Ular dan Kayu Bakar

Sore ini, anak-anak masuk ke rumah setelah bermain di halaman.

Di seberang jalan setapak di depan rumah kami, ada satu kuburan kecil yang sepertinya salah satu leluhur di kampung sini. Kampung ini terdiri dari keluarga besar yang beranak keturunan di sini. Sisanya adalah para kontraktor (orang-orang yang mengontrak rumah) seperti kami.

Luma bilang, Kholid mendengar suara mendesis seperti ular di tumpukan kayu.

Aku pikir, yang dimaksud tumpukan kayu jati belanda yang ada di sisi pintu depan. Aku perjelas lagi,

“Tumpukan kayu yang mana?”

Baca selengkapnya Ular dan Kayu Bakar

Dari Kompos ke Pemuda

Kompos aku, bahannya dari sampah rumah tangga
(kulit buah, sisa sayuran ga dimasak, tisu bekas pilek, kulit-kulit apa aja) + daun kering. Untuk sampah basah dari wastafel atau sisa makanan, diberikan ke ayam.

Dulu awal ngompost, ga macem-macem ko.
Langsung aja pakai tanah dari halaman, isi sampah organik + daun kering (mesti balance biar ga asem/bau busuk).

Tetep berhasil insya Allah.
Konsep sederhananya kan, ini sampah organik yang kalau di tanah bakal hancur juga.

Baca selengkapnya Dari Kompos ke Pemuda

Blush Off

Kemarin siang, aku lagi siap-siap ke dokter gigi dan lagi pakai bedak tipis.

Ga pakai pelembab apa-apa karena emang lagi abis.

Luma yang lihat nanya, “Ummi ko pakai bedak?”

“Iya. Kan tiap hari juga biasanya pakai.”

Masih nanya lagi, “Kan, Ummi mau ke dokter gigi?”

Maksudnya, biasanya aku pakai kan cuma di rumah aja gitu :).



Tapi aku udah tau arah pertanyaannya.
Jadi aku jawab lengkap sambil nerusin pakai blush on tipis.

“Iya, Ummi pakai biar ga kelihatan kusem lesu. Kan ketemunya nanti dokter gigi. Bukan Ummi dandan terus sampai luar di buka terus dilihat laki-laki.”

Terus aku juga keingat kejadian bulan Agustus yang lalu.

Luma dan anak-anak ikut aku ke pertemuan ibu-ibu RT. Sampai halaman, aku baru nyadar kalau Luma pakai blush on.

Waktu itu, aku langsung nasehatin supaya ga pakai blush on ketika keluar rumah. Apalagi Luma masih anak-anak.

Baca selengkapnya Blush Off

Sistem Backup Tulisan dari Instagram

Sekian tulisan sebelumnya, sebenarnya backup dari instagram. Ini aku lakuin karena instagram dari awal udah kurang bagus di sistem pencarian. Kita gak bisa search konten kita sendiri. Harus scroll. Dia juga gak muncul di pencarian google. Cuma ada sistem tag. yang kalau tag itu umum dan dipakai orang, bakal muncul jugalah postingan orang yang pakai tag yang sama.

Jadi, tulisan kita di caption, foto, atau apalagi story, itu gak akan bisa disearch.

Dulu aku pikir, ya udah posting cepat, pendek sesuai video atau foto yang tersedia sesuai dengan hal yang mau aku ceritain. Ada beberapa bahasan yang rencananya mau aku satuin dan bahas secara keseluruhan dalam satu tulisan. Tapi ternyata gak terwujud setelah sekian lama.

Baca selengkapnya Sistem Backup Tulisan dari Instagram

Menurunkan Idealisme

Waktu bulan Desember gak ada yang bantuin karena ditinggal mudik, aku pembenahan rumah banget. Idealisme masih tinggi padahal anak-anak sakit bertubi-tubi.

Bahkan aku jadi ketemu celah-celah untuk memperbaiki kinerja sepupu suami. Mungkin karena pola berpikirnya, pekerjaan dia memang hal rumah tangga. Harusnya bekerjanya bisa bagus dan maksimal gimana sesuai harapan aku. Jadinya aku malah nyari pola gimana rumah rapi yang itu nanti akan didelegasikan tugasnya ke dia.

Namun, kali ini, aku merasa harus sangat menurunkan idealisme.

Yang aku pikirkan adalah gimana supaya aku bisa sederhana dan mudah mengerjakannya semua hal.

Sepuluh hari gak ada yang bantuin, nyiapin anak ke pondok dengan segala keriuhannya, sempat sakit infeksi yang bikin demam, kesibukan lebaran, akhirnya aku mulai ngedrop.

Malam lebaran, habis buka puasa dan makan bareng anak-anak, aku udah gak kuat lagi akhirnya langsung tiduran.

Pulang sholat Isya, Abang nyamperin peluk aku, cium pipi sayang sambil pegang kepala aku. Nyentuh muka aku yang panas. Bukan panas demam. Tapi panas karena udah super kecapekan. Terbayangkah capeknya kaya gimana kalau udah sampai panas badan kecapekan?

Baca selengkapnya Menurunkan Idealisme

Refreshing

Beberapa waktu yang lalu, ada yang tanya via dm di instagram. Dengan segala aktifitas aku di rumah, refreshingnya gimana?

Jawabannya sederhanaya aja:

Keluar sejenak ke Indomaret, belanja sama anak-anak. Kalau dulu sebelum pandemi, sempat beberapa kali suka ke Kampung Jawa karena di sana ada taman luas. Jadi kami cuma duduk-duduk, ngopi, makan makanan rumahan yang disediakan secara prasmanan.

Baca selengkapnya Refreshing

Mungkin Kena Omicr*n

Alhamdulillah, salah satu yang pingin banget dicatat adalah kejadian dari tanggal 20 Desember 2021.

Sebenarnya, banyak banyak banyaaak banget hal lainnya yang mau dicatat. Tapi, satu-satu aja dulu. Semoga Allah mudahkan buat mengurai satu persatu.

Baca selengkapnya Mungkin Kena Omicr*n

Jadwal Sehari-Hari Aku

Alhamdulillah, tentang ini pernah dibahas di beberapa tulisan. Pernah juga aku share di story instagram per tulisan. Insya Allah, biar lebih mudah, aku jadikan tulisan-tulisan yang bahas tentang ini di sini ya. Silakan diklik per tulisan, nanti akan kebuka di new tab. Insya Allah biar lebih mudah navigasinya.

Pada dasarnya, aku adalah sama seperti ibu-ibu kebanyakan. Namun, biar ada gambaran gimana kegiatan aku dalam satu hari dalam hal rutinitas, aku sebutkan secara umum, yaitu:

Baca selengkapnya Jadwal Sehari-Hari Aku

Menjaga Takwa

Mungkin kita pernah melihat lontaran kalimat seperti ini,

“Biar tetap waras.”
“Menjaga kewarasan.”

Kalimat ini, seringkali diucapkan berkaitan dengan aktifitas seorang ibu dalam menghadapi keseharian kehidupan. Ibu perlu hiburan, biar tetap waras. Kira-kira seperti itu makna secara umum ketika kalimat ini diucapkan.

Baca selengkapnya Menjaga Takwa

Syahdu

Lagi syahdu bawaannya. Bukan karena pms. Terus karena apa ya? Ga tau. Sedih bukan. Tapi kaya haru. Sulit diungkapkan. Apakah itu rasa bahagia? Atau rasa rindu?

Manis?

Sudah pernah merasakannya?

Bukan…ini bukan rasa bosan atau letih. Bahkan cenderung rasanya ingin menyesapi setiap rasa itu.

Tak apalah menangis. Karena tangisan ini insya Allah melembutkan hati.

Biarkan saja dilepaskan, karena aku bersyukur masih bisa menangis di saat seperti ini.

cizkah
3 Februari 2021

Perhatian

Sebenarnya, kita sedang mencari perhatian siapa?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Sebenarnya, kita sedang cari kebahagian dimana?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Sebenarnya, kerinduan kita pada apa?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Pertanyaan untuk direnungi dan dijawab masing-masing. Kemudian ketika sudah menemukan jawabannya, semoga bisa kembali ke jawaban yang lebih baik insya Allah. Untuk dunia dan akhirat.

cizkah
21 Jogja 2020

Apakah akan Berlalu Begitu Saja?

Sebenarnya, hasil perenungan atau banyak hal itu sebenarnya lebih ke buat aku. Dari berbagai hal yang terjadi di zaman sekarang ini, salah satu yang menurut aku sering “menipu” seperti aku pernah tulis adalah media sosial.

[Ini juga sering  jadi bahan diskusi antara aku dan Abang. Kalau diskusi aku dan Abang lebih ke arah pengayaan konten di internet. Bagaimana supaya konten-konten di dunia maya diisi oleh tulisan-tulisan orang yang berilmu. Tulisan-tulisan dari ringan atau sampai mendalam terhadap berbagai permasalahan dan bahasan dalam Islam. Ilmu itu kan luas banget. ]

Baca selengkapnya Apakah akan Berlalu Begitu Saja?

Keletihan Sangat dan Corona – Nas’alullahal Aafiyah

Kalau aku kelihatan ceria dan baik-baik aja 2 harian ini di wa atau ig, aslinya aku di keletihan maksimal. Sampai pas lagi sholat rasanya mau pingsan…siap jatuh. Campur aduk perasaan. Sedih.

Tapi alhamdulillah aku belum pernah pingsan. Biasanya kalo udah kaya gini, pingsannya di mimpi.

Baca selengkapnya Keletihan Sangat dan Corona – Nas’alullahal Aafiyah