Beli Gas dengan Stroller

Barangkali ada yang bernasib sama dengan saya.
Ketika gas habis…

Suami sedang sibuk bekerja, tidak memungkinkan memintanya pulang.
Masakan sudah setengah di masak.
Warung yang menjual lauk matang letaknya cukup jauh.
Perut sudah membesar karena hamil, sehingga sangat tidak disarankan membawa beban tabung gas yang cukup berat.
Tidak terbiasa/tidak ada toko dekat rumah yang bersedia antar gas ukuran 3kg.
Anak-anak belum bisa dimintai tolong membawa tabung gas yang berat.

beli gas pakai stroller

Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.

Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.

Jika memakai mangkuk…

Baca selengkapnya Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara  paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.

Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah  diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.

Jika memakai mangkuk…

Keraguan terbesar menggunakan mangkuk sebagai wadah adalah wadah tersebut mungkin sekali tidak tertutup. Saya hanya berjaga-jaga terhadap hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu menutup wadah makanan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِى السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ ».

“Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim)

Hadits dari Abu Humaid as Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ بِقَدَحِ لَبَنٍ مِنَ النَّقِيْعِ لَيْسَ مُخَمَّراً، فَقَالَ: أَلاَ خَمَّرْتَهُ؟ وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ عُوْداً؟ ، قَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: إِنَّمَا أَمَرَ بَالأَسْقِيَةِ أَنْ توكأ لَيْلاً وَبِالأَبْوَابِ أَنْ تُغْلَقَ لَيْلاً.

“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bejana berisi susu dari daerah an Naqi`yang tidak bertutup. Lantas beliau bersabda: “Tidakkah engkau menutupnya, walaupun hanya dengan membentangkan sebatang ranting pohon di atasnya?” Abu Humaid berkata,”Sesungguhnya beliau memerintahkan agar wadah air diikat (ditutup) pada malam hari, dan pintu-pintu ditutup pada malam hari” (HR. Muslim)

Saya khawatir saya terlupa menutup mangkuk tersebut dengan sesuatu atau tutupnya tersenggol atau hal-hal lainnya.

Jika memakai kaleng bekas kue…

Saya adalah orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya minimalis. Saya ingin ada banyak ruang di sekitar kompor. Dan bagi saya, kaleng bekas kue terlalu besar, tidak efektif dan efisien untuk acara buka tutupnya.

Jika memakai botol bekas sirup…

Tidak praktis karena harus memakai corong ketika memasukkan. Tidak mudah pula untuk membersihkannya.

 

Gunakan wadah bekas selai!

Akan lebih rapi jika jenis wadah dari merk yang sama
Akan lebih rapi jika jenis wadah dari merk yang sama

Inilah wadah yang saya gunakan saat ini. Kenapa cara ini menurut saya sangat efektif.

  1. Ketika minyak masih panas pun, in sya Allah minyak sudah bisa diletakkan ke dalam wadah dan penggorengan bisa dilanjutkan untuk menggoreng atau menumis sayuran lainnya
  2. Saya tidak membutuhkan tambahan corong untuk memasukkan minyak bekas dari wajan sehingga mengurangi cucian kotor.
  3. Mudah dibersihkan. Lemak-lemak bekas minyak seringkali menggumpal dan membekas di sekitar wadah. Walaupun masih ada isinya, kita tetap mudah menncucinya dengan sabun cuci piring. Karena tutup selai biasanya sangat rapat. Kalaupun minyak sudah tidak layak pakai dan wadah telah kosong, kita juga dengan mudah dapat membersihkannya.
  4. Tidak memakan banyak tempat.
    Satu kali goreng, sisanya biasanya hanya butuh satu wadah bekas selai. Untuk saya pribadi, untuk jenis makanan yang digoreng biasanya tidak menggunakan satu minyak itu-itu saja. Misalnya bekas menggoreng ikan tidak saya gunakan untuk menggoreng pisang. Dan saya tidak akan merasa keberatan atau terganggu walaupun ada 2 atau 3 wadah bekas selai yang berjejer. Bandingkan  jika kita menggunakan mangkuk atau kaleng bekas kue.

Semoga bermanfaat!

cizkah
12 November 2013

DIY: Mainan Jahit

Tidak semua mainan edukatif itu perlu dibeli. Kadang kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Proyek membuat mainan ini pun muncul tiba-tiba ketika melihat sisa karton tebal yang ada. Jika tidak ada karton tebal semacam ini, Anda juga bisa menggunakan kardus bekas in sya Allah.

Baca selengkapnya DIY: Mainan Jahit

Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?

wipol

 

Baca selengkapnya Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?

Baca selengkapnya Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Tips Mendidik Anak Menghafal Al-Quran

Kata seorang teman suami, menjadi penghafal Quran itu diibaratkan  menjadi pasukan khusus Allah. Dan tahu sendiri, yang namanya proses menjadi pasukan khusus secara aslinya juga tidak mudah. Ada tahapannya. Ada perjuangannya. Bahkan mungkin ada derai tangis karena letih dan luka.

Baca selengkapnya Tips Mendidik Anak Menghafal Al-Quran

Tips Sprei Kasur Tetap Rapi

Memiliki buah hati yang selalu aktif memang menimbulkan kreatifitas tersendiri – insyaAllah – agar rumah tetap rapi. Sprei kasur yang sudah terpasang rapi, seringkali dengan cepat berantakan karena anak-anak yang melompat-lompat di atas kasur atau gaya tidur yang lasak. Bukan hanya berantakan, sprei seringkali lepas dari kasur hingga harus dipasang ulang seperti kali pertama.

Nah, berikut tips agar sprei tetap melekat di kasur dan memudahkan kita para ibu untuk merapikannya.

Baca selengkapnya Tips Sprei Kasur Tetap Rapi

Tips Belajar Menjadi Ibu Penyabar

Malam ini saya baru menyadari satu hal yang penting dalam peran kita sebagai ibu. Belajar sabar dan  lembut . Iya, jadi ibu itu ternyata banyak sekali saat-saat untuk belajar sabar dan dengan sabar, kelembutan itu lebih mudah dijalankan .

Bagaimana tidak belajar sabar?

Ketika kita sedang ingin asyik makan, ternyata buah hati ingin pup.

Ketika rumah baru selesai di pel, ternyata buah hati menumpahkan minuman/makanan.

Ketika ingin khusyuk sholat, ternyata buah hati pipis di celana.

Ketika baru hendak membaca Al-Qur’an, buah hati minta ASI (alias nenen).

Ketika baru merebahkan badan, buah hati minta dicebokin.

Ketika makanan telah terhidang, buah hati tak mau membuka mulutnya.

Ketika….ketika…ketika…

Saat-saat mengajarkan mereka duduk, merangkak, berjalan, makan dan minum lalu berbicara

Saat-saat mengajarkan mereka mengenal Allah dan Rasul-Nya, mengenal agama Islam

Saat-saat mengenalkan mereka dengan surga dan neraka

Saat-saat mendidik mereka dengan adab-adab Islam

Saat-saat…saat-saat…

sabar2Sayang sekali jika kemudian ternyata yang terjadi kita -secara tidak sadar- lebih banyak melatih diri untuk menjadi orang yang tidak sabar, pemarah (bahkan kepada sosok tidak berdaya yang memerlukan teladan dari sang ibu). Baru beberapa tahun memiliki anak, saya belajar beberapa hal yang dapat membantu kita untuk menjadi ibu yang lebih sabar dan lembut.

  1. Berdoa, tentu saja ini penting. Saat ini saya minta kepada anak-anak agar juga ikut berdoa agar saya dan juga anak-anak menjadi orang yang lembut dan sabar.
  2. Kenali kondisi fisik ibu.
    • Hindari lapar berlebihan. Seringkali lapar membuat seseorang lebih mudah emosi. Di sisi lain, seringkali pula seorang ibu dengan berbagai kesibukannya menunda atau tidak sempat untuk mengisi perut. Saat sudah merasakan gejala lapar berlebihan, hentikan semua aktifitas sesibuk apapun ibu. Duduk sejenak untuk mengisi perut lebih baik daripada buah hati terkena efek lapar berlebihan ini.
    • Hindari kantuk berlebihan. Kita sendiri tahu, bahwa anak yang mengantuk sering rewel dan seperti bingung ingin melakukan apa. Ternyata orang dewasa juga seperti ini disadari atau tidak. Saat kantuk ini menyerang, karena anak-anak masih kecil, biasanya saya mengajak anak-anak ke kamar dan menyediakan mainan. Saya katakan kepada mereka, “Ummi ngantuk. Ummi istirahat sebentar ya insyaAllah.” Saat bangun, jangan lupa ucapkan terima kasih karena mereka telah membiarkan kita tidur sejenak.
    • Hindari dehidrasi. Saya khususkan hal ini, karena banyak juga orang yang lupa untuk minum. Padahal otak sangat membutuhkan cairan. Saat beberapa poin bukan sebagai pemicu emosi, maka kemungkinan terbesar kita sedang kekurangan cairan.
  3. Kenali kondisi fisik anak. Sama seperti poin-poin pada kondisi fisik ibu. Perhatikan kondisi fisik anak. Terkadang anak melakukan tingkah laku tertentu yang memancing emosi karena faktor-faktor di atas. Kalo untuk Ziyad, biasanya terutama karena dehidrasi. Makanya biasanya saya akan langsung bertanya, “Sudah minum belum?” 😀
Dengan kesabaran, saat menghadapi situasi-situasi yang bisa memancing emosi, ibu bisa memberikan reaksi “biasa saja” yang tidak membuat sedih anak dan merasa tidak disayangi.
Dengan kesabaran, ibu bisa memberikan nasehat dan kata-kata bijak saat anak  melakukan hal yang kurang tepat dan bukan memberikan kata-kata tak sedap kepada anak. Dan bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan contoh bahwa dengan kelembutan, dakwah akan lebih mudah diterima. Semoga ini pula yang terjadi dengan kelembutan kita, maka semoga kita mendapatkan hasil yang baik, yaitu anak yang sholih/sholihah. Aamiin.

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ» رواه الطبراني في الاوسط ( 2663 ) وحسنه الألباني .

Sesungguhnya ilmu itu dengan belajar, sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) dengan belajar berlemah lembut, barangsiapa yang mencari kebaikan, maka akan diberikan. Dan barangsiapa menjaga kejelekan, maka dia akan dilindungi.’ ” (HR. Thabrani di ‘Al-Ausath, 2663 dan dihasankan oleh Al-Albany)

Catatan penutup, jangan menganggap dengan saya menulis ini, saya telah menjadi ibu paling sabar dan lembut sedunia hehe…Saya juga masih belajar dan berusaha. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai ibu yang penyabar dan lembut ya bu ibu…Aamiin.

 

cizkah
28 Juli 2012

BedTime Story

Kegiatan membacakan cerita – kisah nyata tentunya – kepada anak-anak sudah saya lakukan sejak lama. Tapi tidak teratur dan rutin. Sampai suatu ketika, saya melihat sebuah foto seorang anak dan ayahnya yang melakukan pembersihan gigi dengan benang gigi. Sang ibu yang mempublikasikan foto itu di blognya mengatakan itu adalah bonding time antara si ayah dan si anak.

Baca selengkapnya BedTime Story

5 Tips Hal Bermanfaat yang Bisa Ibu Lakukan Saat Menyusui

Saat-saat baru memiliki bayi, biasanya kita akan merasakan betapa buah hati benar-benar “bergantung” pada seorang ibu. Kehidupan kemudian rasanya menjadi begitu “terikat” dengan kebutuhan buah hati untuk menyusui. Seakan-akan hilanglah semua waktu luang dan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Baca selengkapnya 5 Tips Hal Bermanfaat yang Bisa Ibu Lakukan Saat Menyusui

Kencur untuk Obat Batuk

Kencur Obat Batuk

Saya mendapatkan anjuran ini dari seorang teman SMP. Ibunya selalu menganjurkannya untuk makan kencur ketika batuk. Sayapun tertarik mencoba, karena saya selalu merasa tidak nyaman saat batuk yang sampai mengeluarkan suara besar “grok grok”, apalagi kalau sedang ujian di sekolah. Rasanya malu dan menganggu.

Baca selengkapnya Kencur untuk Obat Batuk

Insiden Orang Asing dan Ziyad beserta Tips PENTING untuk Diajarkan ke Anak

Saya memiliki seorang suami yang sangat khawatiran yang juga merupakan hasil didikan sang ibu mertua dahulu juga sangat khawatiran dan sangat protective kepada anak-anaknya. Sedangkan saya sendiri  termasuk yang tingkat kekhawatirannya di bawah suami dan cenderung ingin lebih “membebaskan” anak untuk bereksplorasi. Keduanya insyaAllah tidak ada yang salah, asal tidak ada yang berlebihan, tidak berlebihan dalam membatasi anak (over protective) atau tidak berlebihan dalam melepaskan anak beraktifitas semaunya.

Insiden orang asing ini adalah insiden yang kedua. Kejadian yang kedua ini, saya lebih yakin bahwa memang ada kemungkinan Ziyad akan menjadi korban penculikan (na’udzu billah min dzalik) dan membuat kami bersyukur bahwa hal itu tidak terjadi. Dan semoga tidak akan terjadi, baik untuk Ziyad ataupun anak-anak ibu-ibu.

Baca selengkapnya Insiden Orang Asing dan Ziyad beserta Tips PENTING untuk Diajarkan ke Anak