Muroja’ah Hafalan

Muroja’ah adalah proses pengulangan agar hafalan tetap lengket dan ga hilang.⁣⁣
Kalau anak sudah bisa mandiri muroja’ah, alhamdulillah. Anak diminta muroja’ah sendiri kemudian disetorkan ke kita. Kita nyimak.⁣

Kalau masih kecil? Muroja’ahnya sekalian lagi disetorin hehe. ⁣

–⁣

Ini HARUS dilakuin ya.

Beberapa waktu lalu, sempat ditanya sama seorang ibu yang anaknya hafalannya sudah cukup jauh. Tapi ternyata ga pernah dimuroja’ah apalagi rutin. ⁣

Semakin banyak hafalan, yang disetorin ke kita makin nambah. Kalau misal pingin tiap 2 pekan putaran hafalannya, berarti dibagi aja berapa lembar target setorannya sehari.⁣

Ngerasa berat buat nyimak anak hafalan?⁣

Ini juga berproses ya… ⁣
InsyaAllah kalau masih sama anak kecil masih sedikit. Seiring waktu, sebenarnya kita membiasakan DIRI KITA untuk menyimak anak dengan rentang waktu yang juga makin bertambah dan hafalan makin bertambah.⁣

Lama-lama karena jadi habit target harian, insyaAllah malah rasanya ada yang kurang kalau target ini belum terlaksana.⁣

Kalau masih berat juga, coba baca tulisan dengan tema “Slow Living” ☺️. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu menentukan prioritas sehari-hari. ⁣

–⁣

Thoriq lagi di tes juz 2 karena baru selesai dan seperti biasa masih minta hadiah ^^. ⁣

Prosesnya kmrn terasa cukup berat karena memang hafalan baru dan karena topik bahasan di juz 2 cukup berat. Tadinya mau 10 halaman sehari, jadi 5 halaman yang sanggup disetorin dan disimak. ⁣

#alquran #limaanakcizkah #limaanakhomeschooling #islam #parentingislam

Cara Menghitung Perkiraan Haid

Alhamdulillah kemarin ada yang nanya tentang ini. Di buku catatan haid, di akhir catatan di bulan tertentu memang selalu aku tulis perkiraan haid untuk bulan depannya. Ini berguna banget bagi kita supaya lebih sadar dengan berbagai hal terkait diri kita sendiri.

Tanggal perkiraan haid
Ini pas salah hitung. Harusnya 26 – 9 = 17 🙂

Misal, kalau mau masuk masa haid kita jadi lebih sensitif, ya berarti jadi bisa lebih berusaha mengontrol diri dan gak kebawa sama perasaan. Atau bahkan terkait haid itu sendiri, misal biasanya ragu-ragu apakah sudah masuk masa haid atau belum. Nah, kalau memang sudah masuk masa perkiraan haid, insya Allah kemungkinan itu adalah haid.

Gimana cara memperkirakannya?

Yang pertama harus tahu siklus haidnya berapa hari. Siklusnya bisa ketahui dari kebiasaan tiap bulan.

Baca selengkapnya Cara Menghitung Perkiraan Haid

Tips Meperdengarkan Murottal untuk Hafalan Anak dengan Cara Lebih Mudah Insya Allah

Masih ingat tulisan memperdengarkan audio yang pernah aku tulis? Kalau belum, bisa dibaca di tulisan yang judulnya Tips Mendengarkan Memperdengarkan Audio Al-Qur’an Agar Anak mudah Menghafal Al-Qur’an

Ada beberapa hal yang berubah seiring waktu dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Ini karena terkait banyak hal. Alhamdulillah praktek dengan speaker ini berjalan cukup lama, sampai kembar hampir usia 3 tahunan.

Baca selengkapnya Tips Meperdengarkan Murottal untuk Hafalan Anak dengan Cara Lebih Mudah Insya Allah

Sensitif dengan Kata “Untung”

Alhamdulillah, dari kegiatan edit sensor buku, anak-anak itu menangkap banyak hal lainnya. Hal yang itu jadi praktek di kehidupan sehari-hari.

Edit sensor buku itu kan mengedit gambar, aurot, dan kata-kata yang kurang tepat. Ternyata kalau mereka mendapati hal yang diedit itu di luar perbukuan, mereka langsung cepat menangkap.

Baca selengkapnya Sensitif dengan Kata “Untung”

Kisah Kami dan PKBM (Bagian 2)

Kisah sebelumnya bisa dibaca di “Kisah Kami dan PKBM (Catatan PKBM Bagian 1)

Abang pulang membawa berita kalau info dari SKB, sudah terlambat kalau mau mendaftarkan untuk ikut ujian nasional tahun 2019. Daftarnya harus menunggu tahun ajaran baru nanti tahun 2019. Berarti baru bisa ikut UN tahun 2020.

Waktu dengar berita ini, tentu saja perasaan aku campur aduk. Ada rasa sedih, tapi insya Allah tetap berusaha tenang dan gak langsung bereaksi yang gimana-gimana. Gimana-gimana ini maksudnya panik, kesal, marah atau yang seperti itu. Lebih langsung mikir ke berbagai opsi-opsi lain berkaitan konsekuensi dari berita baru ini.

Baca selengkapnya Kisah Kami dan PKBM (Bagian 2)

Syahdu

Lagi syahdu bawaannya. Bukan karena pms. Terus karena apa ya? Ga tau. Sedih bukan. Tapi kaya haru. Sulit diungkapkan. Apakah itu rasa bahagia? Atau rasa rindu?

Manis?

Sudah pernah merasakannya?

Bukan…ini bukan rasa bosan atau letih. Bahkan cenderung rasanya ingin menyesapi setiap rasa itu.

Tak apalah menangis. Karena tangisan ini insya Allah melembutkan hati.

Biarkan saja dilepaskan, karena aku bersyukur masih bisa menangis di saat seperti ini.

cizkah
3 Februari 2021

Tanggung Jawab

Salah satu tugas (tanggung jawab) Thoriq tiap malam. Gelar kasur buat tidur.

Beberapa waktu lalu baca tulisan tentang generasi home service yang generasi ini terbiasa semuanya serba enak, ada, tinggal pakai, dibantuin terus dsb.

Kemudian dibilang kalau lebih baik anak itu diberi TANTANGAN.

Seperti biasa, kalau ada tulisan parenting atau apapun, kita pikirin dulu yah. Kalau secara syariat gimana. Dari awal, seperti ada yang kurang pas kalau disebut tantangan.

Baca selengkapnya Tanggung Jawab

Kisah Kami dan PKBM (Catatan PKBM Bagian 1)

Ijazah adalah hal yang paling sering jadi momok bagi teman-teman yang baru mau memulai homeschooling. 

Sama kok, kami juga seperti itu pada awalnya. Kekhawatiran tentang langkah-langkah kehidupan yang banyak dikaitkan dengan ijazah.

Nah, ijazah ini sangat terkait dengan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) atau SKB (Sanggar Kegiatan Belajar). 

Baca selengkapnya Kisah Kami dan PKBM (Catatan PKBM Bagian 1)

Resep Carrot Cake (Kue Wortel)

Sebenarnya, urutan ceritanya gak langsung ke kue ini. Setiap hal ada sebab. Sebab yang dianggap sebab pertama sampai akhirnya jadi bikin kue wortel sebenarnya adalah akibat dari sebab lainnya lagi. Semuanya connected. Tapi mau merangkai dari awal untuk sampai ke resep ini kok khawatir malah akhirnya gak ketulis resep ini seperti yang sudah-sudah.

Baca selengkapnya Resep Carrot Cake (Kue Wortel)

Kita dan Al-Qur’an

Sebenarnya, dari tulisan-tulisan sebelumnya, terutama tentang homeschooling, seringkali aku tekankan tentang Al-Qur’an.

Fokus homeschooling ya Al-Qur’an.

Beberapa kali aku juga sebutkan satu ayat ini. 

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”(Q. S.Faathir: 29-30)

Walau kesannya berantakan, berusaha tetap istiqomah untuk pendidikan Al-Qur’an. Tiada hari terlewat tanpa belajar Al-Qur’an. Semuanya saling berkaitan.

Fokusnya ke ketakwaan yang seringkali terlalaikan. 

Sholat, semua orang mungkin akan berusaha menjalankan. Karena itulah kewajiban sehari-hari. 

Tapi Al-Qur’an…kadang bisa dibuat jadi hal yang “nanti-nanti.”

Berbagai pembenaran bisa juga dibuat, agar hal-hal terkait Al-Qur’an ini jadi terlihat jadi sesuatu yang wajar dan biasa saja untuk ditinggalkan.

Baca selengkapnya Kita dan Al-Qur’an

Anak Gadis Usia 7 Tahun

Secara Masehi, Luma lahir bulan Februari tahun 2014. Tapi karena memang ada selisih hari di tahun Masehi dengan Hijriah, aku udah mulai waspada dan memperkirakan bahwa Luma sudah mendekati masa usia 7 tahun secara Hijriah. Selisih hari ini, kalau di”rapel” bakal jadi selisih bulan yang lumayan banyak.

Bukan waspada dalam arti negatif hehe. Cuma bagian dari usaha memulai sesuatu yang diperintahkan dalam agama Islam supaya gak sampai kelewat banget. Yaitu perintah dari syariat untuk memerintahkan anak sholat di usia 7 tahun.

مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ ، وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika telah berumur tujuh tahun. Dan apabila telah berumur 10 tahun belum shalat, maka pukullah ia.” (Shahih: HR. Abu Dawud)

Baca selengkapnya Anak Gadis Usia 7 Tahun

Perhatian

Sebenarnya, kita sedang mencari perhatian siapa?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Sebenarnya, kita sedang cari kebahagian dimana?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Sebenarnya, kerinduan kita pada apa?

Manusia?

Bukan? Yakin?

Pertanyaan untuk direnungi dan dijawab masing-masing. Kemudian ketika sudah menemukan jawabannya, semoga bisa kembali ke jawaban yang lebih baik insya Allah. Untuk dunia dan akhirat.

cizkah
21 Jogja 2020

Sansivera Pagoda

Ternyata ada tanaman sansivera juga ya di rumah hehehe. Ini udah sering kefoto pas share di story. Tapi belum pernah diceritain karena emang sambil lalu perawatannya.

Satu alasan terbesar ketika beli ini adalah ternyata tanaman ini bagus untuk menyerap polusi yang ada di udara. 

Sansivera Sanseviera Pagoda
Foto tanggal 12 Juli 2020. Kelihatan ujung atas daunnya ada pertumbuhan alhamdulillah
Baca selengkapnya Sansivera Pagoda

Pelajaran dari Berkebun; Jangan Mudah Putus Asa

Kejadian melati jepang ini CUMA salah satu dari kejadian yang ada di kebun. Yang benar-benar bikin narik pelajaran. Kita tuh pokoknya gak boleh gampang putus asa. Kasih kesempatan. Terus berharap.

Beli melati jepang ini, bulan Juni. Masih kecil dan kondisinya sehat alhamdulillah.

Baca selengkapnya Pelajaran dari Berkebun; Jangan Mudah Putus Asa