Belum Tamyiz…

Suka lucu kalau ngobrol sama Thoriq. Dari sisi dia yang suka kontroversi…kita bilang kanan…dia bilang kiri. Kadang pake gak nyambung juga…udah gitu tetep dilanjutin.

Pagi-pagi bangun nyamperin kita di kamar. Aku lagi nenenin Luma. Dia dipeluk-peluk sama abinya sambil tiduran.

Terus sampai ke pembicaraan,
Ummi: “Temen ummi ada yang anaknya sakit cacar..”

Thoriq: “Apa Mi? Cadar?”

U: “Bukan…caacarrr…itu lho sakit yang mirip kaya Thoriq dulu. Gatal…ada airnya…tapi kalo Thoriq flu burung…apa flu singapur ya?”

T: “Burung? Terbang kaya kupu-kupu itu ya…wiii wii…wii ( kaya suara robot terus tangannya bentuk kaya sayap kupu-kupu sambil ngepakin sayap.”

Gak nyambung atuh Thoriiq…jauh bener arah pembicaraannya.

Baca selengkapnya Belum Tamyiz…

Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Ziyad mulai kegiatan homeschooling untuk tingkat SD kelas 1 sekitar bulan Desember 2013. Waktu itu aku lagi hamil Luma 7 bulan. Alhamdulillah waktu ke Toga Mas, buku paket serta LKS tersedia. Untuk LKS, yang tersedia hanya untuk semester 2. Mungkin karena memang pada saat itu sudah mau pergantian semester kedua. Jadilah kami membeli buku-buku paket dan LKS untuk semester 2 kelas 1. Beberapa buku memang ada yang untuk satu tahun ajaran.

Cerita kegiatan homeschooling Ziyad – terutama pas awal-awal – in sya Allah di tempat lain ya hehe. Postingan kali ini biar fokus bahas tentang buku.

Mungkin ada yang bilang bahwa semua buku pada dasarnya sama aja. Alasannya, karena pada dasarnya materi yang dibahas di buku sama. Nah..kalau aku tapi tipikal tetep yang pilih-pilih…lihat isi…dll. hehe.  Karena ngerasain aku yang nyampein ke Ziyad, jadi bisa kerasa kalau gak semua buku sama walaupun isi bahasannya ya sama. Lebih berasa lagi karena antara kelas 1 dan kelas 2 kurikulum yang kita pake beda, buku pelajarannya juga beda-beda.

Baca selengkapnya Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Aku kasih judul pake waktu “saat ini” karena proses hafalan Ziyad itu beda-beda dari waktu ke waktu. Dari caranya…dari waktunya.

Semuanya butuh proses. Proses mengenali kemampuan anak. Proses membiasakan anak. Proses mengenali waktu yang tepat (untuk anak dan akunya hehe). Mendapatkan cara yang tepat.

Menghafal kan butuh kesabaran. Kesabaran dari yang menghafal…sama yang mengajar. Jangan sampai nanti lagi sama-sama kondisi perut mulai perih, tapi masih hafalan. Aduh..isinya bisa derai air mata dan nada tinggi 😀 (based on my own experience hehe).

Baca selengkapnya Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Tips Agar Badan Fit dan Tidak Mudah Malas untuk Para Ibu

Karena Malas Bukan Solusi

Malas bukan solusi. Bayangkan, seorang ibu yang pada umumnya dalam satu waktu mengerjakan berbagai hal; memasak, sambil mencuci piring, diselingi mencebok si kecil daaan seterusnya. Jika malas, apa yang terjadi. Banyak pekerjaan yang terbengkalai. Tadinya malas karena banyak kerjaan, ternyata kerjaannya tidak selesai dengan malas hehe.

Tapi badan ini rasanya kok lemas terus. Gak kuat.

Nah…kalau cara ilmiah, semacam tidur di awal waktu, cukup istirahat, makan yang bergizi tetap merasa lemah…simak tips di bawah.

Tips Agar Badan Fit dan Tidak Mudah Malas untuk Para Ibu

Pertama:

Tentu saja berdoa. Ada doa-doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lafalnya secara khusus menyebutkan meminta perlindungan dari sifat malas.

Misalnya doa ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala , aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan, sifat malas, sifat pengecut, bakhil, pikun dan siksa kubur. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala, anugrahkan kepada kami ketaqwaan jiwa. Sucikanlah, Engkau adalah sebaik-baik dzat yang mensucikannya. Engkau adalah pelindung dan penjaganya. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala, aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak pernah khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim no: 2722 dikutib dari fiqh al ad`iyah wa al adzkar)

Bagian minta dihindarkan dari lemah adalah pada kata “minal ‘ajzi” dan dari rasa malas adalah di kata “minal kasali”…tapi doa di atas terlalu bagus – bagi saya – untuk dilewatkan satu kalimatpun. Jadi, sambil minta dijauhkan dari rasa lemah dan rasa malas…kita juga minta hal-hal baik pengiringnya.

Berikut tulisan doa tersebut dalam bentuk gambar yang sudah dibagi menjadi tiga bagian untuk memudahkan menghafalkannya.

doa-terhindar-malas-lemah-pelit-jompo-pikun
doa-berlindung-dr-keburukan-hati-jiwa
doa-minta-kesucian-jiwa-yufidcom

Kedua:
Berdzikir sebelum tidur; Allahu Akbar 34x, Alhamdulillah 33x dan Subhanallah 33x.

ٍRasa malas saat hendak mengerjakan pekerjaan bisa jadi dikarenakan kondisi fisik kita yang lemah atau memang letih.

Fatimah, putri kesayangan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga seorang ibu. Rasa letih pun yang dirasakan oleh Fatimah radhiallahu ‘anha. Ia pernah mengadukan kesulitannya pada nabi dan berharap bisa mendapatkan budak untuk membantunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata memberikan tips ini sebagai gantinya – alias beliau tidak memberikan budak kepada Fatimah rodhiallahu ‘anhu -. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sengaja mengunjungi Fatimah dan Ali rodiallahu ‘anhum untuk memberitahu tips ini,

Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).

Faidah dzikir ini bisa dibaca lebih lengkap pada artikel ini

Ketiga:
Rasa malas juga bisa muncul karena kita merasa kita melakukan itu dengan fisik badan kita dan kemampuan kita seorang diri. Ini kesalahan. Seharusnya kita tidak menyandarkan semuanya pada diri kita sendiri. Tapi serahkan pada Allah.
Saya sering mengingatkan diri saya pribadi dengan doa ini. Segala hal yang kita lakukan sangat butuh pertolongan Allah. Seringkali saat bangun dari tidur kemudian melihat semua pekerjaan rumah tangga, tugas-tugas lain dan amanah-amanah yang bertumpuk di depan mata; rasanya di hati ini sudah ada semburat kepanikan, “Aaa…gimana ni nyelesein semuanyaaaa!”

Tapi cepat-cepat saya ingatkan dengan doa ini, in sya Allah hati langsung menjadi tenang. Apa sih doanya?

Yuk di hafal juga.

doa-dimudahkan-urusan

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (HR. Al-Hakim Shahih dlm. At-Targhib wat Tarhib 1/273.)

Oleh:  cizkah ummu ziyad
Artikel ummiummi.com

2 Channel Resep Masak yang Mudah untuk Keluarga

Hampir semua ibu suka masak. Ada pula yang kemudian anak-anaknya juga suka masak. Beberapa keluarga bahkan mencari buku resep yang mudah dipraktekkan untuk anak-anaknya.

Dua channel berikut – menurut penilaian  kami – masuk ke semua kriteria yang baru disebutkan. Ditambah lagi, video-video pada channel ini bisa menjadi alternatif tontonan “sehat” untuk anak-anak. Karena tidak ada unsur aurot wanita yang biasa terjadi pada acara masak lainnya.

Dapur Umami

Resep-resep masakan di channel ini in sya Allah sangat mudah. Bisa dipraktekkan oleh sang ibu…maupun sang anak. Bahan-bahan yang dibutuhkan biasanya sudah disajikan di bagian depan. Semuanya jadi terlihat sederhana dan mudah. Membuat orang yang melihat ingin segera mencoba resep yang disajikan.

 

Dapur Bujang

Nah..channel yang satu ini di”temukan” oleh anak pertama saya yang juga suka dengan video acara memasak. Pemateri adalah orang berkebangsaan Malaysia. Karena saya tidak tinggal di Malaysia, saya hanya menebak-nebak bahwa video-video yang ada juga disajikan di stasiun televisi di sana.

Yang menarik, adalah gaya bicara dan kosakata sang pembawa acara  yang banyaak sekali kemiripannya dengan suami saya yang berasal dari Jambi. Jadilah acara ini semacam acara tontonan keluarga. Mungkin karena pada dasarnya Malaysia dan Indonesia berasal dari satu rumpun. Kalau ditanya kue 8 jam, orang Melayu mana yang tidak tahu. Kalau ditanya kue Lemang…siapa yang tidak tergiur mendengarnya. Yang bukan orang Melayu, mungkin tidak tahu, sebagaimana saya dulu juga tidak tahu :D.

Resep yang disajikan juga in sya Allah mudah. Dari namanya juga bisa ditebak. Resep-resep yang disajikan, pada dasarnya untuk para bujang. Ini adalah bahasa yang umum digunakan – di daerah suami – untuk menyatakan seorang laki-laki.

Hayo…siapa yang suka masak sotong? ^^

***

Oleh: cizkah
Artikel ummiummi.com

Apa Itu Domain, Hosting, FileZilla serta Cpanel

Lanjutan tutorial yang kemarin ya. Kayanya memang masih “nggantung” tutorialnya hehe. Ini beberapa hal yang berkaitan dengan dunia web design…random tapi saling berkaitan.

1. Domain. Apa itu domain?

Contoh paling kongkrit…cizkah.com ini adalah nama domain. Misal ditanya, domainnya mau apa? Ya berarti alamat websitenya. Itu baru nama aja loh. Kita beli domain, belum bisa jadi sebuah website sampai kita punya tempat buat nge-host (naro file) file-file yang dibutuhkan untuk supaya bisa dilihat oleh pengguna internet lainnya yang biasanya dibuka melalui domain (buleett hehe).

Baca selengkapnya Apa Itu Domain, Hosting, FileZilla serta Cpanel

Luma 10 Bulan

Lumaa…putri salihah ummi in sya Allah. Udah mo 10 bulan in sya Allah. Tapi belum pernah nulis perkembangannya sama sekali heheh. Waktu Ziyad dulu, perkembangan setiap minggu aja dicatat.Berasa banget masih punya anak satu, setiap perkembangan serasa dipelototin. :D. Waktu luangnya ternyata waktu itu masih banyak. Walaupun pada saat itu ngerasanya udah jadi ibu paling sibuk :D.

Luma Luma Luma…mesti darimana ya aku catat.

Anak Perempuan Gak Repot?

Waktu Luma baru lahir, pola tidur dan menyusuinya kan beda. Gak terlalu begadangan. Malam gak sering pup. Sampe masih bisa nulis, dll. Ngerasanya…waw…beda banget nih sama pas ZIyad ma Thoriq. Terus seiring bertambah bulan, ternyata…gak jauh-jauh beda :D. Hihi..pantesan pas ditengokin sama bu Erlina, pas aku cerita betapa terasa ringannya anak perempuan, bu Erlina menyetujui tapi semacam dengan “catatan”, “Ya…lumayan lebih ringan.” Intinya gitu. Ternnyata sama Luma ada juga saat-saat begadangan. Sering juga tidur malam daan seterusnya

Makan

Alhamdulillah Luma makannya lancar. Sama seperti pas Thoriq, pake metode BLW (Baby Led Weaning) campur-campur model konvensional. Pas satu bulan lancar alhamdulillah…pas bulan kedua, sempat pup agak sering karena akunya terlalu semangat ngasih makan :D. Gak pake 4 days rule. Alhasil bingung dia itu diare karena apa. Alhamdulillah ternyata bukan karena intoleran susu atau pun karena alergi. Lebih karena gak cocok sama makanan bayi yang instant. Thoriq juga dulu gitu sih, kalo makanan bayi instant tuh memang cuma jadi selingan aja. Kalo berturut-turut dikasih 2 hari..alamat diare, terus ruam-ruam juga.
Kemarin nemu artikel bagus ternyata ada hubungan antara alergi makanan dengan ruam.

Luma lebih suka makan nasi daripada makanan yang bentuknya bubur. Lebih suka Regal daripada biskuit bayi lainnya. Baca selengkapnya Luma 10 Bulan

Bye Bye Brunei…

Pas akhir bulan November kemarin, aku sempat nge-uninstall whatsapp. Lagi pingin sendiri aja gak ada krang kring krang kring. Lagi pingin mengerjakan yaang lain pokoknya.

Akhirnya setelah 2 minggu, sambil tarik nafas, bismillah, aku install lagi hehe.

Dan ternyata aku missed beberapa informasi yang bermanfaat yang itu udah ada yang out of date (asal banget istilahnya).

Termasuk…yang mo aku ceritain di sini.

Salah satu teman yang sering membagikan info kajian atau informasi lainnya adalah Bondan istri akh Ndaru pemiliki Good Yoghurt. Kali ini infonya lain dari biasanya. Ternyata info beasiswa. Beasiswa yang in sya Allah memungkinkan untuk abang kalau mau ngajuin. Tapi kita flashback lagi sedikit beberapa kejadian sebelum itu.

Baca selengkapnya Bye Bye Brunei…

Sambungan Cerita Tahsin

Waa….lama benerr ya mo nyambungin cerita yang kemarin. Sebenarnya, padahal mo cerita yang lainnya juga. Jadi dari kemarin nungguin link-link video bagus dari abang yang bisa diambil pelajarannya sesuai yang pingin aku tulisin. Balada aku tahunya juga dari abang. Mo ngesearch sendiri juga gak ketemu-ketemu. Akhirnya ini ngedownload manual dari facebook abang terus aku upload lagi. Pas ngedownload gak merhatiin ukuran…ternyata ukuran yang paling kecil. Gpp, yang penting suaranya masih jelas ya. Karena yang kita butuhin untuk materi pendukung postingan ini adalah suaranya hehe.

Baca selengkapnya Sambungan Cerita Tahsin

Apakah Anak Kecil yang Meninggal Berada di Surga?

Memiliki buah hati, apalagi di usia balita merupakan masa lucu-lucunya. Masa-masa seorang anak tampak sangat menggemaskan. Ketika orang tua kehilangan buah hatinya – apalagi di usia ini – rasanya tentu sangat sedih.

Baru-baru ini, seorang anak berusia dua tahun yang bernama Ashira Shalva Riko menarik perhatian masyarakat Indonesia. Bayi lucu ini menderita penyakit Neuroblastoma. Dengan sebab itu, Allah menakdirkan “Non” – panggilan sayang dari orang tua Ashira – meninggal ketika menjalani pengobatan di Ghuangzou.

Saya adalah salah satu di antara orang tua yang juga ikut merasakan kesedihan karena meninggalnya Ashira. Banyak orang-orang yang mendoakan kebaikan dan memberi semangat untuk orang tua Ashira agar terus bersabar.

Banyak pula komentar-komentar di akun instagram “prayforashira” yang dibuat untuk penggalangan dana yang menyatakan bahwa Ashira sudah bahagia di surga.

Apakah benar anak yang meninggal berada di surga ataukah itu hanya kata-kata penghibur?

Untuk menjawab hal yang ghaib ini, kita harus melihat penjelasan yang ada dalam syari’at Islam. Tidak bisa berdasarkan kepercayaan belaka atau karena apa yang sering didengar di televisi.

Ruh Anak Mukmin yang Meninggal

Di hadits yang sangat panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang mimpi beliau yang diajak oleh dua malaikat. Mimpi itu merupakan kejadian nyata yang dialami penghuni kubur sebelum nanti menghadapi hari penghisaban.

Dalam hadits itu, ada salah satu bagian yang menceritakan tentang sebuah taman yang di tengahnya ada sebuah pohon. Di bawah pohon itu ada seorang laki-laki yang dikelilingi oleh anak-anak.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepada malaikat yang menemaninya perihal mimpinya, mereka menjawab,
“…Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang meninggal dalam keadaan fitrah. ‘Sebagian kaum Muslimin berkata: “Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?’ Beliau menjawab,”Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik.”* (HR. Al-Bukhari no. 7047, kitab At-Ta’bir, bab Ta’birur Ru`ya ba‘da Shalatish Shubh)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa mereka berada di surga. Bahkan Imam Ahmad menyatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ (kesepakatan).

Dalil yang mendukung pendapat ini adalah riwayat yang menceritakan ketika Ibrahim putra Rasulullah meninggal dunia, Rasulullah bersabda,

انَّ إبْرَاهِيْمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya baginya di surga dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan susuannya.” (HR Muslim no 2316)

Sabdanya pula,

أطفال المؤمنين يكفله إبراهيم

“Anak-anak orang mukmin ditanggung Nabi Ibrahim di surga.” (HR. Ibnu Hibbân 1826, dishahihkan oleh Al Albânî dalam Shahîhul Jâmi’ 3/155).

Hadits-hadits di atas merupakan hadits umum yang berlaku bagi anak muslim yang meninggal.

Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang bisa diambil berkaitan dengan anak muslim yang meninggal adalah

1. Insya Allah mereka berada di surga bersama nabi Ibrohim
2. Anak kecil yang meninggal tidak lantas menjadi malaikat atau bidadari di surga. Mereka tetap menjadi anak-anak.
3. Anak kecil yang meninggal adalah manusia dan bukan titisan (reinkarnasi) malaikat.

Wallahu a’lam.

Kami mendoakan untuk para orang tua Ashira dan orang tua lainnya yang kehilangan anaknya..

Ya Allah jadikanlah anak ini sebagai pendahulu bagi kedua orang tuanya, tabungan/ simpanan dan pahala bagi keduanya.

Ya Allah beratkanlah timbangan keduanya dengan kematian si anak, besarkanlah pahala keduanya.

Ya Allah, jadikanlah anak ini dalam tanggungan Nabi Ibrahim dan gabungkanlah dia dengan pendahulu yang shalih dari kalangan (anak-anak kecil) kaum mukminin.
Lepaskanlah dia dari adzab neraka jahim dengan rahmat-Mu.”
(Al-Mughni, fashl Ad-Du’a` li Walidayith Thifl Al-Mayyit)

Penyusun: cizkah
Muroja’ah: Ust. Ammi Nur Baits

Referensi:

http://asysyariah.com/shalat-jenazah/
http://kisahmuslim.com/nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bersama-malaikat-jibril-dan-mikail/

Derita Sesudah Mati !

Roh Gentayangan ? ?


http://pesantren-alihsan.org/bunda-relakan-kepergian-anakmu.html

Hatinya Pecah Karena Sayang…. #SuratZiyad

Sebelum melanjutkan ke pelajaran tahsin…mumpung masih fresh dan lagi baru kepikiran…Aku posting dulu ya surat dari Ziyad yang dia bikin tadi malam. Ziyad suka banget bikin surat-surat atau tulisan kaya gini. Baru kepikiran, kenapa gak dicatat di blog ya? 😀 Biasanya aku simpan…tapi ada juga yang ketelingsut-ketelingsut…

Isi surat kali ini:

Umi, Ziyad sayang banget sama umi. Ziyad jadi bangga sama umi dan Ziyad sayangnya berlipat-lipat sama Umi, Ziyad jadinya hatinya pecah karena sayang. Karena ada Luma Ziyad selalu jagain dan patuh. dan aku adalah anak yang patuh iny sya Allah.

surat ziyad

Hehe… Penggunaan titik komanya memang masih belum sepenuhnya tepat. Itu maksudnya dia sayaangg banget sampai pecah rasanya hatinya :D.

Terus masuk deh pelajaran dari aku. Pengungkapannya mungkin bisa dengan, “Rasa sayang Ziyad tuh membuncaahh…membuncah tuh artinya sampe kaya tumpah-tumpah. Kalau pecah kan nanti hancur dong hatinya…”

 

Belajar Tahsin

Nikmat dari Allah itu…
Gak mesti berupa harta kok…

Bahagia itu…gak mesti karena habis beli sesuatu…

Dapat ilmu itu juga bikin bahagia. Bahagianya sulit digambarkan…prosesnya juga kadang berliku-liku dan bikin takjub, bersyukur…alhamdulillah wa syukru lillah…

Ceritanya, seperti aku beberapa kali sebutin, abang (baca: suamikuh) belajar tahsin ke ust Abdurrohim. Prosesnya sering kepotong-potong karena ust Abdurrohim (yang baru umur 17th ituh) ikut lomba, menuntut ilmu, naik haji, jadi imam di daerah mana di bulan puasa. Proses belajarnya itu dibenerin dari huruf per huruf..baca, dikasih tahu kaidah-kaidahnya…daann seterusnya.

Baca selengkapnya Belajar Tahsin

Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Pertengahan bulan Oktober yang lalu, aku dapat kabar dari Avie kalau ada lomba hafalan Qur’an juz 29-30 . Acaranya hari Sabtu tanggal 1 November. Masya Allah. Seneeng banget pas dengar kabar itu. Alhamdulillah Ziyad juga pas selesai hafalan juz 29-nya.

Di rumah kan memang alhamdulillah lumayan sering nonton tentang lomba-lomba Al-Qur’an atau tes Al-Qur’an ke anak-anak ataupun orang dewasa. Pingin banget Ziyad merasakan itu hehe. Pingin dia merasakan lebih nyata bahwa ada teman-teman di luar sana yang juga menghafal Al-Qur’an. Pas dengar ada lombanya itu, bayangan kita juga nanti perlombaannya gak jauh-jauh beda. Di tes ayat, disuruh terusin. Ditesnya terbuka.

lomba hifdzul quranPendaftarannya di UMY. Mesti kasih foto. Kita foto pake kamera HP hehe. Aku edit di Photoshop. Beli kertas foto di toko merah. Print, potong-potong sendiri :D. Sekitar 10 hari sebelum lomba, Ziyad (atau lebih tepatnya hampir sekeluarga) kena flu lumayan berat. Sama abang gak boleh main-main pas sore. Pokoknya sayang-sayaaang banget kalau misalnya sampai gak jadi. Jarang-jarang ada lomba kaya gini lagi (yang pas kami tahu :D).

Gak ada persiapan khusus berkenaan lomba ini. Karena tujuannya memang bukan untuk menang. Lagipula ini (hafalan Qur’an) bukan sesuatu yang bisa dibikin sistem kebut semalam terus langsung bisa kuat hafalannya ;D. Hafalan juz 29 Ziyad juga masih “kemana-mana”. Apalagi surat Jin sama surat Nuh. Aku muroja’ah seperti biasa aja berusaha muter seminggu terakhir itu hafalan juz 29-30-nya.

Pas technical meeting yang dihadiri abang, dibilang mesti kumpul jam 7. Dikasih tahu susunan acaranya. Intinya selesainya ba’da Ashar. Wawww…kebayang deh bawa rombongan, ada bayinya, mesti diluar dari pagi sampe sore gitu. Mesti bawa bekal banyak-banyak. Abang sampe bercanda, “Bawa bantal dek. ” 😀

Baca selengkapnya Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Kisah Pembeli Bakso dan Penjual Bakso

Ini adalah dua kisah yang berbeda. Terjadi di tempat yang berbeda. Waktu yang berbeda. Satu yang sama, kedua kisah ini memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi saya.

Pembeli Bakso

Sebut saja, namanya mba Ida (bukan nama sebenarnya). Saat masih sering bertemu dengannya, ia telah memiliki enam orang anak. Ia tinggal di rumah kontrakan yang terbuat dari kayu yang juga sangat tepat jika dikatakan gubuk. Bukan karena ingin kelihatan sederhana. Namun kenyataannya memang seperti itu. Rumahnya terbagi menjadi dua ruangan. Keduanya dijadikan ruangan tidur. Satu ruangan yang bersambung dengan pintu masuk bagian depan juga multifungsi sebagai tempat menerima tamu. Tak ada karpet permadani. Ataupun sofa empuk dan bangku berukir mahal. Yang ada adalah tikar dan bantal-bantal kapuk yang telah menyusut ukurannya tergeletak  di pinggir ruangan.

Terkadang, mba Ida mampir ke rumahku. Sekali ini, ia mampir sambil membawa satu bungkusan bakso. Bukan bakso daging urat dengan kuah berkaldu yang kental. Hanya sebungkus bakso seharga Rp 2.500. Bakso yang sarat campuran terigunya dengan kuah yang sedikit bening nampun tetap ada aroma kaldunya.  Ia meminjam mangkuk milikku. Bukan. Bakso itu bukan untukku. Ia sangat ingin menikmati bakso itu seorang diri.

“Sekali-sekali “,katanya.

Jika dimakan di rumah, maka ia harus berbagi dengan anak-anaknya. Atau juga dengan suaminya. Bakso seharga 2.500 yang sangat berharga.

Maka…nikmat mana lagi yang aku dustakan? Kecukupan apa lagi yang aku cari? Saat kejadian itu terjadi, aku rekam kuat-kuat, agar selalu kuingat manakala rasa “kurang” melanda.

Penjual Bakso

Sekitar tahun 2004, bapak penjual bakso ini sering lewat di depan kos-kosan yang aku tinggali. Biasanya, aku tak sembarangan membeli bakso. Khawatir dengan campuran yang ada pada bakso itu sendiri. Namun bapak yang satu ini insya Allah aku percaya. Penampilannya yang memakai celana di atas mata kaki. Jenggot yang tumbuh beberapa di sela-sela dagunya. Beberapa kali juga aku ketahui ia sholat di masjid yang ada di komplek perumahan yang aku tinggali tersebut.

Satu kali di tahun 2013, saat aku sudah menikah dan sudah memiliki 2 anak, maghrib berkumandang saat kami keluar dari  suatu mall karena suatu keperluan. Mall itu berseberangan dengan komplek perumahan dimana aku dulu ngekos. Karena tahu ada masjid terdekat, kami sekeluarga menuju masjid tersebut.

Biasanya aku bergantian sholat dengan suami karena harus menjaga anak-anak. Ada gerobak masjid di sisi selatan masjid tersebut. Aku hanya berpikir sekilas, teringat kebiasaanku membeli bakso di daerah tersebut.

Saat jama’ah sholat dari laki-laki selesai dan mulai berhamburan keluar, dengan rasa penasaran aku melihat gerobak bakso itu. Entah kenapa aku berpikir, apakah mungkin penjualnya adalah penjual uyang sama dengan saat aku masih belum menikah dulu? Saat melihat sang bapak menuju gerobak baksonya…maka tahulah aku.

Ini adalah penjual bakso yang sama.

Sama seperti 9 tahun yang lalu.

Masih berjualan bakso. Masih berkeliling

Mungkin aku harus melihat dari sisi, betapa si bapak tidak ada kemajuan. Tidak ada inovasi. Atau usahanya tidak berkembang. Tapi aku tak ingin melihat dari sisi itu. Aku ingin melihat dari sisi lainnya.

Maka akupun merenung. Betapa kebutuhan hidup semakin meiningkat. Betapa setiap orang – termasuk diriku – sangat ingin memperbaiki taraf hidup dari hari kehari. Mulai dari kebutuhan anak-anak, rumah, kendaraan dan kebutuhan dunia lainnya yang tak ada habisnya.

Tapi bapak penjual bakso ini masih dengan kondisi yang sama.

Maka apakah ketika kita menghadapi situasi yang sama  kemudian kita akan mengeluh dan berputus asa?
Aku berdoa semoga tidak. Semoga sang bapak penjual bakso pun tidak. Semoga anak istri keluarganya tidak. Semoga Allah memberikan rasa kecukupan dari apa yang Allah telah berikan  dan memberkahi apa yang kita miliki.

Satu catatan lagi yang sangat berharga adalah, sang penjual bakso tetap sholat berjama’ah di masjid.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.? Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.? (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3).

Penulis: cizkah ummu ziyad

Agen-Agen Baru (Malaysia dan Singpore Jugaaa)

1. Singapura
Masih agen yang kemarin hehe. Ini nomor kontaknya. Untuk soundbook bisa kontak ke Nur di instagram (www.instagram.com/runayrus) atau di nomor berikut +65 90616560

agen flashcard hijaiyah singapore

2. Malaysia di nomor yang ada di pic di bawah ini ya. Lokasinya di Kuala Lumpur.

agen flashcard hijaiyah malaysia

3. Lampung dengan mba Ari di nomor 0823-7717-8786

4. Bekasi dengan mba Yuli di nomor 0821-1232-4545 atau Mutia di nomor (sepertinya stock terbatas tapi)

5. Bandung dengan bapak Hisyam di nomor 0857-2292-1241

Ada yang ketinggalan gak yah..kalo ada in sya Allah diupdate lagi.

Selamat Bercengkerama dengan…

Kehidupan saat ini memang sudah sangat jauuh berubah. Bercengkerama kini menjadi sesuatu yang hening.

Kehidupan sepasang suami istri pun kini juga jadi jauuh berubah. Bercengkerama dengan kekasih, tidak lagi seperti yang didambakan. Bukan lagi sesuatu yang dirindukan.

Berbagai fenomena seperti di bawah ini mungkin kita temukan dalam kehidupan rumah tangga.

Sang suami yang pulang kerja, dalam letihnya lebih menyukai membuka facebook, whatsapp, twitter, – atau apapun itu yang dinamanya media SOSIAL -. Seakan-akan, baginya semua media itu lebih bisa menghilangkan penatnya.

Tak beda pula dengan sang istri, yang dalam letihnya masih menyempatkan diri mengetikkan berbagai pesan canda dan tawa kepada temannya. Namun tidak ada pesan mesra kepada  suami tergcintanya.

Kadang yang terjadi juga bagai lingkaran setan yang tak berhenti.

Si suami yang lebih memilih bercengkerama dengan teman-temannya di ruang social.  Saling melempar komentar di sebuah status. Bercanda dalam percakapan dengan teman-teman di grup. Membaca berita-berita yang katanya ringan namun menghibur.

Si istri yang kecewa dengan perlakuan suami. Obrolan hangat yang didambakan sudah pupus. Akhirnya ia juga mulai melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan suami. Menghabiskan “waktu rebahan” di kesenyapan malam setelah anak-anak tidur untuk melakukan “me time” berselancar ke social media.

Waktu untuk bercakap-cakap bagi  suami dan istri menjadi waktu sisa-sisa. Rangkaian cerita pasangannya menjadi remah-remah yang begitu berat untuk ditelan. Sampai kiranya salah satu pasangannya harus menelan lagi cerita yang sedang ingin dicurahkannya karena mata sang kekasih telah terpejam.

Hingga akhirnya  masing-masing pihak sangat ingin mengatakan,

“Selamat bercengkerama dengan facebook..”

“Selamat bercengkerama dengan twitter…”

“Selamat bercengkerama dengan whatsapp…”

“Selamat bercengkerama dengan instagram…”

Selamat bercengkerama dengan apapun itu yang membuatmu lebih bahagia bercakap-cakap dengannya dibandingkan dengan pasangan hidupmu.

Haruskah ini terjadi?

Bisakah ini dihindari?

Coba kita lihat contoh pasangan rumah tangga terfavorit. Siapa lagi kalau bukan rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم  مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ

“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa lama kemudian beliau tidur”. ( HR Al-Bukhari IV/1665 no 4293, VI/2712 no 7014 dan Muslim I/530 no 763)

Padahal hukum asal berbincang-bincang setelah ‘Isya adalah dibenci.

Bisakah kita bayangkan, bahwa kita lebih memilih bercengkerama bersama teman-teman yang ia pun sebenarnya lebih dibutuhkan bercengkerama dengan pasangan hidupnya?

Bisakah kita bayangkan, bahwa kita lebih memilih melakukan sesuatu yang sia-sia? Padahal di sana ada sesuatu yang sebenarnya mudah dan menyenangkan untuk dilakukan.

Canda seseorang bersama keluarganya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

كُلُّ شَيْئٍ يَلْهُو بِهِ ابْن آدَمَ فَهُوَ بَاطِلٌ إِلاَّ ثَلاَثًا رَمْيُهُ عَىْ قَوْسِهِ وَ تَأْدِيْبُهُ فَرْسَهُ و  مُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ فَإِنَّهُنَّ مِنَ الْحَقِّ

 ”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” ( HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309)

Jadi….mari kita memilih. Bercengkerama dengan siapakah yang kita dahulukan saat bersama keluarga? 🙂

***

Penulis: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com