Roller Coaster…

Kehamilan kali ini…beda. Bedanya…banyaak banget.
Mulai dari harus searching lagi tentang dokter, rumah sakit, biayanya daaan banyak lagi.
Karena biasanya kan aku 3 kali ngelahirin alhamdulillah semuanya sampai terakhir periksa gak ada apa-apa. Jadi udah mantep banget lahiran sama bidan di Sakina Idaman. Karena udah tahu gimana kamarnya, harganya, pelayanannya, makanannya dll.

Kalau sekarang…

Baca selengkapnya Roller Coaster…

Sometimes, I Just Don’t Understand…

Kadang…apa sering yah, aku tuh gak ngerti sama percakapan mereka.
Anak-anak.
Ziyad, Thoriq yang suka banget cerita atau berkhayal sesuatu.
Seringkali aku berusaha konsentrasi mendengarkan cerita mereka. Dijelaskan dari gambar-gambar yang mereka buat, atau sambil memainkan mainan yang telah mereka buat.

Tapi gak paham. Gagal paham. Kadang aku menyahuti sedikit dari beberapa tokoh atau kata yang mereka lontarkan. Tapi kalo ditanya cerita sepenuhnya, aduh…serius..gak bisa deh.

Baca selengkapnya Sometimes, I Just Don’t Understand…

Cara Membuat Counting Beads Montessori

Counting beads atau bead bars montessori adalah manik-manik bersusun. Susunannya dimulai dengan angka satuan. Adapula yang telah disusun menjadi ratusan (square beads). Tahap lanjutan adalah susunan manik yang menjadi ribuan (cube beads).

Pada artikel kali ini, kita akan membahas dari yang paling dasar. Yaitu membuat bead bars satuan. Bead bars ini insya Allah sangat mudah dibuat. Manik-manik bersusun ini dapat digunakan sebagai salah satu media belajar untuk anak-anak. Manfaatnya sangat banyak. Mulai dari pengenalan sederhana angka 1-10. Sampai akhirnya kemudian mengenalkan puluhan dan satuan, penjumlahan bahkan perkalian (contoh foto penggunaan di bawah). Karena ada benda nyata yang dapat dihitung, insya Allah akan memudahkan anak untuk memahami materi yang sedang dipelajari.

Bahan-bahan:

  • Kawat 1 mm – 1,5mm (tergantung lubang manik yang Bunda gunakan). Untuk alternatif, bisa menggunakan klip kertas – menghindari mendapatkan kawat yang mudah berkarat -.
  • Manik-manik. Untuk manik-manik ini, jika berdasarkan metode Montessori memiliki panduan warna sebagai berikut:
    tangga warna manik bersusun montessori

    • 1 = merah
    • 2 = hijau
    • 3 = merah muda
    • 4 = kuning
    • 5 = biru muda
    • 6 = ungu
    • 7 = putih
    • 8 = coklat
    • 9 = biru tua
    • 10 = emas/kuning tua

Alat:

  • Tang potong (cutter plier)
  • Tang putar (round nose plier)
  • Tang jepit (flat nose plier)

jenis tang

Tips Pendahuluan:

  • Coba buat dari yang paling mudah agar semakin terbiasa, yaitu dari susunan 10 manik.
  • Panjang kawat setiap susunan tergantung dari besar manik/mote yang kita gunakan.
  • Untuk mudahnya, susun dulu sesuai jumlah yang diinginkan. Lebihkan 2 cm untuk membuat loop di setiap ujung bar.

Yuk lebih jelasnya kita ikuti langkah membuatnya:

  1. Potong kawat sesuai panjang yang dibutuhkan.
  2. Buat loop di salah satu ujung. Caranya putar dengan menggunakan tang putar.langkah satu pembuatan bead montessori
  3. Biasanya setelah diputar, posisinya jadi tegak lurus, ubah agar menjadi lurus.
    meluruskan bead montessori
  4. Isi dengan manik-manik.

    manik-manik-berhitung-montessori
    jangan khawatir jika masih bengkok-bengkok…bisa kita luruskan nanti insya Allah
  5. Bengkokkan tegak lurus (90 derajat) sisa kawat yang ada (1cm) ke arah kanan.
  6. Putar ke arah 180 derajat ke arah berlawanan. Insya Allah untuk awal-awal mungkin perlu adaptasi. Tapi setelah terbiasa insya Allah kita akan bisa membentuk bulatan loop yang sempurna.langkah membuat
  7. Agar sama sisi kanan kiri (sejajar dan lurus menghadap ke muka), jepit salah satu loop dengan tang jepit dan loop lainnya dengan tang putar. Samakan arah loop agar hasil bead bar kita rapi :).
  8. Selesai
    manik-bersusun-montessori-indonesia

Lakukan untuk susunan warna manik lainnya. Untuk tahap awal, saya membuat 10-11 manik untuk masing-masing angka satuan. Simpan manik-manik yang Bunda telah buat di wadah agar anak mudah menggunakannya sewaktu-waktu.

counting-beads-montessori
Manik-manik 10 dibuat sebelum ada wadah dan ternyata telah menyebar kemana-mana 😀

Insya Allah cukup satu hari untuk melakukan ini jika dilakukan continue untuk masing-masing 10 tangkai setiap warna.

Untuk susunan satuan 10, jika ingin untuk tahapan mempelajari angka 1-100, maka kita perlu lebih banyak lagi membuat angka 10 ^^.

Berikut beberapa gambar penggunaan bead bars ini untuk mempelajari angka/berhitung pada anak-anak. Mulai dari yang sederhana seperti belajar satuan, sampai ke belajar perkalian atau pembagian.

belajar-satuan
Belajar satuan (sumber: ktw-worksheets.tech)

belajar-satuan dan belasan

belajar-puluhan-dengan manik bersusun
Belajar puluhan (Sumber http://www.familyfecs.com/)
faktorisasi
Belajar Faktor (Sumber: jojoebi-designs.com)
belajar perkalian bead bars
Belajar Perkalian (Sumber: montessorischoolathome.blogspot.com)
belajar-lompat-bilangan
Belajar bilangan lompat/skip count (Sumber: http://www.makingmontessoriours.com/)

24 April 2016

oleh: cizkah
Artikel: ummiummi.com

.

MoDi Twins?

Wait..Twins?
Jadi beneran kembar? 😀

Tunggu, tunggu. Cerita pelan-pelan dulu.

Sekarang aku udah 10 minggu alhamdulillah.
Periksa pas bulan kemarin kan mingggu ke-6 ya seperti aku ceritain. Ya karena penasaran. Ya karena feeling kembar. Pingin lihat babynya gimana. Padahal kenyataannya seperti bisa di duga. Gak kelihatan apa-apa selain kantung hitam rahim yang membesar alhamdulillah.

Tapi…karena pernah lihat-lihat USG anak kembar, sebenarnya kan satu kantung hitamg itu gak menjamin satu bayi hehe.

Dan karena super penasaran, jadwal periksa yang harusnya minggu ke-10 akhirnya dipercepat lagi. Pas masuk minggu 9, aku ngajakin abang periksa. Kan cuma ke bidan. Sebentar, gak banyak antrian.

Baca selengkapnya MoDi Twins?

Alternatif Pilihan Printer: Printer Brother HL-1201

Kami udah coba berbagai merk printer tinta standar untuk rumahan. Kesimpulannya sih…dengan berat hati..bisa dibilang gak awet. Atau ekspetasi awet kami yang terlalu berlebihan? :D. Ya gimana..untuk ukuran barang elektronik..kayanya kalau umur setahun dua tahun mesti ada aja masalah itu berarti kan memang bisa dibilang gak awet yah. Diservis pun biaya servisnya mahal. Makanya kalau pas printer error itu rasanya campur aduk. Antara rasanya udah ada kemungkinan beli baru, servis yang berarti keluar uang >= 100 ribu, atau bersabar gak ngerpint-ngeprint.

Waktu belum nikah punya printer Canon. Tapi tamat riwayatnya bertepatan dengan revisi skripsi terakhir hehehe.  Terus pas baru nikah, suami masih bawa Lexmark (sisa-sisa beliau nyelesaikan skripsi jugak haha) yang katanya murah pas belinya. Dibanding dengan harga printer yang lainnya memang Lexmark ini paling murah. Lumayan kita kira awet juga kalo gak salah. Tapi akhirnya tamat juga.

Akhirnya beli merk HP.  Hmm..bertahan berapa lama ya. Lupa deh. Pokoknya akhirnya gak bisa ngeprint. Kita servis. Di tempat servis udah bagus. Bayar 100-an ribu.  Di rumah…tetap gak bisa jalan hehe. Dan mau balik lagi ke tempat servis lagi itu ya gak yakin. Pokoknya dicoba beberapa kali, akhirnya kita ngerasa yakin kalau riwayatnya udah tamat :D.

Lamaa..gak beli-beli printer. Malas dan khawatir akan rusak. Tapi…karena kebutuhan yang lama-lama makin mendesak sebagai seorang homeschooler, akhirnya kita beli printer. Berharapnya…yang bisa awet sekalian. Epson. Diinstal yang model tinta infus gitu. Habis sekitar 750ribuan.

Awetkah? Oh tidak…setahun pertama kayanya udah diservis. Terus dibilang head yang hitam rusak. Jadi mesti ganti. Biayanya? Lebih dari 100rb  kalo gak salah. Terus…abis itu lancar jaya? Engga…masalah lain lagi. Tintanya suka macet. Gak ngalir dari tempat infusannya. Akhirnya bawa lagi ke tempat servis. Terus ditambah buat nampung sisa-sisa tinta hitam. Habisnya > 100 rb juga.  Abis itu rasanya kaya udah mau siap-siap kehilangan printer deh hehe. Mau ngeprint itu selalu deg-degan. Karena lama-lama printernya ngadat lagi. Kadang bisa jalan..kadang gak bisa. Dan selalu kedetect paper jam. Berdasarkan searching di internet, yang mengadukan masalah ini ternyata buanyaaaak banget yang ngalamin

Udah aku coba berbagai cara, sampai ketemu cara terakhir di internet yang banyak orang berhasil. Di goyang sekuat-kuatnya. Karena bisa ngeluarin kotoran yang bikin kedetect paper jam. Bolak-balik aku guncang sekuatnya di kamar mandi (karena tintanya pasti tumpah-tumpah kan. Biar sekalian tinggal siram).

Tetap gak bisa….

Pasrah…

Sepertinya udah tamat.

Mau beli printer lagi tapi sungguh bingung mau beli apa lagi. Dari masukan teman-teman ada yang malah awet Canon model lama banget. Ada yang Epson model baru yang memang udah dari pabriknya ada infusnya. Tapi…aku masih ragu.

Sampai akhirnya aku baca salah satu review, dan akhirnya si orang milih printer Brother. Waktu itu baru tau ada printer bermerk ini. Jenis printer laser. Yang komentar pun pada kasih review bagus. Awet. Gak boros. Cepat dll. (Lupa linknya dimana hehe)

Akhirnya searching. Alhamdulillah..akhirnya inilah printer kami saat ini. Hitam putih. Laser. Harga 750ribuan. Nyarinya yang paling murah :D. Mau yang berwarna, tapi harganya jutaan :D.

printer-brother-cizkah

 

Apakah lancar jaya?

Nah ini dia. Catatan pas baru pertama kali beli…sambil deg-degan udah gak sabaran pingin pakai. Tapi ternyata….setiap dicolokin…mati lampu!

Di utak-atik tetap sama. Mana tokonya udah tutup. Kan kita belinya pas udah sore. Menanti hari esok. Paginya aku langsung telpon. Udah siap-siap minta tuker tu printer hehe. Ternyata teknisinya ngasih beberapa tips.

Masalahnya bukan di printer Brother-nya. Tapi memang listrik kita yang gak kuat. Printer laser gini butuh daya yang BESAR banget. Disarankan beli alat tambahan yang sampai sekarang aku gak tau nama resminya hehe. Ke toko listrik, penjaganya langsung ngerti. Pokoknya yang buat naikin daya pas tarikan pertama.

pengangkat-daya

Alhamdulillah berhasil.

Tapi…kalo pas nyalain rice cooker, nyetrika dll yang pakai daya besar, bakalan jeglek kalo dipakai ngeprint. Pun kalau dipakai malam hari haha. Ya udah deh..jadi kalo pas lagi pagi atau pas siang buru-buru ngeprint kalau memang ada kebutuhan ngeprint.

Mudah-mudahan awet ya. Berkaah…aamiiin.

Tips Mengeram Buah Alpukat Agar Matang Merata

Sebagai pecinta alpukat, yang kami tahu sejak dulu sekedar mengeram alpukat dengan memendamnya di beras. Alasan dibalik ini pun baru kami tahu belakangan. Buah alpukat mengeluarkan gas etilen. Jika diperam diberas, maka gas etilen ini akan terperangkap dan alpukat pun semakin “terbungkus” dengan gas etilen tadi. Hasilnya, alpukat bisa cepat lebih matang.

Namun, yang sering terjadi, matang bukan berarti hasil pematangannya sempurna. Hasilnya, tidak semua daging alpukat dapat dinikmati.

Nah, ada tips tambahan sebelum memasukkan alpukat ke beras.

Baca selengkapnya Tips Mengeram Buah Alpukat Agar Matang Merata

Tips Mengeram Buah Alpukat Agar Matang Merata

Sebagai pecinta alpukat, yang kami tahu sejak dulu sekedar mengeram alpukat dengan memendamnya di beras. Alasan dibalik ini pun baru kami tahu belakangan. Buah alpukat mengeluarkan gas etilen. Jika diperam diberas, maka gas etilen ini akan terperangkap dan alpukat pun semakin “terbungkus” dengan gas etilen tadi. Hasilnya, alpukat bisa cepat lebih matang.

Baca selengkapnya Tips Mengeram Buah Alpukat Agar Matang Merata

Welcome Trimester 1

Yes I’m pregnant…alhamdulillah ^^

Alhamdulillah dari kemarin masih pusing-pusing bisa bertahan :D. Yang herannya, sampai hari ini malah gak terlalu tidur-tidur banget gitu. Jadi pusing, terus dibawa rebahan, tapi gak bisa dibawa tidur yang lama. Paling 10 menitan udah melek berasa gak bisa tidur lagi. Hehe..

Kembar?

Baca selengkapnya Welcome Trimester 1

Resep Teri Super Mudah dan Enak

Kebanyakan resep yang saya dapatkan dari mertua adalah resep yang mudah dan super praktis. Suami mengatakan bahwa kepraktisan itu karena tuntutan orang yang berkebun. Masyarakat Sumatra yang kebanyakan memang bekerja di hutan biasanya memerlukan resep masakan yang super mudah karena harus memasak jauh di dalam hutan.

Baca selengkapnya Resep Teri Super Mudah dan Enak

DIY: Membuat Counting Beads, Based on Montessori Method

Emas = > 10, Pink => 3
Emas = > 10, Pink => 3

Alhamdulillah, akhirnya terwujud juga bikin bead bars (manik bersusun) model montessori ini. Walaupun masih terbatas 2 warna hihi. Soalnya pas beli beadsnya belum kepikiran banget buat ngewujudin ini. Padahal pinginnya udah dari zaman Ziyad masih preschool. Lama amat ketundanya haha. Soalnya kalo pas ke toko 96 nyari ko gak ada yang pas. Mau beli beads yang dalam bentuk lingkaran kalung ko jatohnya mahal.

Baca selengkapnya DIY: Membuat Counting Beads, Based on Montessori Method

Bintang Laut Halal Gak Mi?

Kalo Thoriq udah bangun itu…obrolan khasnya itu, kalo gak mainan ya makanan.

Dari kemarin lagi “booming” banget nanya terus “Boleh gak makan… (random..segala macam binatang yang ada di laut :D)?”

Mulai dari ikan paus, hiu, ubur-ubur, dll dll.

Padahal udah berkali-kali juga mah dijawab. Semua yang ada di laut HALAL. Tapi kalo binatangnya berbahaya, beracun, ya gak boleh dong di makan. Ngapain juga makan ikan Fugu tapi beresiko keracunan. Iya gak?

Terus, tadi malam masih juga tuh nanya. Masih pengen banget kayanya makan bintang laut.

“Mi, Jualannya dimana?”

“Gak ada yang jual?” ini jawabnya nyambi-nyambi kerja depan laptop.

“Terus tokonya dimana Mi?”

Lah…belum paham dia. “Gak ada yang juall… (dengan penekanan)”.

Abang udah ketawa aja samping aku. Meja kerja kita emang sekarang aku setting sebelahan.

Terus pembicaraan masih berlanjut sebentar tuh.

Kalo kata abang sih, di daerah tempatnya ust Abduh (gunungkidul), itu banyak orang jual gurita. Kan tim Yufid pas syuting disana sempat juga makan. Kalo cumi-cumi aja mahal, kayanya bisa ketebak deh gurita lebih mahal lagi. Hmm…kenapa jadi pingin juga ya :D. Ngebayangin klenyer-klenyer…

 

 

Janda…

buku-hewan-merayap-cizkah-homeschoolingAnak-anak lagi asyik lagi baca buku yang satu ini. Ini buku belinya diskonan di gramedia. Dan paling senang banget deh kalo beli buku diskon terus ternyata isinya bUAGus banget masya Allah. Dari awal beli, ni buku gak bosan-bosan dilihat sama anak-anak. Sampai akhirnya aku solasiin semua covernya. Soalnya udah mulai sekarat, kalo diplastikin tetep bakal letoy cepat rusak.

Nah…pas bagian si laba yang satu ini nih. Kemarin timbul pertanyaan. Kan Thoriq lagi suka nanya arti satu suku kata. Dia udah tahu kalau laba-laba yang ini namanya Laba-Laba Janda Hitam.

laba-laba janda hitam
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Latrodectus_hesperus_(F_Theridiidae).jpg

Baca selengkapnya Janda…

Penjumlahan Dasar (Gasing): Kuatkan Fondasi!

Sebelum Ziyad belajar lagi penjumlahan dasar, kami sudah sampai di materi satuan waktu.
Waw banget rasanya waktu itu. Gimana dia harus praktek perkalian dan pembagian dibolakbalik. Sementara, penjumlahan dan pengurangan dia masih pakai jari :D.

Alhamdulillah, Allah beri petunjuk untuk mulai lagi belajar dari dasar. Sama sekali ga ada ruginya.

Langkah 1
BELAJAR ANGKA 1-5
Kenalkan anak angka 1 dengan jari. Pakai jari ini karena ini yang paling mudah dilihat anak.
Satu satu..satu…biarkan dia melihat jari itu. Ganti ganti pakai jari apapun. Satu satu satu.
Kemudian melangkah angka 2.

Baca selengkapnya Penjumlahan Dasar (Gasing): Kuatkan Fondasi!

Syarif : Mutiara yang Ditemukan Itupun Berkilau

Ini adalah kisah nyata seorang anak di zaman kita. Yang tadinya perkembangan hafalannya terlihat biasa-biasa saja. Bahkan bisa dibilang lambat. Namun karena petunjuk dari Allah ta’ala, akhirnya kemampuannya bisa melejit sedemikian cepatnya. Kini ia telah hafal Al-Qur’an 30 juz, memiliki sanad qiro’ah, hafal 11.000 hadits. Insya Allah, kemampuan ini akan terus berkembang dengan izin Allah ta’ala.

Baca selengkapnya Syarif : Mutiara yang Ditemukan Itupun Berkilau

Cerita Matematika

Dari SD, aku suka matematika. Walaupun ada soal yang gak bisa aku kerjain, tapi aku tetap suka matematika. Waktu SMP, dapat kata-kata dari buku atau dari orang (lupa tepatnya), intinya usahakan jangan sampai membenci suatu pelajaran (atau gurunya). Karena itu bakal jadi penghalang pertama seorang paham sebuah pelajaran. Dan aku berusaha banget nerapin…tapi gak berhasil di pelajaran akuntansi dan tata busana.

Waktu SMA pun, pas masuk IPA dan ngadepin soal yang bagi aku rumitnya tambah minta ampun, tetap aja gak bikin aku benci matematika. Aku ngerasanya emang akunya aja yang belum paham. Dan hampir semua teman juga senasib ko. Kalo pas ujian, kadang rasanya cuma yakin jawab 10 soal yang benar. Sisanya tebak-tebakan :D.

Baca selengkapnya Cerita Matematika