Learning is a Journey

Pertama…kalo dalam proses belajar ada yang merasa stress…kemungkinan besar ada yang perlu diperbaiki. Mungkin metodenya yang salah, prakteknya yang kurang tepat, waktunya yang belum tepat dst.

Kedua…no no no..Jangan sampai kesan awal yang ditangkap anak saat menghafal Quran adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak menyenangkan dll.

Ketiga bertahap.

Keempat…sesuaikan dengan perkembangannya.

Kelima…learning is a journeeey…it’s not a race hehe..

Prakteknya gimana nih maksudnya?

Baca selengkapnya Learning is a Journey

Bahagia Bisa Membaca

Ini adalah Lanjutan postingan 2,5 Tahun ber-Homeschooling…

Kemarin diskusi dengan seorang ibu. Tentang kemampuan baca, tulis, hitung seorang anak. Kebetulan si ibu ini baru mulai menerapkan homeschooling di rumahnya.  Timbul pertanyaan,  “Apakah baca tulis hitung ini menjadi tolak ukur keberhasilan belajar seorang anak?

Jawabannya: enggaaaa…in sya Allah.

Jangan khawatir ya ibu-ibu yang anaknya masih dalam tahap belajar membaca atau menulis. Apalagi yang masih umur di bawah 7 tahun hehe.

Aku sendiri pernah terperangkap dengan perasaan ini. Waktu itu Ziyad baru tahap-tahap awal baca latin. Rasanya pas dengar anak lain seumuran dia udah bisa baca tuh jadi gimanaaaa gitu. Terus bawaannya jadi senewen, trus berasa banget jadinya ngajar Ziyad juga jadi senewen. Ah kasihan.

Baca selengkapnya Bahagia Bisa Membaca

DIY: Mainan Jahit

Tidak semua mainan edukatif itu perlu dibeli. Kadang kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Proyek membuat mainan ini pun muncul tiba-tiba ketika melihat sisa karton tebal yang ada. Jika tidak ada karton tebal semacam ini, Anda juga bisa menggunakan kardus bekas in sya Allah.

craft sewing toys

Baca selengkapnya DIY: Mainan Jahit

Poster Perkalian

poster perkalian cizkah

Alhamdulillah, hadir produk cizkah yang terbaru. Poster perkalian. Masih ingat postingan pas launching produk poster hijaiyah? Disitu disebut-sebut tentang poster perkalian dan keinginan tiba-tiba untuk bikin poster tersebut.  Alhamdulillah terwujud juga.

Dalam matematika, ada beberapa hal yang akan memudahkan  bagi seorang anak untuk ke depannya dengan cara di hafal. Salah satunya adalah perkalian. Aku masih ingat seorang teman yang begitu susah payah setiap menghadapi soal perkalian karena dia harus menambah secara manual satu persatu setiap angka (karena dia tidak hafal perkalian).

Misalnya soal: 63 x 5
Maka dia akan menyelesaikannya dengan cara 63 + 63 + 63 + 63 + 63

Baca selengkapnya Poster Perkalian

Belajar Menulis Latin

Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.

Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.

Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya).  Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.

Baca selengkapnya Belajar Menulis Latin

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Ketika Ziyad Sekolah

Banyak alasan, ketika akhirnya kami mencoba memasukkan Ziyad sekolah dan akhirnya pelan-pelan memutuskan memasukkan dia ke sekolah.

Pertama mungkin karena takut…atau khawatir…atau berbagai kecemasan lainnya yang aku sendiri ngerasa belum sanggup menghadapinya – apalagi suami lebih banyak menyerahkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan ke aku.

Permintaan dari Ziyad…- yang sebenarnya mungkin bisa berlalu oleh waktu -.

Kondisi lingkungan di rumah yang kurang mendukung untuk adanya kegiatan bermain bersama dengan teman-teman sepermainan. Sebagian besar adalah anak perempuan. Anak yang beda setahun dua tahun, mungkin kurang suka bergaul dengan anak umur 4 tahun yang bicaranya pada waktu itu sulit dimengerti dan belum bisa mengikuti permainan mereka. Tapi sama sekali aku gak masalahin masalah sosialisasi insyaAllah. Bahkan ketika muncul teman sepermainan yang cocok sama Ziyad selama 2 bulan , sampai kepikiran, “Ah…betapa di kehidupan sehari-hari inilah anak (kita pun) belajar sosialisasi.” Sampe mo nulis belajar sosialisasi untuk bersosialisasi di sekolah atau belajar sosialisasi di sekolah untuk sosialisasi di kehidupan nyata? Hehe..

Prakteknya…

Kemaren pas nyoba, udah semester akhir. Masuknya masih jarang. Sempat sakit. Trus udah keburu ujian, class meeting, dll. Ya cuma sekitar 10 kali pertemuan.

Terus sekarang udah semester baru. Ketemu bulan Ramadhan. Jadwal juga masih belum fix banget.

Dan Aku…

Aku sedih banget sebenarnya. Pas lagi nyoba-nyoba itu – bahkan sampai kemarin pun – aku berkali-kali nanya ke Ziyad, “Ziyad senang sekolah?” “Gpp kok kalo Ziyad tetep mau belajar sama Ummi.” “Ziyad mau terus sekolah?”

Baca selengkapnya Ketika Ziyad Sekolah

Kurikulum Homeschooling Ziyad

belajar tulis
April 2011 (Ziyad 3 th 9 bln), belajar nulisnya aku bikin sendiri. Sayang printernya sekarang rusak.

Ada satu dua orang tetangga yang nanya, “Kurikulumnya pakai apa?” Pas kemarin tahu Ziyad belajar di rumah. Hmm…kurikulum Ziyad di rumah?

Jawabnya: Cuma sedikit dan gak ribet.

Jangan bayangin bakal ngedapetin file pdf yang bisa didownload atau tampilan tabel dengan jadwal harian di postingan ini hehe…

Baca selengkapnya Kurikulum Homeschooling Ziyad

30 Video Anak Penghafal Al-Qur’an

Anak-anak mudah terpengaruh dengan sesuatu yang dia lihat atau dengar. Sayang sekali, seringkali sesuatu yang mereka lihat atau dengar banyak didapatkan dari televisi atau tontonan yang kurang mendidik sehingga tentu saja mau tidak mau berpengaruh ke jiwa. Salah satu hal yang kami coba lakukan untuk memberi tontonan yang baik adalah memainkan video-video anak-anak penghafal Al-Qur’an kepada anak-anak.

Bayi Thoriq yang kini berusia 1, 5 tahun yang mulai suka “menonton”, alhamdulillah juga menerima ketika dipasangkan video-video yang menampilkan anak-anak yang membaca Al-Qur’an ini.

١٧. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
(QS. Al-Qomar: 17)
Baca selengkapnya 30 Video Anak Penghafal Al-Qur’an

Poster Hijaiyah Minimalis

Poster Hijaiyah Minimalis:

hijaiyah colorfull font
Garis putus-putus dan tulisan cizkah.com hanya watermark – bukan bagian dari desain –

Detail produk:

  • Ukuran kertas: A3
  • Jika ingin membeli dalam bentuk cetak di kertas Ivory, harga: Rp 11.500 Rp 10.000
Contoh hasil cetak (fotonya malam hari, jadi kelihatan agak gelap).
jual poster hijaiyah
jual poster hijaiyah

Setiap desain yang aku bikin, insyaAllah selalu dengan penuh pertimbangan, baik dari segi estetika ataupun fungsinya untuk anak didik.  Beda dengan poster alfabet, poster hijaiyah di susun disusun secara landscape untuk memudahkan anak dalam pengelompokan dan membedakan huruf yang mirip dan terletak berdekatan. Jika disusun 4 ke bawah, maka yang terjadi, huruf ذ terpisah dengan huruf  د , huruf س terpisah dengan huruf ش . Padahal jika berdekatan, ini memudahkan anak untuk membedakan kedua jenis huruf tersebut.

Poster ini insyaAllah bisa dibingkai cantik karena terletak di tengah dan tidak ada unsur lain selain huruf hijaiyah tersebut. Beda dengan poster lainnya yang beredar di pasar.

Jangan lupa lihat (beli juga dong :D) produk yang lainnya:

jual poster wudhu poster alfabet jual flashcard hijaiyah
jual poster hijaiyah poster alfabet huruf kecil jual poster angka arabic
jual flashcard hijaiyah

Sotoy Homeschooling

Setelah merenung beberapa hari dari kemarin…kayanya mo berhenti sotoy ngomongin masalah homeschooling deh hihi…

Masalahnya gini…aku sendiri jadi gak nyaman…Ngelakuin ini itu antara ada bayang-bayang “homeschooling”  yang disukai dan tidak disukai…Kok susah ya menyampaikan apa yang aku maksud.

Maksudnya adalah aku ga harus mengkait2kan atau kemudian menamai semua aktivitas dg “homeschooling” kan?

Mo balik lagi kaya dulu-dulu lah …pokoknya intinya begitu deh…

*lagi masuk angin*

Bagaimana Memulai Homeschooling?

Homeschooling di Mataku

Homeschooling adalah label/nama/istilah. Bagiku seperti itu. Label yang membantu seseorang menjelaskan suatu aktifitas pendidikan/pembelajaran yang dilakukan di rumah. Dan bagiku sama saja ketika menyebutnya dengan Home Education. It’s just a name.

Jadi…saran pertamaku untuk teman-teman yang mau memulai homeschooling, gak usah pusing dengan berbagai deskripsi yang ada. Kita bukan sedang/akan melakukan sesuatu yang disesuaikan dengan suatu label. Tapi sebaliknya, kita akan melakukan sesuatu yang membantu perkembangan anak (peserta didik kita, mad’u kita) dari berbagai sisi – utamanya diniyah – terserah nanti namanya itu mau homeschooling, homeeducation, dll.

Baca selengkapnya Bagaimana Memulai Homeschooling?

Membuat Jadwal Belajar dalam Homeschooling

Tulisan ini kami dapatkan di group Sunni Home Schooling di facebook. Isinya bagi saya pribadi luar biasa karena menyingkirkan rasa khawatir karena belajar di rumah itu memang berbeda dengan belajar di sekolah. Dari tulisan ini, kita juga belajar bahwa terkadang kita (untuk yang menerapkan metode homeschooling) masih terseret dengan pola pikir cara belajar di sekolah. Tak banyak berkata-kata, mari kita baca artikel berikut.

Baca selengkapnya Membuat Jadwal Belajar dalam Homeschooling

Tips Mengajarkan Huruf “b” dan “d”

Berhubung kalo mo cerita full proses belajar Ziyad yang lain nanti malah gak keposting-posting, atau malah nunggu postingan review HP android juga malah gak jadi-jadi hehe, jadi posting sekilas tips ini aja. Yap, proses homeschoolingnya Ziyad masih berjalan alhamdulillah, walaupun mungkin kelihatannya kemajuannya tak sepesat anak lainnya, tapi aku tetap bersyukur masih bisa mendapatkan pahala itu insyaAllah…karena mengajarkan lafal per lafal, huruf per huruf, dan tahap per tahapan ke Ziyad.

Langsung saja, tak akan berpanjang-panjang.

Ziyad, mungkin seperti kebanyakan anak lainnya, atau mungkin tidak seperti kebanyakan anak lainnya, sulit membedakan antara huruf “b” dan “d”. Kalau pas satu huruf itu yang dipelajari sih lancar. Tapi kalo udah ketemu campur…nanti dia malah jadi takut salah karena memang hampir selalu salah. Kasihan, tapi ga boleh menyerah dan gak usah takut, kata aku. Salah itu wajar, kan lagi belajar, yang penting sabar.

Baca selengkapnya Tips Mengajarkan Huruf “b” dan “d”

Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak

Percaya atau tidak, Ziyad (4 tahun 3 bulan) bisa menyatakan isim isyaroh hadza dan hadzihi untuk Omar, Mariam dan Qittoh secara tepat tanpa saya ajarkan mana yang mudzakar dan mana yang muanats melalui website ini. Sama seperti kita atau para bayi kita belajar bahasa ibu, maka cara belajar bahasa terbaik adalah dengan mendengar dan mempraktekkannya melalui percakapan (muhadatsah). Al lughotu al muhadtsah, kata seorang ustadz.  Dan website omarmariam.irsyad.sg mengemasnya secara menarik untuk anak-anak.

Baca selengkapnya Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak