Bahan Ajar atau Kurikulum Kehidupan Anak Islam

Di antara pertanyaan yang lumayan sering masuk tentang homeschooling adalah,

“Buku apa yang mesti dibaca untuk belajar tentang homeschooling?”

“Ada modul gak untuk mengajarkan anak?”

“Kurikulumnya gimana?”

Secara umum, maka jawabannya adalah sama.

Baca selengkapnya Bahan Ajar atau Kurikulum Kehidupan Anak Islam

Antara Produksi dan Marketing

Kemarin terjadi diskusi yang cukup alot sama Abang.

Tambah alot terutama karena diskusi terjadi di siang hari, dimana aku lagi berusaha masak ngejar target makan siang, aku sendiri udah mulai lapar, plus belum qoilulah dari pagi haha.

Kami lagi bahas tentang suatu hal berkaitan sama modal yang mesti dikeluarkan tiap bulan untuk usaha poster LumaLumi.

Baca selengkapnya Antara Produksi dan Marketing

Resep Chewy Brownies Sungai Coklat Shiny Crust

Aku suka brownies dan kue lainnya yang berbau coklat. Tapi jaraang sekali bikin brownies sendiri. Walau begitu, di rumah hampir selalu sedia coklat batangan. Yang namanya kue tuh kan ada aja saat-saat butuh coklat ya. Sampai akhirnya kemarin didorong-dorong si kembar untuk bikin kue, bikin kue, bikin kue. Kok ya kepikiran pingin banget bikin brownies. Padahal sebenarnya agak lebih ribet dibandingkan bolu yang cuma tinggal timbang dan tuang :D.

Dipilihlah resep Ibu Malka di Cookpad. Hasilnya sesuai harapan banget alhamdulillah. Padat, kokoh, crispy outside dan chewy inside, hasilnya juga shiny crust, huhui. Ngunyahnya pas. Jadi, mari dicatat sebelum kelupaan.

Resep asli yang digunakan sebenarnya menyertakan baking powder dan soda kue. Aku memilih tidak menggunakannya. Sama seperti Ibu Malka. Karena khawatir hasilnya terdistraksi dengan baking powder dan soda kue. Bahkan jika tidak tepat penggunaan malah bikin rasa anyep dan pahit.

Resep yang aku catat di sini sudah disesuaikan dengan bahan yang ada di rumah (di beri catatan tambahan dari resep asli). Misalnya, di resep asli menggunakan gula palem, namun di rumah adanya gula merah. Alhamdulillah hasilnya tetap enak dan cita rasa coklatnya tetap kuat.

Bahan Brownies Shiny Crust:

  • 3 butir telur
  • 200 gr gula pasir (aku 125-150gr, kalau 2x resep, jadinya malah bisa cuma 200gr aja)
  • 125 gr gula palem (aku 100gr)
    • aku pakai gula merah diiris-iris sampai cenderung halus sehingga mudah tercampur saat dimixer.
  • 1-2 sdt vanila bubuk
  • 200 gr tepung serbaguna
  • 25 gr coklat bubuk
    • untuk warna yang lebih gelap bisa pakai merk bensdorp
    • warna coklat bubuk van houten lebih muda daripada bensdorp.
  • 100 gr coklat blok, lelehkan (aku pakai merk Collata DCC)
  • 115 ml minyak goreng
  • secukupnya chocochips (aku pakai choccochip Collatta)

Cara Memasak Brownies:

Langkah-langkahnya aku sesuaikan supaya lebih enak secara penyiapan dan proses pembuatannya. Tidak loncat-loncat. Tahap awal persiapan.

Tahap Persiapan

  1. Cairkan coklat blok 100gr sambil siapkan minyak 115ml.
  2. Timbang gula pasir 125gr (atau 150gr) dan iris-iris gula merah 100gr (atau 125gr).
  3. Timbang tepung 200gr dan coklat bubuk 25gr. Campur dan ayak.
  4. Siapkan minyak goreng 115ml.
  5. Siapkan loyang dengan alas kertas roti 22 x 22 x 5. Diolesin minyak + margarin+ terigu juga bisa insyaAllah.

Tahap pencampuran

  1. Pecahkan telur 3 buah di wadah.
  2. Kocok telor, gula pasir, gula palem (aku pernah gula merah) dan vanili dengan kecepatan rendah sekitar 2-3 menit. Kocok dengan arah tidak memutar supaya hasilnya tidak mengembang seperti membuat bolu. Artinya, disarankan tidak menggunakan stand mixer supaya bisa membolak-balik wadah saat dikocok.
  3. Masukkan campuran tepung dan coklat bubuk. Aduk dengan spatula sampai rata.
  4. Masukkan coklat leleh. Sisakan 2 sdm untuk membuat guratan. Aduk rata.
  5. Masukkan minyak goreng dan chocochips. Sisakan secukupnya chochochip untuk topping. Aduk rata.
  6. Panaskan oven supaya saat adonan siap dituang ke loyang, oven sudah panas.
  7. Tuang ke dalam loyang 20 x 20 x 5 (cm) yang telah dialasi kertas roti. Kalau ga ada, diolesi minyak, alhamdulillah tetap ga lengket.
  8. Tuang sisa coklat leleh dan bentuk seperti aliran sungai. Taburi sisa chochochips
  9. Panggang di suhu 190’C selama 20 menit. Kemudian turunkan suhu menjadi 150’C. Kemudian panggang lagi selama 15-20 menit.
  10. Selesai.

Alhamdulillah, jadilah brownies yang padat dan menggiurkan. Dipotong kecil-kecil dan disimpan di kulkas. Cocok sekali dimakan bersama kopi pahit.

Semoga resep kue brownies sungai coklat ini bermanfaat ya.

cizkah
Yogyakarta, 7 Juli 2019

Memahami Jenis Kegiatan Belajar Anak

Sebagaimana telah disebutkan di artikel sebelumnya dengan judul “Mindset Mendidik Anak”, kegiatan belajar anak dan orang tua dalam praktek homeschooling bukanlah sekedar kegiatan mengajar (menyampaikan isi buku ke anak).

Untuk mudahnya, saya gunakan pembagian waktu homescooling yang terdapat dalam artikel “One Hour Homeschooling”.

  1. Formal teaching/instruction, yaitu kegiatan kita mengajar anak.
  2. Learning opportunities atau kesempatan belajar anak.

Kalau dengan bahasa mudahnya; kegiatan belajar anak di rumah adalah: kegiatan belajar pelajaran sekolah dan kegiatan belajar lainnya di luar pelajaran sekolah.

Lama Seperti di Sekolah?

Yang suka bikin maju mundur buat ngejalanin homeschooling adalah orang tua mengira formal teaching akan berlangsung berjam-jam/seharian seperti layaknya di sekolah.

Kalau seperti itu, homeschooling seperti jadi sesuatu yang mustahil dilakukan.

Padahal pada praktiknya, kegiatan formal teaching tuh sebentar. Jika ditotal, kegiatan belajar dua pelajaran yang dilakukan bersama orang tua sebenarnya hanya berlangsung 1/2-1 jam . Sisanya adalah anak belajar mandiri. Insya Allah akan lebih jelas di tulisan berikutnya tentang praktek kegiatan belajar anak SD.

Kok Sebentar?

Sebaliknya, yang baru melakukan homeschooling malah juga mikir. Ini kok anak belajar sebentar banget. Belajar gak sih? Terus dia mesti belajar apa lagi yah. Ini karena di pikiran orang tua, belajar masih terkait kegiatan baca buku, ngerjain soal dan hal-hal yang dilakukan di balik meja.

Padahal, sisa waktu di luar belajar pelajaran sekolah adalah kesempatan yang sangat besar untuk belajar hal lain . Bahkan dari hal-hal kecil. Semisal bantu ibu belanja ke warung, jaga adik, bercakap-cakap dengan ayah dan ibu.

Karena setiap hal yang terjadi bisa mengandung unsur pendidikan. Pendidikan yang ternyata akan bermanfaat dalam praktik kehidupannya.

Waktu yang Bermanfaat

Jangan khawatir. Kegiatan belajar homeschooling tidak sama dengan di sekolah insya Allah.

Dengan waktu luang yang lebih besar, ada hal yang perlu diwaspadai orang tua. Bukan berarti anak sibuk dicarikan kegiatan ini dan itu demi ketenangan hati dan prasangka bahwa mereka harus “sibuk” belajar sesuatu. Bahkan kadang karena kesibukan mengantar anak kegiatan ini itu dengan harapan mereka “sibuk” belajar sesuatu, waktu kita habis di jalan.

Fokus adalah hal yang seringkali dilupakan orang tua dalam pendidikan. Padahal fokus akan sangat bermanfaat dalam kehidupan.

Dalam hal ini, waktu luang dan tenaga anak bisa disalurkan untuk fokus pada kegiatan yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya insya Allah, yaitu Al-Qur’an. Orang tua pun bisa ikut mendapatkan berkah dengan terlibat dalam mendidik anak Al-Qur’an.

Coba praktikkan dan insya Allah Anda akan merasakan sendiri hasilnya dalam kehidupan.

Tiga Pembagian Waktu Kegiatan Homeschooling

Maka saya tambahkan pembagian waktu dalam homeschooling menjadi tiga, yaitu

  1. Belajar Al-Qur’an,
  2. Belajar pelajaran sekolah,
  3. Belajar hal lainnya yang bermanfaat untuk kehidupan insya Allah.

Gimana dengan anak-anak yang masih usia pra SD? Insya Allah akan dibahas di tulisan selanjutnya.

Semoga penjelasan tentang pembagian waktu kegiatan homeschooling ini bermanfaat.

@cizkah | cizkah.com
Yogyakarta, 24 Syawwal 1440 H/27 Juni 2019

Rekomendasi Alat Permainan Playground Anak

Preambul

Mungkin ada yang tahu, ketika aku posting ke toko buku Toga Mas, dan ada permainan perosotan di sana.

Nah, sejak saat itulah membeli perosotan masuk ke pertimbangan ke benda yang ingin dibeli.

Pertimbangannya karena anak-anak senang banget. Luma juga jadinya sering banget ngajakin ke tempat yang ada perosotannya.

Aku mulai lihat-lihat di marketplace kemungkinan membeli perosotan sejenis.

Baca selengkapnya Rekomendasi Alat Permainan Playground Anak

Tidak Boleh Memanfaatkan Fasilitas Extra dari Bank

Terakhir aku ke bank itu sekitar 4-5 tahun yang lalu. Pas bikin rekening bank sendiri. Alias abis itu ya udah gak pernah ke bank lagi. Tapi akhirnya, kemarin aku dan Abang mentekadkan diri untuk menyelesaikan urusan di bank. Salah satunya karena token aku ke block. Gak ada cara lain selain harus ngurus ke bank.

Baca selengkapnya Tidak Boleh Memanfaatkan Fasilitas Extra dari Bank

Tulang itu Empuk?

Pertanyaan Thoriq kali ini, “Mi, tulang itu empuk ya?”

“Ya engga. Keras,” jawabku.

“Ko bisa gerak-gerak?” Langsung gerak-gerakin badannya.

“Soalnya ada sendi-sendi,” aku angsung nyontohin pergerakan berbagai bagian tubuh.

“Yang ini sendi engsel.” aku nunjukin sambil gerak-gerakin tangan.

Baca selengkapnya Tulang itu Empuk?

Nyepeda Setelah Mudik

Waktu baru pulang dari Jakarta kemarin, paginya rasanya badan remuk redam. Padahal malamnya kami sudah tidur cepat. Super cepat malah. Jam 8 lewat semua sudah tertidur. Suatu hal yang sangat jarang terjadi di rumah ini hehe.

Tidur jam segitu, ternyata semuanya tetap gak bangun-bangun sampai Subuh. Kecuali aku dan si kembar yang pastinya ada sesi pipis tengah malamnya :D. 

Sebelum aku sholat Subuh, Abang sempat ngomong, “Nyepeda kita?”

Aku yang beberapa saat sebelumnya ngomong ke Abang kalau badanku sakit semua langsung kasih pandangan yang bisa diartikan…Whaaatt? Are you kidding? 😀

Baca selengkapnya Nyepeda Setelah Mudik

Resep Bubur Sumsum – Mudah dan Lembut

Resep Bubur Sumsum Mudah dan Lembut

Alhamdulillah. Membuat bubur sumsum insyaallah mudah dan cepat.

Yang mudah ini tetap butuh NIAT untuk membuatnya. Untuk resep ini, biar gak bingung, kita akan jelasin prinsip dasar perbandingan antara tepung dan santannya.

Bahan bubur sumsum:

  • Tepung beras 100 gr
  • Santan 800-1000 ml (bisa memakai 1 bungkus kara kecil campur air)
  • Garam 1/2 sdt
  • Daun pandan 1 lembar

Baca selengkapnya Resep Bubur Sumsum – Mudah dan Lembut

Rumus Hidup Bahagia

Rumus Pertama: Ingat Tujuan Hidup

Ingat bahwa tujuan hidup kita…adalah beribadah kepada Allah. Kita ini HAMBA-Nya

Yah..kok gini? Gak happy banget kesannya ya?

Tapi memang begitu adanya.

Ini yang justru menentukan kita bahagia apa engga. Karena Allah memang menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya (lihat Q.S. Adz Dzariyat: 56)

Masalahnya, kenyataannya orang menjalan hidup logikanya suka kebalik-balik. Yang dikasih tahu sama Allah malah dianggap menyusahkan atau mengekang.

Dia – orang yang lupa tujuan dia diciptakan – ingin menjalani kehidupan dengan cara dia. Akhirnya – sebenarnya – dia lupa diri. Gak ada lagi arah hidup. Tujuan hidup.

Kesannya sih bahagia. Menjalani semua bebas. Bergaul bebas. Pakai baju juga bebas.

Kebebasan ini tapi jadi semacam candu. Makin pingin bebas sampai level tertinggi. Akhirnya bosan dan gak sampai di titik benar-benar bahagia dengan kebebasan itu. Ujung-ujungnya gak bahagia kan?

Yang paling penting, kalau sudah sadar memang kita diciptakan untuk jadi hamba-Nya adalah patuh sama semua yang udah diatur sama Allah dan Rasulnya.

Ibadahnya harus sesuai sama yang diatur oleh yang menciptakan kita. Bukan asal melakukan sesuatu kemudian menganggap itu “ibadah”. Lagi-lagi, kalau seperti itu, akhirnya sebenarnya gak bahagia. Malah bisa jadi menyusahkan diri sendiri.

Baca selengkapnya Rumus Hidup Bahagia

Malas…

Kita ubah yuk,
Kata malas, menjadi kata lainnya…
Yang itu sebenarnya…
Sebagai bagian dari usaha kita melawan kemalasan

Kemalasan yang kita tahu ada di sana…
Di badan kita, di pikiran kita

Kemalasan itu, kita upayakan supaya tidak menjadi hal yang jelas-jelas menjadi bagian dari diri kita

Bahkan…
Tidak perlu kita sebarkan
Apalagi menjadi hal seru-seruan…

Malas adalah sesuatu yang memang tidak baik
Buktinya, Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita doa ,
Yang isinya harapan,
Agar kita terjauh dari kemalasan

Baca selengkapnya Malas…

Mindset Mendidik Anak

Salah Paham

Dari hasil diskusi berdasarkan dua tulisan #serihomeschooling sebelumnya, saya merasa ada selipan lagi yang harus disampaikan sebelum bahas tentang kegiatan homeschooling.

Saya jadi tersadar bahwa ada yang sedikit disalahpahami dari tulisan sebelumnya.

Kesalahpahaman bahwa  ketika seseorang memutuskan untuk menyekolahkan anaknya, seakan-akan itu adalah sebuah keputusan absolut sehingga meniadakan  pendidikan orang tua untuk anak di rumah.

Kesalahpahaman bahwa ketika seseorang memutuskan homechooling maka tidak memikirkan alternatif pendidkan (sekolah) lainnya sepanjang melakukan kegiatan tersebut.

Baca selengkapnya Mindset Mendidik Anak

Pikiran yang Tertelisik

Sejujurnya, setiap kali menuliskan tentang kegiatan homeschooling, pikiranku tertelisik. Mau tidak mau, homeschooling akan lebih mudah dilakukan jika sang ibu tidak memiliki kewajiban lain yang terikat dalam waktu yang cukup panjang (bekerja di kantor atau semacam itu).

Maksudnya, ketika ada ibu yang bekerja karena memang keutamaan yang banyak ketika dia melakukan pekerjaan tersebut, karena tidak ada yang bisa menggantikannya dan hal-hal semacam itu, maka kemudian memang tidak memungkikan untuk melakukan kegiatan homeschooling.

Baca selengkapnya Pikiran yang Tertelisik

Kholid Dijahit

Senin 18 Februari 2018, kami dapat pengalaman (ujian) baru lagi. Ini kejadian berarti sekitar 10 hari setelah Kholid terakhir di ambil darahnya. 

Gelas keramik yang cukup tebal, pecah pas dekat Kholid. Ketika dia mulai menangis, baru kami sadar kalau darah mulai mengalir dari kakinya.

Baca selengkapnya Kholid Dijahit

Meluruskan Kesalahpahaman tentang Homeschooling

Homeschooling tidak sama dengan mengejar kesempurnaan.
Homeschooling tidak sama dengan anak steril
Homeschooling bukan aktifitas antisosial atau meredam kemampuan bersosialisasi
Homeschooling juga bukan suatu aktifitas yang harus dibenturkan dengan sekolah

Baca selengkapnya Meluruskan Kesalahpahaman tentang Homeschooling