Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Baca selengkapnya Romantis

Kadang Aku Lupa…

Kadang aku lupa…kalau Ziyad itu masih anak-anak. Masih umur 5 tahun.

Masih membutuhkan rasa aman dan bukannya memberi rasa aman untuk ibunya.

Masih butuh dimengerti, bukannya diharapkan jadi anak pengertian.

Sedih. Marah. Kecewa. Lebih ke diri aku sendiri, yang membuat aku menangis terus sejak sore tadi.

Maafin ummi ya sayang…

– lagi sedih sangat –

Memelihara Ayam

Di Jambi, mertua memelihara ayam. Dua ayam bangkok – jantan dan betina –  yang dibeli dari sepupu suami. Dua ekor lainya adalah ayam kampung  yang habis disembelih ketika kami datang. Kelihatannya memelihara ayam mudah. Sampai di Jogja, ketika memandang halaman rumah dan samping rumah kontrakan kami yang lowong, aku usul ke abang untuk memelihara ayam. Semuanya setuju. Anak-anak senang. Ibu mertua yang diberitahu memberi saran untuk membeli ayam bangkok saja. “Tidak bisa terbang tinggi, ” katanya.

Aktifitas baru Ziyad

Baca selengkapnya Memelihara Ayam

Pulang Mudik: Acara Selanjutnya adalah ADAPTASI

Helloww….siapa aja yang pulang mudik?! Yes…saya juga termasuk di dalamnya. Demi demi…demi silaturahim. Dengan berbagai pertimbangan dan kemungkinan (misalnya tahun depan insyaAllah hamil, abis itu ngelahirin), jadinya kalo tahun ini gak pulang, berarti masih 2-3 tahun lagi bisa mudik…ya sudah,huhu… semoga Allah melapangkan rezeki kami ya Allah…aamiin.

Dan lucunya, pulang mudik ini, lagi jumpalitan adaptasi lagi sama kesibukan super duper, beberapa orang (iya beberapa orang!), nanyain hal yang intinya sama. Gimana menej waktu dengan buah hati di sekeliling kita para wanita. Alhamdulillah pas ditanya pas udah mulai menata hati dan fisik, hihi…jadi bisa kasih jawaban yang menghibur (dan mudah-mudahan jadi solusi). Kalo engga nanti ceritanya jadi sama-sama melow memikirkan nasib jadi ibu rumah tangga yang luar biasa besar pahalanya namun penuh perjuangan.

Yang perlu ditata duluan emang hati ya bu ibu. Menata hati bahwa semua yang kita lakuin itu butuh pertolongan sama Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya.

Trus kemarin yang juga mendorong aku untuk lebih kuat dan gak malas-malasan adalah keinginan untuk bikin kue yang gak kesampean sampe sebelum berangkat mudik. Ajib ya. Karena pingin bisa bikin kue, aku jadi mikir bahwa pekerjaan lain harus bisa diselesaikan seefektif dan seefisien mungkin supaya tersisa tenaga dan waktu untuk bikin kue hehe. Walaupun akhirnya hari ini ujung-ujungnya “cuma” bikin brownies kukus, tapi tetep alhamdulillah. Itupun juga kepotong karena listrik konslet, kertas roti yang ternyata udah dibuang sama si Abang karena katanya kotor dan pritil-pritil lain yang alhamdulillah gak merusak hasil browniesnya :D.  Bayangannya soalnya pengen nyoba resep kue yang pake butter… (bacanya: baththher ya…:D). Iya mentega. Udah dibeliin mentega merek Orchid (yg ada label halalnya dong) dari sebelum mudik…huhu…mudah2an minggu depan atau weekend ini bisa bikin sesuatu yang pake mentega! insyaAllah aamiin.

 

 

Kurikulum Homeschooling Ziyad

belajar tulis
April 2011 (Ziyad 3 th 9 bln), belajar nulisnya aku bikin sendiri. Sayang printernya sekarang rusak.

Ada satu dua orang tetangga yang nanya, “Kurikulumnya pakai apa?” Pas kemarin tahu Ziyad belajar di rumah. Hmm…kurikulum Ziyad di rumah?

Jawabnya: Cuma sedikit dan gak ribet.

Jangan bayangin bakal ngedapetin file pdf yang bisa didownload atau tampilan tabel dengan jadwal harian di postingan ini hehe…

Baca selengkapnya Kurikulum Homeschooling Ziyad

“Ammah Fia Meninggal Sayang…”

Fia….istri akh Amir – salah satu tim Yufid-  yang dikenal dengan nama SalafyUnpad meninggal tadi malam. Tanggal 7 Juni 2012/18 Rajab 1433 H. Sedih? Sangat…

 Tadi Malam

Setelah menyelesaikan belanja di Superindo dan menuju tempat parkiran, abang masih sempat mengecek HP. Kebiasaan mungkin, memeriksa email atau sms yang mungkin masuk dan harus segera diatasi. Tak ada pesan masuk. Saat itu pukul 21 lewat sekian.

Baca selengkapnya “Ammah Fia Meninggal Sayang…”

Toilet Training Thoriq Versi Siang

Baru 7 hari sih Thoriq menjalani proses toilet training. Tapi karena berkesan mo aku catat keburu terlupakan dengan kesan-kesan lain di hari mendatang insyaAllah.

Usia Thoriq 17 bulan (atau hampir 1,5 tahun). Dulu Ziyad toilet training usianya pas 1,5 tahun.  Alasan aku toilet training di usia ini karena pernah baca tabloid Nakita lama, berdasar hasil penelitian, toilet training yang dilakukan lebih dini malah memakan waktu lebih lama. Dan yang aku ingat, waktu baca kisaran yang disarankan, aku catat dalam hati, “InsyaAllah mau toilet training umur 1,5 tahun.” Alhamdulillah setelah 3 bulan proses toilet training, Ziyad lepas total dari diaper dan hampir gak pernah ngompol lagi siang malam.

Baca selengkapnya Toilet Training Thoriq Versi Siang

Thoriq Juga Gak diImunisasi – Alhamdulillah –

PERHATIAN: Matikan volume komputer ketika menonton video di atas, karena ada musiknya.

(Update 2020: Videonya sudah diprivat ternyata)

Beberapa hari yang lalu, lagi ngobrol-ngobrol di rumah. Singkat cerita, lagi ngebrowse-ngebrowse tentang seorang dokter  di youtube. Terus malah ngeliat video-video lain tentang vaksinasi. Tapi aku ikutan lihat aja. Tadi malam tapi lihat video ini, rasanya sediih banget.. Hampir aja deh gak bisa tidur. Anak-anak lagi tidur aku cium-ciumin, aku doain dst.

Ada yang anaknya divaksinasi MMR? Alhamdulillah kalo gpp ya.

Baca selengkapnya Thoriq Juga Gak diImunisasi – Alhamdulillah –

Menghibur Diri…

Tadi…di kajian ust Fariq Ghasim Anuz dengan tema “Surat-Surat Cinta”…ada bagian yang menceritakan seorang janda…dia punya anak cacat dari lahir dan hanya bisa di tempat tidur. Ini kejadiannya di Mekkah/Madinah ya. Karena tadi ada beberapa kisah..dan aku gak nyatet (Thoriq tipikal nempel kalo kajian…beda sama Ziyad yang justru harus aku kejar-kejar sepanjang kajian…jadinya nangkep isi kajiannya ya….berapa perseeeenn gitu).

Baca selengkapnya Menghibur Diri…

Mandi Aja Susah…

Hari ini weekend.

Seperti biasa…kalau aku berdandan…abang memberi pujian-pujian yang membuat hati berbunga-bunga (ihiy…si abang mesti nanti juga baca ini bweee).

Dan seperti biasa juga….ada embel-embel di belakangnya…,”Coba adek bisa dandan kaya gini tiap hari ya…- diiringi pujian-pujian lainnya :D”.

Rasanya jadi sedih deh kalau udah gitu. Sedih karena gak bisa menuhin itu walaupun sangat ingin.

Karena masih dipuji-puji terus diomongin embel-embel yang sama, akhirnya bisa nyeletuk, “Mandi aja susah bang…”

“Haha…”, si abang langsung ketawa. “Sabar ya…”, kata si abang sambil masih ketawa.

Baca selengkapnya Mandi Aja Susah…

Tumpah…

Hari ini penuh dengan acara tumpah dan tumpahh….”tarik napas”. Sampai heran sendiri. Langsung mikir…kayanya tadi pagi gak doa dijauhkan dari hari yang buruk kayanya ya*. Coba ada berapa kejadian tumpah menumpah yang sungguh menguras energi…

  1. Thoriq yang numpahin agar-agar yang belum jadi. (Harus dipel dong…gula lengket-lengket iy…)
  2. Minyak wijen yang ternyata tumpah di tempat bumbu-bumbu karena posisinya tiduran. (Mesti ngeluarin semua bumbu-bumbu di rak plastik bagian pertama dan mencucinya supaya gak lengket dan bau aneh2).
  3. Bumbu yang lagi di keluarin dari rak plastik yang kena tumpahan minyak wijen berjejer-jejer di meja bumbu. Of course…jadi incaran keisengan Thoriq. Masih dalam “pengawasan” aku. Pengawasan yang dimaksud adalah melihat Thoriq lagi ngapain sambil berusaha nyuci piring + masak sambil terus diintili makhluk mungil sedikit gempal itu. ..Jarak kami gak kurang dari satu meter. Ternyata, pas lagi giliran mata melihat apa yang dia kerjakan, tutup tempat bumbu aromatik daun kemangi kering sudah dibuka dan dituang-tuang (ditumpahin kan?) sama Thoriq.  Alhamdulillah baru sedikit. “Thoriiiqq…!”
  4. Kecap yang tumpah di samping kompor bekas bikin mie buat sarapan anak-anak. Kecapnya ternyata sudah mau habis, jadi gak bisa berdiri tegak. Emangnya orang…berdiri tegak. (Elap elap elappp…)
  5. Agar-agar yang tumpah (lagi) pas aku mau masukin ke kulkas biar gak ditumpahin Thoriq lagi. Haha…Nasib…Takdir…Pel pel elap….
  6. Bocor tu  tumpah juga kan ya? Tumpah dari atap yang menadahinya dan keluar lewat lubang keci. – Mulai ngaco -. Hehe…Setiap hujan, bisa dibilang ada dua bagian di rumah yang hampir selalu bocor. Tadi udah kelupaan, yang bagian dapur, tahu-tahu pas ke belakang udah becek-becek. Mari ngepel lagiiii….*tarik napas*.
  7. Air di belakang kulkas yang sedang dibersihkan (dicairkan) tumpah tumpah.

Kecelakaan Xenia Itu..

Kalau malam ini akhirnya susah tidur dan nangis sesunggukan depan abang…that’s my own fault.

Waktu kejadian kecelakaan itu dan infonya menyebar lewat twitter,aku baru sekedar tahu wajah sang penabrak. Kemudian tahu 3 orang dan 1 anak yg meninggal itu satu keluarga. Kalau ayah ibu sang anak (yusuf namanya…hiks…),selamat dan masih hidup. Tak ada foto di berita2 yg aku baca kecuali foto sang penabrak. Itu sudah cukup membuat miris.

Baca selengkapnya Kecelakaan Xenia Itu..

Pentingnya Mendoakan Keberkahan (Lebih Tepat daripada Kata “Masya Allah”)

Aku gak biasa copy paste artikel/tulisan dari blog orang lain. Tapi kali ini aku merasa harus copy paste, karena mengklarifikasi artikel aku yang juga sudah banyak dibaca orang. Tentang pentingnya kata Masya Allah untuk menghindarkan seseorang dari ‘ain. Faedah ini sebenarnya didapat dari seorang ustadz juga dan ustadz lain. Tapi tanpa penjelasan detail. Setelah baca artikel yang akan aku copy paste, aku ngerasa memang lebih tepat mendoakan keberkahan (maksudnya dalilnya lebih kuat dan jelas). So…markiba…mari kita baca.

Baca selengkapnya Pentingnya Mendoakan Keberkahan (Lebih Tepat daripada Kata “Masya Allah”)

Rumah dan Anting Hilang

Beberapa hari yang lalu, aku kehilangan sebelah anting emas yang baru beberapa bulan juga kumiliki. Waktu sadar kalau hilang, rasanya sedih, tapi tetap berusaha mencari dan berharap bahwa anting itu ada. Bahwa anting itu gak terjatuh ke saluran air kamar mandi. Bahwa anting itu gak tesapu saat abang membersihkan kamar. Karena dua kemungkinan itu yang ada.

Aku terbiasa mencari sesuatu dengan meruntut kejadian paling dekat sebelum sesuatu itu akhirnya lenyap dari ingatan dan pandangan. Yang aku ingat, saat sholat maghrib, anting itu masih ada di sana, di telingaku. Saat sholat isya itulah, aku tersadar, karena sewaktu membasuh telinga tak ada yang mengganjal seperti biasa. Kemungkinan yang ada adalah, anting itu terlepas saat aku mengganti baju. Dan waktu itu, yang aku ingat, aku mengganti baju yang bersih dari najis di kamar kedua. Padahal, kebetulan sekali, abang membersihkan kamar tersebut antara waktu maghrib dan isya.

Baca selengkapnya Rumah dan Anting Hilang

Doodle or Not Doodle!

gambar mobil ziyad
Hasil gambar mobil Ziyad yang khas versi tahun 2010, ada cerobong asapnya :

Kalau zaman kecil dulu, di suruh isi biodata – tahu kan? zamannya anak-anak beli buku harian kecil gitu tapi diisi oleh teman-teman -, seringkali aku menulis

Hobi: menggambar, membaca

Walau pada dasarnya, sejujur-jujurnya, aku gak seperti orang-orang yang memang benar-benar maniak menggambar, yang selalu mencoret di segala situasi di berbagai tempat, dan hasilnya keren-keren, niat banget dan wah deh pokoknya. Hobi menggambar itu sekedar karena kadang-kadang aku suka ikut lomba gambar – pernah juga ikut lomba harian UNESCO kelas 2 SD tapi tentu aja gak menang : D pesimis deeh -, pernah sesekali diajarin lukis dan gambar sama Papa, pengen banget bisa juara gambar/mewarnai tapi gak pernah bisa, pengen banget bisa jago kaya orang-orang tapi kayanya mentok-mentok aja…Semuanya serba otodidak…niru, nyontek dst.

Nah…waktu ngeliat aktifitas Ziyad berbulan-bulan…aku baru sadar bahwa Ziyad yang pantas menuliskan kalimat itu kalo ada yang nanya kesukaan dia apa.

Hobi: MENGGAMBAR!

Baca selengkapnya Doodle or Not Doodle!