Tadinya, aku pikir, riwayat per-baking-an ku berakhir atau bakal terbengkalai sejak Ziyad homeschooling plus berbarengan dengan lahirnya Luma. Memasak pun lebih banyak beli lauknya setahun terakhir pas abang kuliah. Karena waktu makannya jadi diburu dan harus disesuaikan dengan waktu abang harus berangkat ke ma’had. Warung dekat rumah yang cuma beberapa langkah kaki jadi andalan.
Tag: Masak
Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang
Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.
Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.
Jika memakai mangkuk…
Keraguan terbesar menggunakan mangkuk sebagai wadah adalah wadah tersebut mungkin sekali tidak tertutup. Saya hanya berjaga-jaga terhadap hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu menutup wadah makanan.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِى السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ ».
“Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim)
Hadits dari Abu Humaid as Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَتَيْتُ النَّبِيَّ بِقَدَحِ لَبَنٍ مِنَ النَّقِيْعِ لَيْسَ مُخَمَّراً، فَقَالَ: أَلاَ خَمَّرْتَهُ؟ وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ عُوْداً؟ ، قَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: إِنَّمَا أَمَرَ بَالأَسْقِيَةِ أَنْ توكأ لَيْلاً وَبِالأَبْوَابِ أَنْ تُغْلَقَ لَيْلاً.
“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bejana berisi susu dari daerah an Naqi`yang tidak bertutup. Lantas beliau bersabda: “Tidakkah engkau menutupnya, walaupun hanya dengan membentangkan sebatang ranting pohon di atasnya?” Abu Humaid berkata,”Sesungguhnya beliau memerintahkan agar wadah air diikat (ditutup) pada malam hari, dan pintu-pintu ditutup pada malam hari” (HR. Muslim)
Saya khawatir saya terlupa menutup mangkuk tersebut dengan sesuatu atau tutupnya tersenggol atau hal-hal lainnya.
Jika memakai kaleng bekas kue…
Saya adalah orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya minimalis. Saya ingin ada banyak ruang di sekitar kompor. Dan bagi saya, kaleng bekas kue terlalu besar, tidak efektif dan efisien untuk acara buka tutupnya.
Jika memakai botol bekas sirup…
Tidak praktis karena harus memakai corong ketika memasukkan. Tidak mudah pula untuk membersihkannya.
Gunakan wadah bekas selai!

Inilah wadah yang saya gunakan saat ini. Kenapa cara ini menurut saya sangat efektif.
- Ketika minyak masih panas pun, in sya Allah minyak sudah bisa diletakkan ke dalam wadah dan penggorengan bisa dilanjutkan untuk menggoreng atau menumis sayuran lainnya
- Saya tidak membutuhkan tambahan corong untuk memasukkan minyak bekas dari wajan sehingga mengurangi cucian kotor.
- Mudah dibersihkan. Lemak-lemak bekas minyak seringkali menggumpal dan membekas di sekitar wadah. Walaupun masih ada isinya, kita tetap mudah menncucinya dengan sabun cuci piring. Karena tutup selai biasanya sangat rapat. Kalaupun minyak sudah tidak layak pakai dan wadah telah kosong, kita juga dengan mudah dapat membersihkannya.
- Tidak memakan banyak tempat.
Satu kali goreng, sisanya biasanya hanya butuh satu wadah bekas selai. Untuk saya pribadi, untuk jenis makanan yang digoreng biasanya tidak menggunakan satu minyak itu-itu saja. Misalnya bekas menggoreng ikan tidak saya gunakan untuk menggoreng pisang. Dan saya tidak akan merasa keberatan atau terganggu walaupun ada 2 atau 3 wadah bekas selai yang berjejer. Bandingkan jika kita menggunakan mangkuk atau kaleng bekas kue.
Semoga bermanfaat!
cizkah
12 November 2013
Ayam Bakar Bumbu PETIS
Sengaja tulisan petisnya di-UPPERCASE :D. Petis ini adalah bumbu tambahan yang sering digunakan untuk daerah tertentu, terutama Jawa Timur.
Ide Sayur Praktis
Sebenarnya, hampir tidak ada alasan bagi para ibu untuk tidak membuat sayur untuk pelengkap nutrisi anggota keluarga. Karena sayur pada umumnya tidak membutuhkan waktu lama dalam pengolahan dan proses masaknya. Berikut beberapa sayur yang biasa saya sajikan untuk keluarga. Percaya deh, pembuatannya kadang malah mendekati waktu makan. Karena saat disajikan hangat baru dimasak, rasa masakannya jauh lebih lezat dan segar. Pembuatan sayur-sayur ini antara 10-15 menit. Saya juga hanya menggunakan teknik iris bawang (tidak dihaluskan) atau geprak untuk hampir semua masakan ini.
Pewarna Makanan Halal Penguin
Pewarna Makanan Halal yang Langka
Untuk para ummahat tentu menyadari, susah-susah gampang mencari berbagai bahan dasar yang halal untuk membuat kue/makanan di rumah. Salah satunya adalah pewarna dan pasta makanan. Padahal kita harus berhati-hati menyajikan makanan untuk seluruh anggota keluarga.
Walaupun “Cuma” Pewarna/Pasta pun Harus Halal
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)
Semoga kita dilindungi dari memakan makanan yang haram walaupun dari setitik pewarna atau pasta.
Alhamdulillah kemarin saya menemukan alternatif pewarna makanan yang – dengan bahagianya – ada label halal dari MUI!
Merk Pewarna: Penguin
Harga satuan: Rp 2.900
Bagi ibu-ibu, ummahat, akhowat yang memiliki info lain tentang makanan halal, dengan senang hati ummiummi menerima informasi/artikel tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan ibu-ibu dalam menyampaikan suatu kebaikan. Aamiin
***
Artikel ummiummi.com
Resep Kepiting Lada Hitam
Resep Kepiting Lada Hitam
Dulu saya bukanlah penikmat kepiting atau sea food. Kalaupun kakak membawakan dari tugas bekerja, tak ada selera melihat saos bawaan kepiting. Alih-alih terbit air liur, saya malah merasa mual.
Membuat Jadwal Belajar dalam Homeschooling
Tulisan ini kami dapatkan di group Sunni Home Schooling di facebook. Isinya bagi saya pribadi luar biasa karena menyingkirkan rasa khawatir karena belajar di rumah itu memang berbeda dengan belajar di sekolah. Dari tulisan ini, kita juga belajar bahwa terkadang kita (untuk yang menerapkan metode homeschooling) masih terseret dengan pola pikir cara belajar di sekolah. Tak banyak berkata-kata, mari kita baca artikel berikut.
Baca selengkapnya Membuat Jadwal Belajar dalam Homeschooling
Kekuatan Air Degan (Kelapa Muda)
Kebanyakan orang, lebih percaya sesuatu kalau sudah ada orang yang mengalaminya. Bahkan sesuatu yang sudah jelas secara ilmiah pun terkadang jadi luput dari ingatan kita karena belum sepenuhnya kita percayai atau alami sendiri. Contohnya tentang khasiat air degan ini. Sampai kini, karena sudah SANGAT merasakan khasiatnya, keluarga kami sangat rajin – karena akhirnya memang jadi sangat suka – meminum air kelapa muda.
Penyebabnya adalah kejadian waktu saya terkena maag akut saat hamil Thoriq tahun 2010. Obat maag oral sudah tak mempan. Melilitnya luar biasa. Bisa dibilang ini adalah serangan maag tersakit yang pernah saya rasakan, apalagi waktu itu sedang hamil. Hari pertama, saya dibawa ke rumah sakit bersalin sekitar pukul 10 pagi setelah merasakan kesakitan luar biasa setelah santap sahur. Setelah dikonsultasikan ke DSOG, saya diberi obat pereda maag lewat suntikan. Dan reda dari sakitpun menerpa. Alhamdulillah.
Beda Jeruk Nipis, Jeruk Lemon, Jeruk Purut,dan Jeruk Limau (Limo)
Sama seperti yang ibu-ibu lainnya, saya sendiri sempat bingung dengan semua jeruk di atas. Namun beberapa kejadian membelajarkan saya untuk tahu. Seperti ketika saya yang suka malas ke warung karena ketinggalan beli bumbu dapur padahal yang saya incar cuma daun jeruknya dan berakhir masakannya yang kurang daun jeruk kurang sedap dan dengan sebab itu dengan gigihnya saya menanam pohon jeruk nipis! Yang proses tumbuhnya lamaaaa sekali (sudah hampir 9 bulan tapi baru sekitar 20 cm!). Dan ketika akhirnya tumbuh baru saya tahu, ternyata yang biasa dipakai untuk memasak itu itu daun jeruk purut (bukan daun jeruk nipis).
Baca selengkapnya Beda Jeruk Nipis, Jeruk Lemon, Jeruk Purut,dan Jeruk Limau (Limo)
Resep Sup Kambing Pedas ala Betawi
Taqobalallahu minna wa minkum. Alhamdulillah ketemu lagi dengan ‘Idul Adha ya. Insya Allah semua orang mendapat bungkusan plastik isi daging sapi atau kambing kan? Hehe…Kalau sapi mungkin sehari-hari mudah didapatkan dan cara pengolahannya pun bermacam-macam. Nah, kalau kambing, menurut saya ada tantangan tersendiri karena saya tidak ingin daging kambing tersebut di sate atau digoreng. Mau bikin tongseng…duh…agak ribet gitu nih resep yang saya punya, yang praktis sedang lupa dari ingatan :D. Nah, ini dia resep sup sederhana yang insya Allah gak kalah enaknya dan bikin keluarga kita lahap memakannya.
Buku Resep Masakan Terfavorit!
Bertahun-tahun saya mencari buku resep masakan dan kue – agak hiperbola dikit ya hehe -, baru kali ini saya menemukan buku resep yang sesuai harapan.

