Tapi panas karena udah super kecapekan. Terbayangkah capeknya kaya gimana kalau udah sampai panas badan kecapekan?

Baca selengkapnya Menurunkan Idealisme

Refreshing

Beberapa waktu yang lalu, ada yang tanya via dm di instagram. Dengan segala aktifitas aku di rumah, refreshingnya gimana?

Jawabannya sederhanaya aja:

Keluar sejenak ke Indomaret, belanja sama anak-anak. Kalau dulu sebelum pandemi, sempat beberapa kali suka ke Kampung Jawa karena di sana ada taman luas. Jadi kami cuma duduk-duduk, ngopi, makan makanan rumahan yang disediakan secara prasmanan.

Baca selengkapnya Refreshing

Mungkin Kena Omicr*n

Alhamdulillah, salah satu yang pingin banget dicatat adalah kejadian dari tanggal 20 Desember 2021.

Sebenarnya, banyak banyak banyaaak banget hal lainnya yang mau dicatat. Tapi, satu-satu aja dulu. Semoga Allah mudahkan buat mengurai satu persatu.

Baca selengkapnya Mungkin Kena Omicr*n

Jadwal Sehari-Hari Aku

Alhamdulillah, tentang ini pernah dibahas di beberapa tulisan. Pernah juga aku share di story instagram per tulisan. Insya Allah, biar lebih mudah, aku jadikan tulisan-tulisan yang bahas tentang ini di sini ya. Silakan diklik per tulisan, nanti akan kebuka di new tab. Insya Allah biar lebih mudah navigasinya.

Pada dasarnya, aku adalah sama seperti ibu-ibu kebanyakan. Namun, biar ada gambaran gimana kegiatan aku dalam satu hari dalam hal rutinitas, aku sebutkan secara umum, yaitu:

Baca selengkapnya Jadwal Sehari-Hari Aku

Keletihan Sangat dan Corona – Nas’alullahal Aafiyah

Kalau aku kelihatan ceria dan baik-baik aja 2 harian ini di wa atau ig, aslinya aku di keletihan maksimal. Sampai pas lagi sholat rasanya mau pingsan…siap jatuh. Campur aduk perasaan. Sedih.

Tapi alhamdulillah aku belum pernah pingsan. Biasanya kalo udah kaya gini, pingsannya di mimpi.

Baca selengkapnya Keletihan Sangat dan Corona – Nas’alullahal Aafiyah

Bagaimana Membagi Waktu untuk Aktifitas Sehari-hari?

Seringkali aku dapat pertanyaan bagimana aku bagi waktu sehari-hari. Ada juga yang tanya spesifik banget, sampai minta dijelasin kegiatan dari pagi sampai malam gimana.

Ini sesuatu yang sebenarnya gak bisa aku jawab spesifik karena tiap hari kejadiannya kan juga beda-beda. Yang jelas, yang bikin beda itu ya segala macam hal yang terkait dengan kehidupan. Tapi ada yang sifatnya rutinitas seperti masak, mandiin anak, nyuapin. Ada juga yang kemudian aku tentukan sebagai hal yang jadi prioritas yang dalam satu hari itu harus terpenuhi. Gimana ngaturnya, itu yang kemudian kita minta pertolongan Allah untuk bisa melaksanakan semuanya.

Baca selengkapnya Bagaimana Membagi Waktu untuk Aktifitas Sehari-hari?

Antara Produksi dan Marketing

Kemarin terjadi diskusi yang cukup alot sama Abang.

Tambah alot terutama karena diskusi terjadi di siang hari, dimana aku lagi berusaha masak ngejar target makan siang, aku sendiri udah mulai lapar, plus belum qoilulah dari pagi haha.

Kami lagi bahas tentang suatu hal berkaitan sama modal yang mesti dikeluarkan tiap bulan untuk usaha poster LumaLumi.

Baca selengkapnya Antara Produksi dan Marketing

Nyepeda Setelah Mudik

Waktu baru pulang dari Jakarta kemarin, paginya rasanya badan remuk redam. Padahal malamnya kami sudah tidur cepat. Super cepat malah. Jam 8 lewat semua sudah tertidur. Suatu hal yang sangat jarang terjadi di rumah ini hehe.

Tidur jam segitu, ternyata semuanya tetap gak bangun-bangun sampai Subuh. Kecuali aku dan si kembar yang pastinya ada sesi pipis tengah malamnya :D. 

Sebelum aku sholat Subuh, Abang sempat ngomong, “Nyepeda kita?”

Aku yang beberapa saat sebelumnya ngomong ke Abang kalau badanku sakit semua langsung kasih pandangan yang bisa diartikan…Whaaatt? Are you kidding? 😀

Baca selengkapnya Nyepeda Setelah Mudik

Ketika Aku dan Abang Berbeda Pendapat

Malam Hari

Waktu itu, adalah momen kami akan berenang bersama keluarga. Mumpung ada bapak ibu mertua bersama anak yang dititipkan ke mereka. Juga dengan adik ipar yang sekarang sudah punya anak.

Malam sebelum berangkat, aku memasak ayam ungkep. Persiapan besok tinggal digoreng sebentar. Pergi-pergi begini, apalagi berenang, pasti semua orang bakal lapar banget. Ini salah satu didikan Mama yang di”ajarkan” tanpa “didiktekan” secara langsung. Apalagi bapak mertua ada diabetes. Aku berpikir jangan sampai Bapak makan di luar. Apalagi makan nasi dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Bisa-bisa sisa hari liburan berlangsung dengan kondisi tidak sehat.

Aku minta Ziyad dan Thoriq menyiapkan barang yang diperlukan saat malam hari ini. Alhamdulillah mereka sudah bisa menyiapkan sendiri keperluan untuk berenang. Pagi hari biar bisa lebih ringan menyiapkan hal lainnya dan membantu aku di urusan bersih-bersih rumah.

Baca selengkapnya Ketika Aku dan Abang Berbeda Pendapat